
... Perubahan bapak...
Pagi ku diawali sebuah telepon dari nya, dan itu merupakan suntikan semangat ku yang baru setiap pagi.
" Assalamu'alaikum, pagi adek nya mamas, belum bangun mesti hahahaha? "
" Wa'alaikum salam. Sudah bangun kok mas, kalau belum bangun mana bisa angkat telponnya mas. Kok jam segini udah bangun? aku malu tau, masa aku dibangunin mas." Protes ku.
" Hehehe, ih gemes deh. Tadi habis subuhan langsung belajar dek. Adek si habis subuhan malah tidur lagi. "
" Dingin mas, selimutnya lebih menggoda dari pada bukunya, hehehe. Rajin banget si mas pacar pagi - pagi udah belajar. Ajarin adek dong mas gimana cara nya nahan rindu,? "
" Kalau rindu ya rindu aja kali dek, pakai di tahan segala,"
" Ya si mamas. Rindu kalau tidak bisa ketemu, itu menyiksa tau."
" Iya tau dek. Karena sekarang aku lagi tersiksa, karena merindukan mu. "
" Sa ae si mamas. Jadi makin sayang deh, "
" lha emang harusnya begitu dek, harus makin cinta juga hehehe. Ya sudah sono buruan gih mandi, nggak bantuin ibuk po dek?"
" Bantuin dong mas, kadang - kadang tapi, hahahaha. Ya sudah dulu ya, love you mas,, assalamu'alaikum. "
" Love you too dek, wa'alaikum salam. "
Kulirik sampingku, sudah kosong. Ternyata mbak Yani sudah bangun. Pasti sudah dari tadi bantuin ibuk di dapur.
Dan benar saja, mbak Yani sedang menata makanan di atas meja.
" Sudah bangun? nih sarapan dulu, aku mau mandi duluan ya, ntar gantian aja sarapan nya, " pamit mbak Yani.
" Iya mbak, terimakasih." Jawab ku,
" Buk bapak kapan pulang ya? " Tanya ku kepada ibuk.
" Belum tau, bapak mu gak nelpon. Ada apa emang nduk? "
" Nggak tau buk kepikiran bapak aja. Mungkin karena aku kangen." Jawab ku.
" Ya udah, cepetan di habisin sarapannya. Nanti coba ibuk tak nelpon bapak mu." Kata ibuk.
Selesai bersiap aku dan mbak Yani seperti biasa berangkat sekolah bareng sambil ngobrol di sepanjang jalan.
Setibanya di sekolah, aku di interogasi sahabat ku, seputar pertemuan ku dengan mas Afif kemarin. Aku ceritakan, tapi belum ku beri tahukan bahwa kami sudah pacaran.
" Akhirnya kalian datang juga," kata Aisyah.
" Gak sabar nih, penasaran sama hasil buruan kalian kemarin. Cogan(cowok ganteng) gak? " Tanya mbak Okta yang sudah penasaran.
" Dikira kita pemburu kali ya, dasar kalian ini. " Sahut mbak Yani.
" Uhhh ganteng mbak, manis lagi, maniss banget," jawab ku.
" Manis katanya, emang udah kamu jilat?" kata Aisyah .
" Udah, di jilat, di celupin terus di ****, puasss!! permen kali ah di **** ." Jawab ku sambil terkekeh.
Mereka pun tertawa bersama mendengar jawaban ku.
" Dia itu bukan permen, tapi emang manis, apa lagi senyum nya, uhhh bikin jantungan. Dia punya gingsul kaya mbak Okta," imbuh ku.
Emang diantara kami mbak Okta lah yang paling cantik, badannya mungil, rambut hitam lebat lurus sepinggang, kulitnya putih.
" Memang beneran gitu ya Yan? " Tanya mbak Okta kepada mbak Yani.
" Ya kan secara si Ayu rada gimana gitu, matanya rada sliwer. Seleranya aneh, semua cowok juga di bilang ganteng sama dia," imbuh Aisyah.
" Ya kali ini Ayu bener, emang dia manis Ta, Syah. Tapi si Ayu yang terlalu lebay aja. Dia udah kena virus-virus cinta nya si Afif tu, " kata mbak Yani.
" Oh jadi namanya Afif, jadi penasaran aku pengen ketemu, " kata Aisyah.
" Tapi jangan naksir ya? " kata ku sambil terkekeh.
Begitulah obralan kita yang gak berfaedah, hehehe. Sampai jam pelajaran dimulai.
Waktu terus berlalu, hari ini sepulang dari sekolah aku dikejutkan dengan kabar bahwa bapak kecelakaan, tabrak lari di Jogja.
Syukurlah bapak hanya terkilir, dan lecet - lecet saja. Tidak ada luka atau cidera yang serius.
Kulihat bapak tengah duduk bersandar di kursi.
Aku langsung nyamperin bapak dengan perasaan sangat cemas. Mendengar bapak kecelakaan aku sangat terkejut, juga ingin menangis, tapi setelah mendengar bahwa keadaan bapak baik - baik saja, aku merasa lega.
__ADS_1
" Pak gimana? mana yang sakit? kok bisa sih pak sampai di tabrak, kok nggak hati - hati ? " Tanya ku khawatir.
" Bapak gak papa nok, tadi bapak kurang hati - hati, cuma motor bapak yang masuk bengkel. " Jawab bapak.
" Ya nggak papa, yang penting bapak nggak kenapa - napa. Masalah motor bisa di perbaiki. Ya sudah bapak istirahat dulu di rumah, biar cepet pulih, sambil nunggu motornya jadi." Kata ku.
" Iya nok. Ya udah cepet sono ganti pakaian mu terus makan."
" Iya pak, " jawab ku.
Aku beristirahat sambil main ponsel, nunggu si dia pulang sekolah. Karena jam pulang sekolah ku dan dia tidak sama, karena duluan aku, jadi aku kirim pesan duluan pada nya.
📨 Aku
Siang mas, jagan lupa maem nggih?.
Nanti kalau dia sudah pulang pasti dibalas. Gumam ku dalam hati.
Sambil menunggu si dia balas pesan ku, aku nyamperin ibuk yang lagi mijitin bapak, dan aku pun ikut mijitin bapak.
" Gimana sekolah nya nok? " tanaya bapak.
Memang bapak lebih suka memanggil ku "Nok" beda sama ibuk yang biasa manggil aku "Nduk".
" Sejauh ini baik pak, sebentar lagi ujian semester, "
" Bagus kalau kamu nggak kesulitan, yang bener belajarnya, jangan main hp terus ".
" Nggih pak. Ya udah bapak lanjutin istirahatnya di kamar aja, aku mau ke depan dulu ."pamit ku.
Aku tinggal kan bapak dikamar, agar bisa beristirahat,
📩 Mz Afif.
Ini baru pulang dek.
Begitulah isi pesannya mas Afif.
📨Aku
Ya udah istirahat dulu terus maem mas, pasti capek ya? balas ku.
📩 Mz Afif
Iya capek banget dek, tapi pas liat pesan adek capek nya ilang,
📨Aku
Ya udah cepetan makan gih mas.
📩Mz Afif
Suapin geh,,
📨Aku
Ih manja,,
📩Mz Afif
Kan gak papa. Yang penting manjanya sama adek bukan sama perempuan lain.
📨Aku
Emang berani manja sama cewek lain?
📩Mz afif
Berani sih berani, tapi aku gak mau. Cukup kamu aja yang jadi tempat ku bermanja-manja. Hati aku sudah semuanya ku berikan untuk mu dek, tak ada sisa lagi buat mencintai wanita lain. Aku tak ingin membuat mu kecewa apa lagi sakit hati.
📨Aku
Selalu deh kata - kata mas bisa bikin aku senang.
📩MZ afif
Biar adek makin cinta, makin gak bisa kehilangan aku.
📨Aku
Emang aku sudah mulai takut kehilangan mu mas. Terlepas dari apa yang aku miliki, aku merasa minder dan gak pantes untuk mu. Aku gak cantik mas. Aku takut mas malu kalau nanti temen- temen mas tau,
📩Mz Afif
Aku tak peduli dek, aku tidak malu. Mau kamu cantik apa gak, dimata aku kamu yang tercantik. Nggak usah berfikiran yang aneh - aneh, Aku mencintai mu, mencintai baik dan buruk mu, mencintai semua yang ada pada dirimu.
__ADS_1
📨Aku
Terimakasih mas. Kamu memang yang terbaik. Aku beruntung bisa mengenalmu, aku beruntung di cintai oleh mu.
📩Mz Afif
Begitu pun dengan ku dek. Aku telpon ya? kangen suara adek, ya walaupun gak bisa ketemu, mendengar suara mu bisa mengobati rasa rindu ku.
📨Aku
Nanti malam aja ya mas? aku mau bantuin ibuk dulu bikin minum.
📩Mz Afif
Emang ada acara apa dek?
📨Aku
Ada tetangga pada jenguk bapak.
📩Mz Afif
Emang bapak sakit apa dek? kok adek gak cerita?
📨Aku
Bapak kecelakaan mas. Aku juga baru tau tadi pas pulang sekolah. Cuma terkilir ama lecet - lecet aja kok mas.
📩Mz afif
Nanti aku kesitu jenguk ya dek?
📨Aku
Eh nggak usah mas. Jauh cuma jalan kaki lagi, kasian ntar mas nya capek, hehehe. Bapak juga udah baikan kok. Ya udah dulu ya mas disambung nanti lagi, assalam'ualaikum,
📩Mz Afif
Ya udah kalau gitu dek. Semoga bapak cepet sembuh. wa'alaikum salam.
Aku meletakan hp ku di kamar. Aku bergegas bantuin ibuk di dapur yang sudah sibuk bikin minuman.
Hampir magrib baru ku bisa beristirahat, karena sudah tidak ada tetangga yang datang menjenguk. Segera ku bersihkan diriku dan makan karena lapar tadi belum sempat makan.
Aku lanjut belajar karena ada PR dari sekolah, setelah selesai, seperti janji ku, aku telponan sama mas Afif, kita ngobrol lumayan Lama. Tak terasa jam menunjukan sudah pukul 21.00. Memang kalau lagi ngobrol sama mas Afif suka lupa waktu.
Setelah ku akhiri panggilan ku, aku merasa haus. Saat ku keluar kamar, ku dengar bapak ngobrol ntah dengan siapa di kamar tamu. Aku mengintip kamar ibuk, ternyata ibuk sudah tidur terlelap.
Ibuk pules banget tidurnya, pasti lelah seharian ini, kasian ibuk .
Aku masuk kamar ku benahi selimut ibuk, ku cium kening ibuk.
" Bobok yang nyenyak buk. Semoga mimpi indah. I love you, semoga ibuk sehat dan bahagia selalu." Ucap ku sangat pelan agar tak membangunkan ibuk.
Aku melanjutkan langkah ku, untuk mengambil air minum, lalu ku balik ke kemar. Dan akan memejamkan mata, ingin ku segera terlelap dan menuju mimpi yang indah.
Jam sudah menunjukan pukul 23.00 tapi aku tak kunjung bisa tidur.
kudengar sayup - sayup suara bapak yang ternyata masih mengobrol di telpon.
Itu bapak nelpon siapa sih, kok lama banget dari tadi gak kelar - kelar. Aneh deh biasanya gak gitu. Ibuk tau gak ya? besok pagi aja deh aku tanya sama ibuk.
Ku paksakan mata ku agar segera terpejam. Karena sudah semakin malam, takut besok bangunnya kesiangan.
Pagi harinya di meja makan, aku tanyakan ibuk soal yang semalam.
" Buk bapak mana? belum bangun ya? " tanyaku.
" Belum, biarin aja pasti badannya masih sakit, yang jatuh kemarin." Jawab ibuk.
" Tadi malam bapak telponan sama siapa sih buk? kok lama banget, malem - malem lagi."
" Mungkin sama bos nya, ngebahas kerjaan nduk, "
Ini ibuk kok gak ada curiga-curiganya ya? emang ada bos tengah malem nelpon nya, mana lama lagi. Apa gak bosnya lebih milih mesra - mesraan sama istrinya dari pada telponan sama bapak. Kan aneh, biasanya juga gak pernah. Ah mungkin cuma pikiranku aja, mikirnya positif aja kaya ibuk.
Segera ku tepis pemikiran ku yang aneh - aneh, karena memang aku sudah curiga sama bapak. Selesai sarapan, aku masuk ke kamar untuk berpamitan sama bapak. Dan kecurigaan ku semakin bertambah, karena biasanya bapak jam segini belum bangun, tapi sekarang sudah bangun sambil menatap layar ponsel. Sepertinya dia lagi bertukar pesan dengan seseorang.
Aku berpamitan seperti bisa, tanpa bertanya juga, agar bapak tidak curiga.
***
Beberapa hari di rumah, semakin hari tingkah bapak semakin aneh. Suka marah - marah gak jelas. Hampir tiap malam aku mendengar bapak sama ibuk bertengkar di tengah malam. Mungkin mereka begitu karena, biar aku tak melihat dan mendengar mereka bertengkar, dan pagi harinya kulihat mata ibuk sembab seperti habis menangis. Aku bukan anak kecil lagi lagi yang bisa mereka bodoh i. Aku tahu jelas kesedihan ibuk. Bapak yang tak pernah meletakkan ponsel nya bahkan ke kamar mandi pun dia bawa.
Telponan sepanjang malam ntah dengan siapa. Aku tau, tapi aku pura - pura tidak tau. Biarlah nanti ibuk yang akan bercerita pada ku.
__ADS_1
Sehabis pulang sekolah, bapak pergi ntah kemana. Katanya ibuk, bapak pergi ke bengkel mau ambil motor. Saat ku beristirahat dikamar, ibuk masuk ke kamar nyamperin aku dengan wajah nya yang sendu. Aku tau dia menyimpan kesedihannya, itu terlihat jelas tergambar di wajah nya. Aku selalu berharap ibuk bisa membagi masalahnya dengan ku. Walaupun aku tidak bisa banyak membantu, setidaknya dengan ia bercerita padaku, akan mengurangi sedikit beban di hatinya.