Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Ekstra part 17


__ADS_3

Karena melamun, aku tidak sadar bahwa ternyata mas Nirwan membawaku kerumahnya.


" Sek udah sampai."


" Loh kok kerumahnya mas sih."


" Salah siapa dari tadi ngelamun aja. Ada masalah apa sih sek? sejak dari acara tadi kamu diam terus."


" Nggak papa mas, mungkin karena aku lelah, aku ngantuk."


" Ya udah yuk masuk, istirahat di dalam."


" Yuk."


" Kamu ganti baju dulu gih, nggak gerah pakai baju itu?"


" Tapi aku nggak bawa ganti."


" Pakai kaos atau kemeja ku. Cari aja sendiri di lemari, gerah aku mau mandi dulu."


" Oke mas."


Setelah prahara di acara tadi, aku tertidur untuk melepas rasa lelah yang aku rasakan.


Seperti biasa di tempat mas Nirwan aku tidak bisa bersantai lebih lama. Tidur ku di usik olehnya.


" Sek tadi katanya nanti."


" Kan istirahat dulu ngumpulin tenaga mas, aku baru mejam bentar loh, ini masih ngantuk."


" Tapi aku udah nggak sabar, lihat nih, pegang lah junior sudah meronta - ronta ingin main."


" Mesum mu itu kapan ilangnya sih mas?"


" Yah itu mana bisa ilang sek."


" Tapi aku lagi,"


" Lagi apa? kamu kenapa sih sek, pulang dari acara tadi aneh deh, kenapa sih?"


" Iri aja sama mbak Yani, udah nikah. Aku yang tiap hari kamu tiduri belum juga kamu nikahi."


Ini bukan semata - mata sebuah alasan, tapi ini memang benar.

__ADS_1


" Iya kan aku udah janji mau nikahin kamu. Em sekarang gini deh, kamu terima nggak kalau mas kawin atau maharnya seadanya?"


" Memang aku pernah minta ya? nggak kan?"


" Ya nggak sih sek. Makanya aku tanya?"


" Aku mah yang penting sah mas, biar nggak zina mulu kaya gini, bikin tambah dosa aja."


" Emang kamu udah bilang ibuk?"


" Belum, kan mas nya belum pasti."


" Ya sudah kamu bilang geh sama ibuk."


" Beneran?"


" Iya."


" Nikah besok mau?"


" Mau aja kalau ibuk mu nggak keberatan."


" Oke, besok aku telpon ibuk."


" Gimana ya?"


" Ah kelamaan."


Mas Nirwan langsung menciumiku dengan penuh gairah.


Seperti biasa jemari panjang nan lentiknya sudah bermain - main dari atas lalu kebawah.


Permainannya selalu bisa membuatku mendesah dengan hebat, mampu membuatku mencapai pelepasan berkali - kali.


Membuatku bermandikan keringat, hingga kakiku gemetar. Dia tidak puas sebelum melihatku terkulai lemas.


Tapi aku juga puas di buatnya.


" Ahhh, aku selalu nggak bisa nahan kalau godaannya kamu."


" Mas sudahh, aku capek."


" Tapi aku belum, bentar lagi."

__ADS_1


" Udah sakit itunya uhhh."


" Oke, nanti aku obati. Bentar


lagi udahan kok."


" Emh."


" Ahhhh."


" Mas capek."


" Aku obatin dulu."


Tanpa busana mas Nirwan ke belakang mengambil air hangat dan handuk.


Dengan telaten mas Nirwan mengelap membersihkan bagian bawah ku.


Air hangat yang dia sapukan di sana itu terasa nyaman. Aku begitu menikmatinya.


Tapi lama - lama, sapuan itu terasa berbeda.


Yah wajah mas Nirwan sudah terbenam di sana.


" Mas kan tadi katanya udahan."


" Ini lagi diobati. Udah diem nikmatin jangan protes."


" Tapi, ahhhh, mass."


" Jangan ditahan sayang."


" Ahhhh, mass."


" Iya sayang."


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Udah sampai disini dulu ya😋😋 hehehe.


Sisanya bayangin sendiri.


Ini aku bikin sampai disini aja yah.

__ADS_1


Aku ada rencana mau bikin season ke duanya. Kira - kira ada yang penasaran baca nggak ya kalau aku lanjutin ke S2 nya?


__ADS_2