Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 50


__ADS_3

 


**Mengingat kembali**


 


" Akhirnya kita ketemu ya mbak, aku seneng banget."


" Iya setelah bertahun - tahun akhirnya kita bisa ketemu."


" Mbak aku kangen banget, mbak kok kurusan sekarang? "


" Aku juga kangen banget, kamu tambah bulat aja Yu, hehehe."


" Montok mbak biar lebih wow gitu, hahahaha. Mbak kok langsing sekarang, makin cantik aja. "


" Bisa aja kamu. Ya sudah yuk pulang, simbah dan yang lain sudah pada nungguin."


" Ayok mbak, mbak sama siapa jemput nya? "


" Sama temenku."


Disepanjang perjalanan tak henti - hentinya aku bertanya dan bercerita dengan mbak Yani, tak lupa juga aku bertanya soal sahabat - sahabatku yang lain.


Rasa lelah seketika hilang karena terlalu senang bisa akhirnya bisa berjumpa dan pulang kembali setelah beberapa tahun.


" Kita berhenti dulu cari makan, apa kamu nggak lapar Yu?"


" Lapar banget, tadi di kereta juga nggak makan."


" Ya udah kita cari makan dulu, mau makan apa kamu?"


" Seleraku masih sama mbak, apa aja suka hahaha,"


" Pantas saja tambah bulat, udah bisa cari uang sendiri makin rajin jajan ya,"


" Iya lah mbak, tau sendiri lah aku suka jajan, apa lagi kalau makanan yang belum pernah aku makan sebelumnya pasti aku beli, hehehe."


" Nggak heran sih kamu jadi bulat."

__ADS_1


" Nggak bulat mbak, tapi bohay, hahaha."


" Ya udah ah terserah kamu aja, mau bulat mau bohay tetep aja kamu mirip sama mak kamu, hahaha."


" kan anak nya, gimana sih mbak,"


" Iyain aja deh biar cepet, hahaha. Ya udah yuk kita makan dulu."


" Dengan senang hati mbak. Hehehe."


Mbak Yani memilih berhenti di depan warung nasi goreng. Kita mengisi perut terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan pulang.


Setelah dirasa perut sudah kenyang, kita pun melanjutkan perjalanan pulang. Jarak tempuh dari stasiun ke rumah memang jauh banget. Dengan menggunakan mobil memakan waktu yang cukup lama.


Sesampainya di rumah, rupanya aku sudah dinanti simbah dan keluarga yang lain. Meraka menyambut ku dengan bahagia. Kita ngoborol sebentar lalu aku membersihkan diri dan beristirahat karena memang sudah larut malam.


Rumahku banyak berubah. Yah semakin tidak terurus, dulu kamar ibuk sekarang menjadi gudang. Kamarku ditempati simbah dan untuk beristirahat malam ini, aku memilih beristirahat di kamar tamu.


Sebelum aku beristirahat dikamar, aku terlebih dahulu pergi ke ruang tamu, untuk mengenang kembali saksi bisu kisah cintaku dengan mas Afif.


Tulisan nama kita yang dulu pernah kita tulis masih terukir di sana belum terhapus dengan berjalanya waktu. Air mataku tak bisa ku bendung lagi, kubiarkan lolos berderai sesukanya. Saat mengingat kembali semua kenangan yang dulu pernah terjadi, membangkitkan kembali rasa rindu dan rasa cinta yang selama ini berusaha aku lupakan.


Hadirnya kembali semua kenangan masa lalu, membawa rasa sakit yang sering kali menyiksaku.


Aku merindukanmu mas. Aku masih sangat merindukan mu. Apakah kamu juga merasakannya, merasakan hal yang juga aku rasakan? aku ingin bertemu denganmu. Aku masih sangat menyayangimu mas, aku mencintaimu. Apa kamu juga begitu?


atau mungkin cuma aku saja yang terlalu mencintaimu.


Rinduku padanya memang sangat menyiksa. Waktu tidak mampu mengikis rasa rindu yang ku punya.


Meskipun telah di kecewakan, hati belum rela untuk melepaskan.


Terkadang aku sampai bingung tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak menyangka bahwa kehadirannya akan sangat berarti. Hingga saat kehilangannya membuatku sakit hati. Aku sudah mencintainya terlalu dalam.


Tanpa kusadari mbak Yani sudah bersandar di depan pintu, ternyata sedari tadi mbak Yani melihatku.


" Apa yang membuatmu menangis seperti ini?"


" Eh ada mbak, maaf sampai nggak sadar kalau mbak disini." Sambil ku menghapus air mata yang masih saja mengalir tidak mau berhenti.

__ADS_1


" Percuma kamu elap, aku sudah melihatmu dari tadi, coba aku tebak, di tempat ini? oh apakah ini tentang Afif?"


" Ya mbak benar. "


" Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Afif Yu, sampai membuatmu seperti ini? "


" Banyak yang sudah terjadi mbak, antara aku dan dia. Saat ini aku benar - benar kehilangan dirinya. Tapi aku masih selalu merindukannya."


Mbak Yani menghampiri lalu duduk di sampingku. Aku menceritakan semua yang ingin mbak Yani tau.


" Aku tau apa yang kamu rasakan, aku tidak bisa menyalahkan kamu atau pun dia. Karena apa yang kalian telah lakukan pasti mempunyai alasan. Pasti berat bagimu, apa lagi disaat terburuk mu dialah yang setia di sisimu dan menjadi penguat hidupmu, hingga kamu bisa melaluinya. Aku hanya bisa bilang pasti Tuhan akan mempersatukan kalian jika memang kalian ditakdirkan untuk bersama. Jika tidak, maka ikhlaskan lah."


" Berat bagiku melepaskannya mbak. Aku sudah mencintainya terlalu dalam. Aku masih berharap kita seperti dulu, ini terlalu menyakitkan mbak."


Mbak Yani memelukku, dan aku menangis tersedu - sedu di pelukannya. Yah pelukannya masih sehangat dulu.


" Iya aku tau. Tapi jika kamu terus - terusan begini kamu akan sangat menderita, kamu akan terus terluka. Bukalah hatimu, cobalah ikhlaskan dia pelan - pelan. Mungkin dia sudah menemukan kebahagiaannya meskipun tanpa mu."


" Aku akan mencobanya mbak. Tapi aku ingin bertemu dengannya. Entah nantinya dia milik siapa tapi sekali saja aku ingin bertemu dengannya. Meski tidak bisa memeluknya tak apa, aku hanya ingin melihatnya mbak, itu sudah cukup. Aku merindukannya, rindu ini menyiksaku."


" Ya coba nanti kamu hubungin dia lagi. Coba tanya bisa nggak dia bertemu denganmu."


" Dia masih kerja mbak belum pulang. Semoga saat dia pulang, dia mau bertemu lagi denganku."


" Ya sudah tidur gih istirahat. Sudah larut malam."


" Mbak kita tidur bareng ya."


" Oke."


Meskipun lama tidak bertemu, sifat mbak Yani sama sekali tidak berubah. Masih sangat mengayomi aku sebagai adik. Dan sebagai kakak dia sangat dewasa meski umur kita sama. Aku merasa dimanja dan di jaga saat bersamanya.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Halo semuanya yang masih setia menunggu dan membaca novelku ini, terimakasih ya😘


Maaf karena jarang up karena hpnya lagi eror. 😔


Dikarenakan aku menulisnya masih memakai ponsel dan kadang - kadang hpnya eror nggak bisa buat nulis.

__ADS_1


Kalau pas hpnya nggak lagi eror aku sempetin kok buat nulis kaya sekarang. 😁


Jangan lupa like nya ya beb😘😘😘😘😘😘


__ADS_2