
" Mas buruan bangun." Aku membangunkan mas Nirwan, pagi ini kita akan menghadiri acara pernikahannya mbak Yani.
" Jam berapa sih sek?"
" Udah pagi, ayo kan aku juga mesti pulang dulu ganti baju. Ya udah kalau masih tidur, aku bareng Adi aja. Adi sudah siap tuh mau pulang."
" Sana kalau berani, pulang sama cowok lain."
" Ya makanya cepat bangun ayo pulang."
" Iya, aku mandi dulu bentar."
" Bentar loh ya. Kalau lama aku pulang sama Adi."
" Iya."
Sesampainya di tempat mas Nirwan memang masih pagi buta.
" Dingin nya."
" Iya yah mas,"
" Masuk yuk tidur dulu. Biar anget sek."
" Nggak, nanti malah lama, bisa - bisa nggak jadi ke acara."
" Kan lebih asik bikin acara sendiri, hehehe ini dingin - dingin gini pas lho sek."
" Hem, ya udah cepat ganti baju. Kalau mau tidur dirumah ku aja, kan nanti aku lama dandan nya."
" Lah nggak usah dandan ngapa sek?"
" Emang mas mau jalan sama aku yang kucel, nggak malu - maluin?"
" Dari pada kamu cantik nanti dilihatin cowok - cowok, kan aku nggak mau."
" Mau dandan bedak setebel apa juga gini - gini aja kali mas, aku nggak cantik. Kamunnya aja yang mau sama aku. Ya setidaknya pakai lipstik biar nggak keliatan kucel - kucel banget."
" Iya, tapi aku nggak suka ya kamu dandan. Pakai lipstik aja."
" Iya bawel, cepetan ganti bajunya."
" Iya sek."
Selesai mas Nirwan berganti pakaian.
Waw ganteng banget si muka dingin kalau pakai batik, hehehe. Duh jadi makin jatuh hati sama mas mesum yang satu ini.
" Uluh - uluh ganteng banget sih mas kalau pake batik. Bikin tersepona deh."
" Terpesona sek."
" Kan saking terpesonanya jadi tersepona mas, hehehe."
" Bisa aja kamu. Bikin jatuh cinta ya?"
" Lah bukanya sebelum lihat kamu pakai batik aku sudah jatuh cinta ya."
" Ya udah ayok berangkat, apa mau menikmatinya dulu dikamar." Kata mas Nirwan dengan senyum genitnya, yang mempertandakan dia lagi mode mesum.
" Mulai deh mode mesumnya."
" Kan udah lama nggak dengar desahan kamu sek."
" Tauk ah, bodo amat. Mau jalan sekarang apa nanti, kalau nanti aku biar di jemput Adi."
" Eh mau coba - coba, coba aja kalau berani."
__ADS_1
" Berani aja, lha kenapa nggak berani?"
" Ya udah ayok berangkat."
" Em."
***
Tibalah di istana sederhana ku.
" Tunggu di sini bentar ya."
" Tunggu dikamar boleh nggak?"
" Nggak nanti macem - macem lagi."
" Janji nggak bakal aneh - aneh, cuma mau tiduran bentar di kasur kamu."
" Ya boleh, tapi awas kalau aneh - aneh."
" Nggak sek."
Rumah sepi karena simbah dan bude juga pasti sudah ke tempatnya mbak Yani, jadi aku berani membawa mas Nirwan masuk ke kamar dengan tenang.
" Lah kamu nggak mandi sek?"
" Udah tadi di warung, bangun langsung mandi. Tutup mata mas aku mau lepas baju."
" Lah kenapa harus tutup mata, udah sering lihat juga, udah dinikmati juga. Hehehe."
" Teserah kamu deh mas."
Aku malas debat sama mas Nirwan, dan ya lepas dan pakai baju aja di depan dia.
" Anggap aja nggak ada siapa - siapa sek."
Ya mana bisa, orang segede itu masa mau di anggep nggak ada, ah bodo amat lah, yang penting ganti baju dulu baru berangkat, bisa ketinggalan acara nanti.
Aku melihat dari kaca di depan ku mas Nirwan bangun hendak beranjak dari tempat tidur ku.
" Eh mau kemana, duduk nggak!!"
Aku tau pasti mas Nirwan mau ke arah ku dan melepas handuk yang aku kenakan.
" Bentar sek, mau liat bentar. Lihat kamu telanjang gitu, ah jadi nggak tahan."
Pagi ini aku benar - benar dibuat geram tingkah mas Nirwan yang lagi dalam mode mesum itu.
" Kan tadi akau udah bilang, tutup tu mata. Jadi gini kan, nggak usah aneh - aneh deh mas. Ini buru - buru, nanti acaranya keburu dimulai."
" Pegang doang bentar."
" Nggak !! keluar sana deh, kalau nggak bisa diem."
" Sek, ayolah, bentar."
" Oke, nanti ya, nggak sekarang."
" Kapan?"
" Nanti ya sayang, nanti, sekarang buru - buru. Pilih nanti atau nggak sama sekali?"
" Oke, nanti. Beneran nanti ya."
" Iya, tapi sekarang diem dulu."
Melihat mas Nirwan yang nurut itu lucu, pengen banget ketawa tapi aku tahan.
__ADS_1
Kemana muka dingin mu yang cool dulu itu sih mas, kok sekarang jadi lucu gini. Yah saat bersama ku memang muka dingin yang tanpa ekspresi itu hilang ntah kemana. Tapi kalau sama orang lain ya muka dia kembali dingin lagi. Aku senang sih mas, saat bersamaku kamu bisa menjadi kamu yang sebenarnya. Semoga hanya sama aku ya, nggak sama perempuan lain.
" Kamu mau pake baju itu sek?"
" Iya kan udah di pake."
" Lepas, ganti, itu terlalu ketat, bentuk tubuh mu kelihatan."
" Kan udah di pake mas."
" Ganti dek!"
" Oke, oke."
Aku pun ganti, memakai gamis yang agak longar.
" Katanya cuma lipstik doang, itu kenapa pake item - item di bulu mata, pake pink - pink pula di mata sama di pipi."
" Biar nggak pucet sayang."
" Hapus lah dek. Cepet!!"
" Ya ampun mas ribet banget sih."
" Ya udah, nggak jadi berangkat."
" Oke aku hapus."
Benar - benar ini anak bikin tambah ribet.
Pulang dengan mas Nirwan sepertinya bukan pilihan yang benar, aku malah pusing dibuatnya.
Saat keluar dari rumah ternyata sudah ada Adi yang menunggu kami diluar.
" Aih bu bos cantik banget sih." Celetuk Adi.
Mas Nirwan melotot menatap ku.
" Eh ini bukan salah ku loh. aku sudah pakai baju dan cuma pakai lipstik seperti yang kamu suruh. Salahin matanya Adi yang burem, masak udah dandan kaya emak - emak gini dibilang cantik." Bisik ku ke telinga mas Nirwan.
" Em." Jawab singkat mas Nirwan dengan ekspresi yang cemberut.
" Maksih Adi. Berangkat yuk, keburu mulai acaranya." Ajak ku.
" Tau gitu tadi nggak usah berangkat, bisa kan alasan sakit." Gerutu mas Nirwan di sepanjang jalan.
Aku hanya senyum - senyum sendiri mendengar mas Nirwan menggerutu. Bagiku lucu saja jika dia menggerutu seperti itu.
Aku tau mungkin dia kesal karena dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.
Aku hanya diam mendengarkan ocehan dia. Agar sedikit menenangkannya, aku memeluknya dari belakang.
Aku biarkan dia mengoceh semaunya untuk melampiaskan rasa kekesalannya.
Aku tidak menanggapinya karena takut malah akan menjadi perdebatan di antara kita.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Halo para pembaca setia ku.
😘😘😘
thanks untuk like nya.
Udah mampir ke novelku yang satunya belum?
yang belum jangan lupa mampir ya?
__ADS_1
yang sudah, terimakasih banyak.
tetap ku tunggu like nya.😘