
" Sek bangun, mau pulang nggak?"
Sayup - sayup aku mendengar suara mas Nirwan membangunkan ku.
Karena badanku terasa sangat lelah, dan rasa kantuk pun telah menguasai ku, aku tak begitu menghiraukan suara mas Nirwan yang membangunkan ku.
" Sek, "
" Em."
Aku tidak bangun, malah mengubah posisi ku membelakangi mas Nirwan.
Mas Nirwan berbaring di belakang ku, merangkul ku dari belakang sambil mencium i tengkuk dan pundak ku.
" Mas geli ih."
" Salah siapa nggak mau bangun dan malah menggoda ku."
" Siapa yang goda, mas geli ih aku masih ngantuk."
Mas nirwan tidak menghiraukan apa yang aku katakan, dia sibuk dengan aktifitasnya yang berhasil membakar gairah ku.
Aku pun membalas dan ikut larut dalam permainan nya.
Malam ini terjadilah hal yang seharusnya tidak terjadi. Mas Nirwan merenggut kesucian ku, bukan dengan paksaan melainkan karena aku juga yang meng 'IYA' kan.
Yah kesucian yang selama ini aku jaga dengan hati - hati, akhirnya terenggut karena tidak bisa menahan nafsu yang telah menguasai ku.
Karena sudah terbakar gairah, tidak mempedulikan dampak dari apa yang sudah terjadi. Ketika nafsu sudah berkuasa, yang ada hanyalah keinginan untuk mencapai kepuasan.
Apa kah aku menyesal?
Iya, karena nafsu aku kehilangan kesucian ku.
Tapi aku tidak menyalahkan dia, karena memang aku juga menyetujuinya.
Demi kepuasan aku korbankan kesucian.
__ADS_1
Aku menyerahkan kesucian ku karena aku mencintainya.
Tapi di balik itu ada rasa bersalah yang sangat luar biasa di baliknya.
Yah aku telah mengecewakan wanita yang paling aku sayang.
Aku telah mengecewakan laki - laki cinta pertamaku.
Aku juga telah menodai kepercayaan yang mereka berikan ke aku.
Malam ini aku tidak pulang ke tempat simbah, aku memutuskan menginap di tempat mas Nirwan.
" Sek mau pulang nggak?"
" Jam berapa mas?"
" Baru jam 8."
" Nggak lah mas, lagian juga takut ketahuan, ini masih sakit, nanti kalau jalan nya aneh malah ditanya - tanya."
" Nggak sakit banget sih, tapi kaya itu mu masih tertinggal, kaya ada yang mengganjal."
" Mau lagi nggak? hehehe."
" Nggak, masih sakit mas. Aku sudah kasih apa yang mas mau, apa mas masih mau ninggalin aku?"
" Kamu ngomong apa sih sek? siapa yang mau ninggalin kamu?"
" Mas janji ya mau nikahin aku?"
" Iya, mas janji."
" Tapi jangan lama - lama ya mas, perbuatan kita ini nggak baik, belum sepantasnya kita lakukan."
" Iya, aku usahakan ya sek."
" Aku merasa bersalah sama ibuk bapak mas, aku nggak bisa lama - lama bohong sama mereka."
__ADS_1
" Iya sek, aku bakal nikahin kamu tenang aja, aku usahakan secepatnya."
" Makasih mas."
Malam ini aku tidur dalam pelukan Mas Nirwan. Dengan rasa bersalah yang tak terkira.
Buk, pak maafin aku sudah mengecewakan kalian. Maaf aku sudah merusak kepercayaan kalian. Aku benar - benar nggak bisa menguasai diriku saat nafsu terus menuntut ku akan diriku yang inginkan kepuasan.
Sehingga aku melakukan hal yang seharusnya belum waktunya aku lakukan.
Bukan kalian yang tidak bisa mendidik ku, tapi aku lah yang tidak berbakti dan tak menepati janji ku pada kalian.
Maafkan aku buk, maaf aku nggak bisa jujur.
Aku akan menanggung akibat dari perbutan yang aku lakukan.
Mas Afif, kali ini aku sudah benar - benar akan pergi dari hidupmu.
Lihatlah aku tanpa mu, bahkan aku sendiri tidak mampu menjaga diriku.
Semoga kamu bahagia selalu, mendapatkan wanita yang bisa membahagiakan mu.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Assalamualaikum,
Hay, semuanya,, terimakasih untuk kalian yang masih setia dengan novelku ini.
Terimakasih karena mau membaca sampai bab ini.
Kisah ini sebagian aku ambil dari kisah ku, sebagian lagi bumbu agar bisa kalian nikmati.😅
Sekali lagi terimakasih yang sudah mau mampir🙏😘
Akan aku umumkan disini kalau aku sudah membuat karya baru lagi.
Jangan lupa mampir yah.😉
__ADS_1