
Mas Nirwan tidak membawaku pulang, melainkan membawaku kerumahnya.
" Loh kok kesini, kan aku mau pulang mas?"
" Nanti sek, nanti aku antar kamu pulang, aku tadi sudah bilang kan mau menebus kesalahanku."
" Apa hubungan nya coba? menebus kesalahan sama rumah kamu?"
" Makanya masuk dulu nanti kamu akan tau sendiri."
" Hem."
Aku pun mengikuti mas Nirwan masuk. Lalu aku duduk di sofa.
" Aku ambilkan minum dulu ya sek, pasti haus kan dari tadi belum minum?"
" Ya boleh deh."
Setelah mengambilkan minuman, mas Nirwan duduk disebelah ku dan menyenderkan kepala nya di pundak ku.
Nih anak ngapain sih, tumben manja banget gini.
" Mau ngomong apa bilang aja, nggak usah nempel - nempel gitu deh, mas tuh nggak cocok sok - sok an manja, horor tau nggak? bikin takut aja."
" Horor gimana?"
" Ya kaya bukan kamu gitu, aneh,"
" Dikira aku kesurupan kali ya."
" Ya habisnya tingkah nya gitu, ada apa sih mas?"
" Nggak ada apa - apa sek."
" Capek ya? salah siapa udah tau capek kerja mau pulang naik motor perjalanan jauh, malah minta yang aneh - aneh, jadi tambah capek kan?"
" Nggak capek sek, malahan kurang."
" Kurang apa nya?"
" Itu,"
" Itu apa sih mas?"
" Itu yang tadi. "
" Tadi apa? ngomong yang jelas nggak usah muter - muter, bikin pusing aja."
" Galak banget sih."
" Makanya ngomong yang jelas."
" Masih mau lagi, kaya yang tadi sebelum pulang."
" Hah!! Astaga mas pikirannya mesum mulu, kan tadi udah,"
Tangan mas Nirwan pun sudah menjelajah kemana - kemana, leherku pun sudah di ciumi olehnya.
" Sekali lagi sebentar saja sek, mau ya?"
" Aku capek mas."
" Kan yang gerak aku, kamu tinggal anteng tiduran aja, sisanya serahkan ke aku. Kali ini kamu pasti puas."
" Tapi mas,,"
" Tapi apa? toh juga ini bukan yang pertama kan, nggak usah takut. Kan aku udah janji mau tangung jawab."
Karena bujuk rayu serta iming - iming kenikmatan dunia di depan mata, aku pun mengiyakannya.
Tidak ada sejengkal pun dari tubuh ku yang luput dari sentuhan nya.
Mulai dari mulut, jari hingga miliknya yang bermain di bawah sana membuatku mencapai pelepasan hingga berkali - kali.
Mas Nirwan benar - benar menguras tenaga ku.
Setiap desahan ku membuatnya semakin bernafsu.
Kaki ku di buat lemas olehnya. Tubuh yang panas, membuat keringat membanjiri tubuh ku yang tanpa busana.
__ADS_1
" Emh, mas sudah,"
" Bentar lagi sayang, aku belum. Punya ku aja belum masuk."
" Tapi aku udah lemas."
Mulut serta lidah mas Nirwan sangat lihai bermain di bawah sana, membuat tak henti - henti nya desahan ku lolos begitu saja.
" Mas, ah udah nggak tahan."
" Ya jangan ditahan sayang,"
" Amhh , ahhh masss."
Untuk yang ntah ke berapa kalinya aku mencapai pelepasan.
" Sekarang giliran juniorku sek."
" Mas udahan ya?"
" Belum dong sayang, junior ku aja belum masuk. Nikmatin saja ya."
" Emh, mas"
" Iya sayang,"
" Pelan saja."
Yah aku memang sudah lelah, apa lagi habis perjalanan jauh tadi. Aku belum istirahat dengan benar.
Tetapi maas Nirwan malah menghujam nya semakin dalam dengan ritme yang cepat.
" Ah, mass jangan gitu, sakit."
" Tapi enak kan. Ah sst."
" Mass,"
Mas nirwan menutup mulutku dengan ciuman nya.
Tenaga ku benar - benar terkuras.
" Mas udah nggak tahan."
Itu karena nafsu kamu yang luar biasa mas. Dan aku jadi ketularan. Batinku.
" Uh hufhh,"
Nafasku masih ngos - ngosan. Mataku terpejam Aku hanya mendengarkan mas Nirwan ngoceh ntah bicara apa.
" Makasih sayang untuk malam ini." kata mas nirwan sambil mencium ku.
" Jangan cium - cium, nanti malah ingin lagi, aku udah capek."
Mas Nirwan pun tidur di sampingku.
Nafasnya juga terdengar ngos - ngosan.
Istirahat sejenak membuat ku lebih baik.
" Mas anterin aku balik."
Mas Nirwan tidak menjawab, malah memiringkan badannya dan mencium pipiku tangan nya pun sudah mulai berjelajah.
" Mas!! Udah jangan pegang - pegang, nanti malah ingin lagi."
" Melihatmu nggak pakai baju gini membuat gairah ku bangkit lagi dek, liat junior ku bangun lagi."
Benar saja, ternyata juniornya memang sudah bereaksi.
" Astaga mas, kamu nggak capek apa?"
" Janji sekali lagi udah, kasian junior ku sek. ya, bentar."
Walaupun kaki ku sudah lemas, tapi sentuhan demi sentuhan yang mas Nirwan lakukan juga berhasil membangkitkan lagi gairah ku.
Ini benar - benar gila sih.
" Tapi kaki ku udah lemas."
__ADS_1
" Eh kamu miring aja, terus nikmatin."
Mas Nirwan mengerjaiku sesukanya, Hingga dia mencapai pelepasan.
Karena merasa aku belum mencapai pelepasan, mas Nirwan bermain dibawah sana dengan mulutnya, yah dia tau, cara ini membuatku cepat mencapai pelepasan.
Setelah mengatur nafasku, segera aku memakai baju dan segera minta antar pulang, kalau nggak pulang, bisa - bisa semalaman aku dihajar mas Nirwan.
" Mas aku mau pulang,"
" Nggak nginep aja sayang?"
" Nggak aku mau pulang, soalnya kan mbak Yani tau aku pulang malam ini. Nanti kalau aku nggak pulang takut di tanya - tanya."
" Oh oke, nggak ke kamar mandi dulu?"
" Nggak nanti dirumah saja."
" Ya udah yuk berangkat."
" Papah tolong, susah jalan."
" Duh maafin mas ya sek, maaf mas kebablasan, soalnya tadi mas kira kamu mau nginap."
Mas Nirwan memapahku sampai dihalaman tempat motornya berada.
Setelah sampai dirumah, rumah sudah gelap. Simbah tidur tempat bude sepertinya.
Untung lah sudah pada tidur, jadi bisa di papah mas Nirwan sampai kamar.
" Udah bisa jalan belum sek."
" Belum, anterin sampai kamar."
" Siap sayang."
Mas Nirwan pun memapahku sampai ke kamar. Setelah istirahat sebentar barulah aku beranjak untuk membersihkan diri ke kamar mandi.
Gila sih mas Nirwan, aku nggak munafik, aku dibuat benar - benar puas malam ini.
Terselip di hati ada rasa senang karena puas sudah mendapatkan kenikmatan.
Yah mungkin karena nafsu ku juga besar, sama seperti mas Nirwan. Apa yang dilakukan mas Nirwan benar - benar membuatku puas.
Yah kalau sudah berzina mana ingat dosa, karena pikiran sudah di butakan dengan kenikmatan.
Setelah semuanya terjadi baru lah ada rasa bersalah dan penyesalan yang datang.
Jika nafsu sudah berkuasa, tak ada takutnya lagi dengan dosa.
Jika nggak ada iman, maka pikiran dan hati pasti mudah dikuasai dan di kendalikan nafsu setan.
Yah begitulah yang terjadi dengan ku.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Hay kamu yang masih stay,, terikamasih banyak 🙏😘🤗
Maaf ini bukan nya mencontohkan yang tidak baik.
Tapi cuma mau mengingatkan, semoga nggak ada yang kaya gitu ya, itu nggak baik.yakinlah pasti akan menyesal pada akhirnya.
Itu hanya kenikmatan sesaat yang lama - lama menyesatkan dan merugikan.
Buat para gadis, kalau ada laki - laki yang mampu menjaga kehormatan mu itu lebih baik. Yang tau batasan tidak akan meminta kehormatan mu sebelum dihalalkan.
Jangan mau dirasain sebelum di halalin, belum tentu loh habis kamu dirasain terus kamu dinikahin, lha kalau habis di rasain dan di mainin ujung - ujungnya ditinggal nikah ma yang lain, giman coba? apa lagi kalau sering di tiduri, janji - janji mau di nikahi, tapi setelah hamil malah ditinggal lari,siapa yang rugi?
" harus bisa jaga diri, jangan sampai jadi korban para cowo pemburu kenikmatan kalian."😄
kamu para cowok yang ganteng, kalau sayang ya dijaga, jangan dirusak ya. Jangan ditiduri sebelum dinikahi 🤣🤣🤣Apa lagi sudah di rasain terus ditinggalin, itu kejam.😅ya kalau udah nggak bisa nahan, udah ingin ya dihalalin.
Cewek itu lebih suka kepastian.
Iya nggak??😉
iya dong, masa enggak🤣🤣
Lebih suka di halalin dulu, apa di rasain dulu?
__ADS_1
Kalau aku lebih suka di halalin dulu, soalnya kalau dirasain dulu belum tentu di nikahin.🤣🤣🤣🤣
Lagi pandemi gini, jangan lupa jaga kesehatan. Kalau nggak ada urusan penting penting nggak usah keluar deh. Kaya aku aja rebahan sambil baca novel, dunia halu lebih seru🤣🤣