Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Season 2 ~ Malam tak terduga


__ADS_3

" Mas kamu dari mana?"


" Dari depan tadi, kenapa?"


" Kamu merokok lagi ya? badan mu bau."


" Nggak nduk, ya kan Adi merokok di samping ku, baunya nempel."


" Awas kalau bohong, ingat kamu udah janji nggak merokok lagi."


" Iya sek."


Mas Nirwan tidur di samping ku, ntah kenapa sekarang tangan ku yang usil, merayap kemana - kemana sampai membangunkan si junior.


" Eh dia bangun."


" Makanya tangan mu jangan kemana - kemana."


" Sengaja, biar si junior bangun."


" Tumben?"


" Nggak tau, kalau mau datang bulan pasti gini, kalau kepengen itu nggak bisa di kontrol."


" Owh."


" Mas?"


" Apa sek?"


" Mau,"


" Mau apa?"


" Mau itu."


" Itu apa?"


" Ya itu."


" Ya itu apa?"


" Tauk ah, sebel."


Setiap akan datang bulan pasti begini, gampang nafsuan, kalau nggak di iyakan tuh sakit hati banget, pengen nangis, sebel, pengen marah, kadang aku juga bingung dengan diri ku sendiri, kenapa jadi begini.


Aku tidur miring membelakangi mas Nirwan, mas Nirwan memeluk ku dari belakang, tangannya membelai punggungku dengan lembut.


" Ini sudah malem sek. Besuk kamu kerja kan? aku takut kamu besok kesiangan."


" Kan cuma sebentar!!"


" Oke, oke sayang dengan senang hati."


Mas Nirwan sudah memulai aksinya.


" Emh."


" Enak nggak?"


" Nggak!"


" Udah dong jangan ngambek,"


" Emh, pelan sakit mas, Ah."


Terjadilah perhelatan panas itu di atas ranjang, aku senang karena keinginanku terpenuhi. Seperti biasa aku puas dibuatnya.


" Mas udah, udah capek."


" Sebentar lagi ya."


" Emh, Ah."


Setelah selesai, aku membersihkan diri ke kamar mandi, dan kami tidur dengan pulas.


***


" Mbak nanti malem keluar yuk, jalan - jalan." Ajak Loli dari panggilan telepon.


Hari ini aku Libur, karena aku lagi malas banget kerja.


" Mau kemana Lol?"


" Ya kemana gitu, penting keluar jalan - jalan."

__ADS_1


" Oke, eh Isnan kirim makanan lagi nggak?"


" Iya mbak. Nih aku lagi makan."


" Udah seminggu lebih loh dia tiap hari kirim makanan terus, aku jadi nggak enak Lol."


" Mbak coba bicara sama dia."


" Besok deh kalau dia nggak sibuk, aku akan bicara sama dia."


" Kalau Loli sih seneng - seneng aja dapat makanan gratis hehehe."


" Tapi aku yang nggak enak Lol, slalu merasa bersalah."


" Sebenarnya bukan salah mbak juga sih, dianya aja yang rajin kirim makanan."


" Takutnya aku dikira memberi harapan Lol, karena makanan nya kita selalu terima."


" Ya namanya juga rejeki mbak, kan nggak boleh ditolak."


" Kalau yang beginian beda Lol."


" Terserah mbak aja deh, nanti malem aku jemput ya?"


" Aku tanya dulu sama suamiku ya, nanti kalau boleh aku kabarin kamu."


" Oke mbak, aku tunggu ya."


" Iya, kerja yang bener jangan pacaran mulu."


" Namanya juga lagi kasmaran, awasin Adi ya mbak, kasih tau aku kalau dia genit sama pelanggan cewek."


" Iya Lol, lagian dia nggak mungkin seberani itu."


" Ya udah assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Aku segera ke depan mencari mas Nirwan, aku mau minta izin mau keluar malam ini dengan Loli, mas Nirwan memberikan izin tapi dengan syarat tidak boleh pulang sampai malam.


***


Loli membawaku ke sebuah taman yang sangat ramai.


" Duduk disini saja ya mbak?"


" Nonton orang lewat, hahaha."


" Dasar kamu."


" Ya keluar sekali - kali mbak, biar nggak kerja terus kan bosen."


" Iya sih."


Iya ya, sudah lama aku nggak jalan - jalan begini dengan mas Nirwan, pengen banget keluar jalan - jalan begini berdua saja dengan mas Nirwan, aku jadi rindu masa - masa pacaran dulu.


" Eh si mbak, malah ngelamun."


" Nggak Lol."


" Terus kenapa dari tadi di panggil nggak nyaut."


" Emang kamu manggil? berarti aku nggak denger."


" Ya karena mbak melamun."


" Cari makanan yu, aku pengen cilok, kayaknya enak deh, terus yang pedes."


" Tuh mbak di sana ada!"


" Ke sana yuk beli."


" Yuk."


Eh kok aku ke inget Isnan ya.


" Em cilok nya enak Lol."


" Iya mbak Loli juga suka."


" Pedesnya kerasa."


" Eh mbak, mbak, liat tuh di sana!"


" Ada apa sih Lol?"

__ADS_1


" Itu mbak liat nggak? lelaki yang sama cewek seksi itu?"


" Yang mana?"


" Itu, yang pakai mini dress biru pahanya ada tato."


" Oh itu, cantik ya dia."


" Eh mbak, bukan cantiknya tapi lihat cowok yang disebelahnya."


" Itu kok kaya aku kenal ya?"


" Nah loh, hayo siapa tebak?"


" Itu bukanya Isnan ya Lol?"


" Memang iya."


Seperti biasa dia masih memakai kemejanya, digulung lengannya, dan kancing depan yang atas dibuka. Tampilan yang membuatku terpesona.


Melihat ia ngobrol dengan bahagia dan lengan satunya merangkul pinggang cewek itu dengan mesra.


Jujur ada sedikit rasa cemburu yang hadir di hati ku, tak bisa aku pungkiri, namun sekuat tenaga akau tepis.


" Dia sama siapa ya mbak? apa dia sudah punya pacar baru?"


" Mungkin saja, aku senang kalau memang dia sudah bertemu dengan orang yang dia suka."


" Tapi lihat deh mbak, itu ceweknya merokok, kok mas Isnan bisa suka ya sama cewek yang merokok."


" Ya mungkin dia punya alasan tersendiri Lol."


" Tapi masak iya sih mbak, kok aku nggak yakin ya mbak dia cewek yang baik buat mas Isnan."


" Dari pakaiannya saja sudah terbuka begitu. Eh dia pergi, ikutin yuk mbak."


" Males lah Lol."


" Tapi Loli penasaran dia mau kemana, yuk lah mbak temenin Loli, keburu dia jauh."


" Ya udah yuk oke, aku juga takut kamu kenapa - napa."


Loli melajukan motornya mengikuti mobil Isnan.


" Ini mau kemana sih mbak mas Isnan, kenapa masuk ke gang sepi kayak gini?"


" Ya mana ku tau."


" Ini bukan jalan ke rumahnya mas Isnan kan mbak?"


" Ya bukan lah Lol."


Isnan berhenti di depan salah satu bangunan, dia keluar bersama wanita itu dengan pelukan mesra nya. Isnan masuk ke dalam bersama wanita itu.


" Itu tempat apa ya mbak?"


" Nggak tau Lol."


" Aku jadi penasaran. Masuk yuk?"


" Eh jangan gila lah Lol, kita kan nggak tau itu tempat apa, kalau tempat yang berbahaya gimana, pulang aja yuk, ini sudah malam juga, takut mas Nirwan marah."


" Tapi aku penasaran mbak,"


" Tuh ada orang yang keluar, kita tanya dia saja."


" Oh mbak benar juga, mbak tunggu disini biar aku saja yang tanya."


" Oke, jangan lama - lama ya, hati - hati."


" Iya mbak."


Aku menunggu Loli di motor di seberang bangunan itu hingga Loli kembali.


" Katanya tempat itu tempat karaoke mbak."


" Oh."


" Tapi sepertinya karaoke yang ada plus - plusnya deh mbak, soal nya masnya tadi bau alkohol."


" Kemungkinan iya, soalnya tempatnya tersembunyi begini."


" Kok mas Isnan mainnya ketempat kaya gini sih mbak?"


" Ya mungkin ada urusan, udah lah itu kan urusan dia, nggak usah ikut campur, kita balik saja."

__ADS_1


" Ya Loli masih nggak nyangka aja mbak."


" Udah, nggak usah dipikirin."


__ADS_2