
Nomor baru
" Assalamu'alaikum, " salam ku. Lalu masuk rumah dengan langkah gontai. Lelah terasa, berjalan jauh dari sekolah ke rumah, dibawah terik matahari. Sungguh menguras tenaga.
" Waalaikumsalam, eh sudah pulang nduk. capek ya? cepetan ganti baju terus makan. "
" Capek banget buk, panas juga. Ya udah aku ganti baju dulu. "
Selesai berganti pakaian, aku langsung mengendong adek yang kebetulan baru bangun tidur. Senyumnya dia itu udah kaya obat paling ampuh, penawar segala rasa lelah, dan rasa pusing karena berbagai pelajaran yang sulit serta masalah lain disekolah.
Kuciumi seluruh wajah nya dengan gemas, tapi dia malah tertawa kegelian itu membuatku semakin gemas.
" Halo jagoannya aku. Gimana tadi nakal nggak sama ibuk? Uhh mbak udah kangen banget sama kamu. Padahal cuma selama aku sekolah. Tapi aku sudah kangen, pengen cepat - cepat pulang. Disekolah terasa lama banget " Sambil ku pangku adek di depan rumah. Aku mengajaknya ngobrol.
Sebenarnya mbak malas sekolah dek. Pengennya dirumah aja sama kamu. Dibully di sekolah membuatku malas ke sekolah. Cepet gede ya jagoan ku, biar besok kalau mbak dibully ada kamu yang jagain mbak. Ada kamu yang membela aku.
" Nggak makan dulu nduk? nggak capek apa kok langsung menggendong adek? "
" Nggak buk. Malahan capek ku hilang kalau sudah bermain sama dia. Disekolah tuh kalau inget si adek langsung semangat, pengen cepet pulang. Suka kangen juga sih, "
" Ya sudah makan dulu sana, itu ponsel kamu udah bunyi terus dari tadi. Sini adek biar sama ibuk dulu. Mau di kasih ASI juga. "
" Adek bentar ya, mbak mau makan dulu. Kamu juga makan dulu ya sama ibuk. Nanti kita main lagi, oke? jangan nangis ya? uhhh anak pinter. "
Seoalah dia mengerti ucapkan ku. Dia tersenyum dengan mata yang masih menatap ku.
Aku segera bergegas mengambil ponsel, menghabiskan makanan ku, agar aku bisa bermain dengan si kecilku lagi.
📩 Mz Afif
Hay mbak pacar, udah pulang sekolah belum?
Tahun ini memang mas Afif sudah lulus SMA, tapi dia nggak mau kuliah. Dia lebih milih cari kerja. Tapi belum dapat pekerjaan.
📨 Aku
Sudah mas, dihh seneng ya jadi mas pacar, nggak sekolah lagi. Nggak pusing ngitung rumus lagi. Nggak pusing mikirin pelajaran, nggak perlu bangun pagi lagi, Hehehehe.
📩 Mz afif
Iya dek, bisa bangun siang. Hahaha, tapi sekarang gantian pusing cari kerja dek.
📨 Aku
Baru juga kemarin lulus, udah pusing aja mikirin kerja. Ijazah aja belum diambil. Dirumah dulu aja mas, yah ngebantuin bapak ibuk dulu, sambil nunggu ijazah nya.
📩Mz Afif
Hehehe iya dek. Tapi malah bingung dirumah mau ngapain. Bantu - bantu dirumah gak ada yang ngasih gaji. Mana diomelin ibuk mulu. Hahaha
__ADS_1
📨Aku
Iya juga ya. Ya dinikmati aja mas.Hehehe. Makanya jangan bandel, nurut lah sama ibuk, biar ibuk nggak ngomel. Sudah dulu ya mas? ntar malam tak telpon lagi. Ini sekarang mau jagain adek dulu.
Setelah disini, semuanya mulai berubah. Aku jadi jarang telponan sama mas Afif lagi. Kalau siang sepulang sekolah udah full jagain adek sama bantu - bantu ibuk. Malemnya nggak bisa telponan lama karena bapak marah kalau aku telponan terus. Beruntungnya aku, mas Afif tau dan nggak pernah mempermasalahkan hal itu. Itu membuat ku senang.
Lalu aku membuka pesan satu lagi dari nomor baru. Intinya sih minta kenalan.
📩+0812*******
Assalamualaikum,
Lagi apa Yu?
*Nomor baru, nomor siapa ini ya?
📨*Aku
Wa'alaikumsam.
Maaf ini siapa ya?
📩+0812********
Aku adik kelas mu.
📨Aku
📩+0812********
Dari teman sekelas mu, Rudi.
Ternyata dia adik kelas ku di sekolahan. Dia dapat nomor hp ku dari cak rudi. Ntah lah kok bisa nomor hp ku di kasihin ke orang.
Ini cak rudi gimana sih, nomor ku di kasih kasihin ke orang. Mana nggak bilang bilang dulu lagi ke aku. Wah ini cak rudi memang benar - benar bikin bete aja, telpon aja ah, kayaknya dia perlu diomelin nih.
" Halo, assalamu'alaikum."
" Waalaikumsalam, ada apa nduk? "
" Cak nomorku kamu kasih ke siapa? "
" Lah, aku gak tau nduk,"
" ih nggak usah bohong, gak usah pura - pura lupa deh. Tadi ada nomor baru sms, katanya dapat nomor aku dari kamu. "
" Oh itu, iya aku ingat. Kamu tau cowok teman sebangku aku kan? "
" Iya tau, tapi lupa namanya. "
__ADS_1
" Namanya Tofa nduk. Hah si nomor baru itu, temanya Tofa. Dan dia nyuruh si Tofa buat mintain nomor kamu ke aku. "
" Terus si nomor baru namanya siapa? "
" Iya nggak tau. Lha emang kamu belum nanya? "
" Belum lah. Aku malas ngeladenin nomor baru. "
" Ya udah coba nanti kamu tanya aja, kali aja dia mau temenan."
" Iya nanti kalau nggak malas. Ya sudah cak aku cuma mau nanya itu. Assalamualaikum, "
" waalaikumsalam ".
Aku tidak terlalu peduli dengan si nomor baru. Males juga nanya - nanya. Paling juga cuma iseng. Karena ada beberapa cowok juga dari kelas lain yang modus nanya - nanya nomor aku. Tapi aku abaikan aku tau mereka cuma iseng. Lagian aku juga cuma ingin sekolah dengan tenang.
Beberapa hari sudah berlalu.
Si nomor baru masih terus mengirim pesan padaku. Kadang aku balas kadang juga nggak. Walaupun sudah sering kali aku abaikan dia masih tetep aja mengirim pesan.
Akhirnya kegigihan dan perhatiannya membuatku luluh.
Aku pun sering bertukar pesan dengannya.
Dia bernama Randi.
Seiring berjalannya waktu, kita semakin dekat.
Itu membuat hubungan ku dengan mas Afif menjadi renggang.
Walaupun aku dekat sama Randi kita tidak pacaran. Dia berulang kali menyatakan cinta tapi berulang kali juga aku menolaknya.
Aku masih berstatus pacarnya mas Afif.
Aku masih ingat betul akan status itu.
Tapi nggak tau kenapa aku tidak bisa menolak kehadiran Randi, padahal aku tau itu akan membuat mas Afif sakit hati.
Kesepian, Rasa rindu tidak bisa bertemu, membuatku mencari sandaran baru.
Ini bukan sebuah kekhilafan, karena ini aku lakukan dengan kesadaran.
Aku tau ini kesalahan, tapi tetap aku lakukan.
Meskipun hanya sekedar telponan dan bertukar pesan itu membuatku mengabaikan pesan dan panggilan dari mas Afif.
Saat disekolah juga kita tidak pernah ngobrol, paling juga nggak sengaja berpapasan atau saat jam istirahat, Randi sengaja mencari ku tapi hannya mencuri pandang dari jarak jauh. Senyuman ku adalah balasan saat dia dari jauh melihatku.
Aku tidak seberani itu terang - terangan ngobrol dengan Randi di sekolah, sebenarnya banyak banget yang pacaran di sekolahan saat jam istirahat. Tapi aku tidak seberani itu.
__ADS_1