Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 62


__ADS_3

...Apel...


Kali ini aku pulang beda dari biasanya, Sabtu sore aku dan mbak Yani baru sampai dirumah.


" Nggak mampir dulu mbak?"


" Nggak, mau langsung pulang, mau tidur, hehehe."


" Tidur disini bisa kali mbak."


" Lebih enak dirumah, hehehe. Ya udah aku pulang dulu."


" Ya mbak, hati - hati dijalan."


Duh kok pegel banget ya pinggang ku, perutku juga sakit banget. kenapa lagi ini, kecapekan kali ya. Mandi dulu ah, terus tiduran kali aja habis dibawa tidur terus enakan.


Habis mandi aku langsung tidur karena perutku terasa semakin sakit.


Perut yang terasa semakin sakit tidak bisa membuat ku tidur dengan nyenyak.


Perutku sakit banget, malah makin sakit lagi.


Ponsel ku berbunyi tanda ada panggilan masuk.


Ha m**as Nirwan? ngapain dia telpon? biasanya kirim pesan dulu kalau mau nelpon. angkat dulu aja deh kali penting.


" Halo assalamualaikum."


" Waalaikumsalam dek, dirumah nggak dek? aku sudah di depan pintu rumah mu."


Astaga aku lupa, kan dia bilang kalau malam minggu mau main ke rumah. Mana penampilan aku masih acak - acak kan gini lagi. Ah bodo amat lah.


Yah memang kalau dirumah aku selalu memakai hot pant dan kaos aja, itu membuatku nyaman.


" Ada kok mas, ya tunggu dulu aku bukain pintunya."


Aku memutuskan panggilan lalu bergegas membukakan pintu, sambil berjalan aku mengikat asal rambutku agar tidak berantakan.


Saat aku membuka pintu sudah ada Adi dan mas Nirwan yang menunggu di teras.


" Mari masuk mas, udah nunggu dari tadi ya?"


" Belum kok," Jawab Adi.


" Lha nggak ngabarin dulu kalau mau kesini?"


" Katanya kemarin waktu telpon udah bilang kalau mau kesini." jawab mas Adi.


" Maaf aku lupa, hehehe. Ya sudah tunggu sebentar, duduk dulu."


Aku pergi ke dapur membuatkan kopi untuk mereka.


" Nih diminum kopinya."


" Makasih Yu, susu nya nggak ada?" tanya Adi.


" Ada no di belakang susu kambing, kebetulan kemarin habis lahiran kambingnya simbah, Hahaha." Jawab ku yang membuat Adi ketawa, dan mas Nirwan hanya tersenyum.


Baru kali ini lihat mas Nirwan dari dekat, mukanya kaya datar terus kelihatan kalem.Tapi ternyata kalau tersenyum bikin meleleh. Manis banget.


Tinggi, kulitnya kuning langsat, Rahang nya, matanya, alisnya yang tebal jadi kelihatan dingin banget orang nya. Tapi itu bikin so coll abis sih. Apa lagi liat bibirnya yang pink gimana gitu, jadi pengen gigit hehehe. Bibir nya bagusan punya dia dari pada aku, bibir ku kalau nggak pake lipstik pucat, hahaha.


" Nggak usah repot - repot dek," kata mas Nirwan.


Akhirnya dia bicara juga, kalau ditelpon ngobrolnya biasa. Tapi kalau ketemu kok lebih pendiam ya.


" Nggak repot kok mas, maaf seadanya ya, ada nya cuma ini."


" Nggak papa ini udah cukup kok."


" Yu muka kamu kok pucat banget, kamu sakit?" tanya Adi.

__ADS_1


" Nggak kok Di, cuma perutku agak sakit aja."


" Tapi muka kamu pucat banget, kamu beneran nggak papa?"


" Iya nggak papa Di."


Sebenarnya perutku sakit banget, Tapi ada tamu masak iya mau di usir sih, kan nggak mungkin.


" Yu aku pamit, keluar sebentar?"


" Mau kemana Di?"


" Mau beli rokok dulu."


" Oke."


Adi pun pergi dan tinggal lah aku berdua dengan mas Nirwan.


Aku bingung mau ngomong apa, dari tadi mas nirwan hanya diam dan sibuk dengan ponsel nya.


" Chat an sama siapa sih mas?" tanya ku mengawali obrolan.


" Cuma sama temen. Pada mau main ke rumah."


" Oh. Ini kan malam Minggu, mas nggak ngapel ke rumah pacar?"


" Nggak punya pacar."


" Masa sih?"


" Tanya aja Adi kalau nggak percaya."


" Ya kalian kan temen, bisa aja kan kompromi bohong nya."


" Nggak ya dek. Pacar kamu nggak ngapel?"


" Kan sekarang lagi di apelin, hahaha."


" Nggak punya pacar mas, hehehe. Nggak ada yang mau mas."


" Masa sih?"


" Iya, hehehe."


Aduh perutku tambah sakit banget.


Badan ku sampai berkeringat karena menahan rasa sakit.


" Dek kamu nggak papa?"


" Gak papa mas,"


" Ke dokter aja ya?"


" Nggak usah mas."


Aku dikagetkan dengan kedatangan Adi yang tiba - tiba tanpa salam terlebih dahulu. Adi datang dengan membawa kantong plastik.


" Lama banget sih Di? disuruh beli kaya gitu aja lama banget!" Tanya mas Nirwan.


" Tadi antri banyak banget bro," jawab Adi.


" Nih buat kamu." Kata Adi sambil menyerahkan bungkusan plastik kepada ku.


" Apa nih?" tanyaku.


" Nasi, tadi Irwan yang suruh beli nasi sama obat." Jawab Adi.


" Makasih Di, makasih juga mas, maaf jadi ngrepotin."


" Ya udah cepetan dimakan terus diminum obatnya." Suruh mas Nirwan.

__ADS_1


" Nanti aja mas,"


" Sekarang! kalau nggak kita ke dokter."


" Ya udah iya aku makan."


Aku canggung banget karena harus makan di hadapan mereka. Mas Nirwan memastikan bahwa aku makan dengan benar. Selesai makan lalu mas Nirwan menyodorkan obat dan menyuruhku meminumnya.


" Ya udah, kita pulang dulu, kamu harus istirahat."


" Ya mas, makasih ya dan maaf jadi ngrepotin."


" Nggak ngrepotin kok. Ya udah Assalamualaikum."


" Waalaikum salam."


" Semoga lekas sembuh ya Yu." Kata Adi.


" Iya makasih."


Setelah mereka pergi aku langsung kembali ke kamar dan merebahkan tubuhku di kasur.


Ternyata perhatian juga mas Nirwan. Ya walaupun agak pendiam tapi baik, ganteng lagi. Hehehe.


Mungkin karena efek obat yang tadi aku minum, aku merasa sangat mengantuk.


Tidak butuh waktu lama, aku pun langsung tertidur.


***


Aku terbangun karena mendengar ponsel ku terus berbunyi.


Kulihat jam di dinding menunjukan pukul 22.00.


Siapa sih yang nelpon, berisik banget.


Masih dalam kondisi ngantuk berat, tanpa aku lihat dulu siapa yang menelpon aku langsung menjawabnya saja.


" Assalamualaikum,"


" Waalaikum salam dek. Udah tidur?"


" Oh mas Nirwan, iya mas ada apa?"


Ternyata yang menelpon adalah mas Irwan.Tapi aku lebih suka memanggilnya mas Nirwan.


" Giman udah baikan belum dek? perutnya masih sakit?"


" Udah nggak sakit kok mas, ini udah baikan."


Memang habis minum obat tadi, perut ku sudah tidak sakit lagi.


" Kalau belum kita ke dokter."


" Udah nggak sakit kok mas, beneran."


" Ya sudah kalau gitu, maaf ganggu tidurmu."


" Iya nggak papa mas, mas lagi apa?"


" Masih nongkrong sama anak - anak, ya udah balik tidur lagi, udah malem juga, biar cepet sembuh."


" Ya mas, makasih ya. Kamu juga jangan malem - malem pulangnya."


" Iya."


" Ya udah assalamualaikum."


" Waalaikum salam."


Ternyata mas Nirwan menelpon cuma mau memastikan bahwa aku sudah baik - baik saja.

__ADS_1


Kesel sih lagi enak - enak tidur di bangunin. Tapi ya seneng juga karena ada yang perhatian. Semoga perhatianmu ini tulus ya mas. Tidak ada maksud lain di dalamnya.


__ADS_2