
**Bertemu**
Semalam tidak bisa tidur dengan nyenyak, sering terbangun melihat jam. Entah kenapa semalam itu terasa malam yang terpanjang, sudah bangun beberapa kali tapi tidak kunjung pagi.
Akhirnya pagi - pagi sekali aku sudah terbangun, membantu simbah membuat sarapan lalu membersihkan diri.
Duh kalau pinjam motor mbak Yani mesti jalan kerumahnya. Jauh banget lagi, nyampe di sana pasti sudah kecapekan. Aku pinjam motor bude sajalah yang dekat mudah - mudahan motornya nggak lagi dipakai.
Aku mencari keberadaan bude di rumah sebelah, untuk meminjam motor dan memastikan motornya tidak dipakai.
Hari ini keberuntungan seakan mendukung ku. Yah motor bude seharian ini nggak dipake jadi bisa aku bawa. Bisa dibawa tanpa khawatir kalau pulangnya agak lama.
Setelah mendapat pinjaman motor, barulah aku memberi kabar mas Afif.
*Kirim pesan ke mbak Yani dulu lah ngabarin kalau nggak jadi pinjam motor dia. Nanti dia nunggu - nunggu lagi.
📨*Aku
Mbak aku nggak jadi pinjam motor ya. Aku pakai motor bude. Tapi kalau mbak mau ikut ya pakai motor mbak aja.
📩Mbak Yani
Ngapain aku ikut? yang ada aku jadi obat nyamuk. Lagian kalau ada aku kalian malah nggak bisa ngobrol dengan bebas.
📨Aku
Doa kan sukses ya mbak 😉
📩Mbak Yani
Iya, asal jangan nangis - nangis aja nanti pulang dari situ.
📨Aku
😁jangan gitu geh mbak, mudah - mudahan nggak.
📩Mbak Yani
Iya iya. Semoga lancar ya.
📨Aku
Thanks mbak, kamu memang yang terbaik😘
Setelah mengirim pesan ke mbak Yani, Lalu aku menelpon mas Afif.
Telpon nya tersambung tapi tidak diangkat.
Mas Afif kemana ya? kok nggak di angkat, dia bukan sengaja mau menghindar kan? ah itu nggak mungkin, dia bukan orang yang seperti itu. mikir yang positif aja mungkin dia lagi sibuk. Aku kirim pesan aja lah.
Jujur aku sangat takut. Takut bahwa memang mas Afif tidak mau bertemu dengan ku. Biarpun sudah aku tepis pikiran itu, tidak bisa aku pungkiri ketakutan akal hal itu masih saja ada.
📨Aku
Mas jadi ketemu kan? Aku berangkat duluan ya. Nanti kalau sudah sampai aku kabarin.
__ADS_1
Aku pun segera berangkat. Dengan celana jeans biru, kaos abu - abu, jaket merah tak lupa pula pasmina merah. Yah kali ini aku memutuskan memakai hijab biar terlihat lebih sopan.
Ku kendarai motor matic merah punya bude dengan laju sedang. Aku berhenti disalah satu warung untuk membeli buah tangan.
Akhirnya aku sampai ditempat tujuan.
*Akhirnya, tempatnya masih sama seperti terakhir aku bertemu dengan nya dulu. Hanya sekarang pepohonan nya lebih rindang jadi terasa sejuk. Aku tunggu mas Afif disini saja, sejuk nggak panas.
📨*Aku
Mas aku sudah nyampe.
Mas kamu akan datang kan? kamu bakal nemuin aku kan? plis mas jangan bikin aku kecewa, aku hanya merindukan mu dan ingin bertemu. Aku hanya ingin melihatmu.
Saat tengah asik melamun dengan pikiran yang meracau tak karuan. Dari hadapan ku sejauh mata memandang, dari kejauhan aku melihat laki - laki jalan ke arah ku.
Laki - laki tampan nan mempesona. Hatiku berdegup tak beraturan, sama persis seperti awal bertemu dulu.
Bahagia, terharu, gugup, begitulah yang aku rasakan. Entah kenap aku jadi gugup seperti ini.
Saat laki - laki itu sudah berdiri dihadapan ku, aku bingung mau ngomong apa, aku terharu. Aku ingin memeluknya, aku ingin menangis diperlukannya seperti dulu. Tapi aku sadar diri bahwa saat ini aku bukan siapa-siapa.
" Hay, apa kabar dek,"
" Em sehat Alhamdulillah, mas sendiri bagaimana? kok kurusan sekarang?"
" Iya biasa lah, namanya juga anak kos an. Makannya irit. Hehehe. Sudah nunggu dari tadi ya?"
" Belum kok mas, baru nyampe juga."
Aku seperti kehabisan kata - kata. Aku benar - benar bingung mau ngomong apa.
Biarpun tidak bisa memelukmu, tapi aku sudah bahagia hanya dengan melihatmu berdiri di depan ku.
Akhirnya aku bisa bertemu denganmu.
" Dek?"
" Eh iya mas."
" Apa ada yang aneh di wajahku, kok segitu banget melihatnya."
" nggak kok mas, cuma aku seneng aja setelah beberapa tahun akhirnya aku bisa bertemu dengan mu lagi."
" Iya ya, sudah lama banget kita nggak ketemu. Kamu juga cantik kalau pakai hijab. Kurusan ya sekarang?"
" Nggak juga mas. Masih gemuk gini kok. Kabar ibuk gimana mas?"
" Sehat alhamdulillah."
" yah syukur deh kalau gitu. Mas kenapa udah balik?"
" Kontraknya nggak diperpanjang lagi dek?"
" Kok bisa?"
__ADS_1
" Karena absen ku jelek, sering nggak masuk."
" Pasti karena bangunnya kesiangan ya? hahaha,"
" Iya, hahahaha."
" Makanya jangan suka begadang mas."
" Kalau lagi sama temen jadi lupa waktu."
" Berarti udah nggak balik ke sana lagi dong?"
" Nggak, nanti cari kerjaan disini saja."
" Yah bagus deh, jadi bisa ketemu lagi."
Kata - kata aku yang terakhir tidak bisa dijawab nya. Itu membuat ku semakin yakin bahwa memang aku sudah tidak dihatinya.
Ngobrol dari tadi juga berbeda, tidak ada kehangatan seperti dulu.
Jujur saja hatiku sangat sakit. Orang yang selama ini sangat aku cintai dan ku rindukan sepertinya memang sudah melupakan rasa yang dulu pernah ada.
" Oh iya dek, udah siang aku mau bantuin bapak."
" Iya mas. Sudah semakin panas juga. Makasih sudah menyempatkan diri bertemu denganku. Ini nitip buat ibuk ya."
" Nggak usah repot - repot dek."
" Nggak kok mas."
" Makasih dek. Ya udah aku duluan ya."
" Iya mas."
Tak mampu aku melihatnya pergi menjauh. Aku pun juga langsung menghidupkan mesin motor dan melajukan kendaraan ku.
Aku tidak pulang, aku menuju ke rumah mbak Yani. Hanya dia yang tau kisah ku dari awal dengan mas Afif, jadi nasehat dan pendapat dia nanti mungkin bisa meredam rasa kecewa dan sakit hati ku ini.
Ini salah ku mas.
Karena hingga detik ini aku masih mencintaimu.
Aku masih mengharapkan dirimu.
Meskipun sudah lama aku mempersiapkan hati ku untuk hal ini, untuk kejadian hari ini, tapi kenapa masih tetap saja hati sesakit ku sesakit ini.
Aku tidak menyalahkan mu,
ini salahku yang tidak kuasa membunuh perasaan ku untuk mu. Sehingga terus tumbuh, membuat ku semakin berharap kepada harapan yang sia - sia.
Sakit ini sungguh luar biasa.
Lagi - lagi aku dilumpuhkan oleh kenyataan.
Kenyataan yang tidak seindah apa yang aku harapkan.
__ADS_1
Setelah bertemu dengannya seolah rasa sakit ku menjadi nyata. Kenyataan bahwa kita tidak lagi bisa bersama, itu adalah fakta yang membuat ku sakit luar biasa.
Entah ini rencana tuhan, atau akibat dari kesalahan yang dulu pernah aku lakukan.