Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 48


__ADS_3

 


**Move On lagi**


 


Pada awalnya tujuanku sampai ke Negeri seberang hanya untuk bertemu dirinya.


Saat tau kenyataan tidak sesuai dengan yang aku inginkan, aku menjadi ragu, antara pulang atau terus mencari uang.


Semangatku benar benar hilang.


Ku pejamkan mata, membiarkan air mata mengalir semaunya.


Rasa sakit luar biasa, yang tidak bisa dijelaskan dengan kata - kata.


Aku mengenang kembali masa - masa indah saat bersamanya.


Masih terasa betapa aku dulu sangat bahagia.


Saat cahaya harapanku meredup. Hadirlah sosok ibuk didalam ingatanku.


Aku hampir melupakan dirinya, dan menyerah dengan semua ini. Aku lupa bahwa aku masih harus berjuang untuk membahagiakannya. Aku memutuskan menelpon ibuk.


" Assalamu'alaikum buk. "


" Wa'alaikumsalam. Ada apa nduk kok tumben malam - malam telpon, nggak ada apa - apa kan? "


" Nggak ada apa - apa kok buk.Buk Ayu ganggu nggak? "


" Nggak nduk. Ibuk juga belum bisa tidur. Ada apa ceritakan lah nduk?"


" Benar kata ibuk, nggak seharusnya aku berharap banyak. Dia sudah milik orang lain buk sekarang."


" Kamu sudah yakin, atau mungkin cuma salah faham saja?"


" Sayang nya kali ini benar buk, aku memastikan nya lewat mas Bima."


" Pasti berat ya nduk? apa kamu mau pulang saja?"


" Nggak buk. Aku belum bisa pulang sekarang."


" Apa kamu masih ingin mencarinya? "

__ADS_1


" Tidak juga buk. Aku akan tetap disini mencari uang untuk membeli kebutuhanku. Aku juga mesti nabung untuk pulang ke tempat simbah."


" Kamu harus kuat. Ini memang menyakitkan. Mungkin memang takdir tak mengizinkanmu bersamanya. Mungkin juga dia bukan jodohmu. Ikhlaskan lah nak, dengan begitu ibuk yakin kamu akan menemukan orang yang mencintaimu."


" Tapi aku mencintainya buk. Aku merindukannya, apa aku bisa melupakannya buk?"


" Memang tidak mudah melupakan perasaanmu. Mengingat apa yang sudah kalian berdua lalui. Kalian bersama juga tidak sebentar. Berusahalah untuk


mengikhlaskannya nak, pasti kamu bisa."


" Doakan agar Ayu bisa ya buk.


" Selalu nak, ibuk selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan Percayalah dengan apa yang sudah Tuhan rencanakan, akan ada saat nya nanti kamu bahagia dengan laki - laki yang kamu cintai, meskipun bukan dirinya. Berhentilah berharap padanya nak, harapanmu selalu berakhir menyakitimu. Ibuk tidak tega kamu begini. Ibuk berharap kamu bahagia. Ikhlaskan dan lupakanlah nak."


" Terimakasih buk. Untuk melupakannya Ayu tidak akan bisa buk. Untuk mengikhlaskannya aku akan berusaha. Memang dari awal kesalahan ada padaku buk, jadi jika aku harus kehilangan dirinya adalah hukumanku, aku akan menerimanya. Mungkin juga aku tidak pantas untuknya karena aku selalu menyakitinya. Biarlah dia mendapatkan kebahagian yang selama ini belum mampu aku berikan. Meskipun itu artinya aku harus mengikhlaskannya. Aku kan pelan - pelan berusaha buk. Aku sangat merindukanmu buk."


" Ibuk tau ini sangat sulit, tapi ibuk yakin kamu bisa. Sudah malam istirahatlah nak."


" Iya buk."


" Jangan terlalu dipikirkan nanti kamu malah sakit, ibuk percaya kamu bisa. Gadis ibuk pasti sama kuatnya dengan ibuk. Perjalanan mu masih panjang nak, di depan sana sudah banyak cobaan yang lebih berat dari ini menantimu. Kalau kali ini saja kamu tidak bisa melaluinya bagaimana dengan yang akan datang. Ini cara tuhan menempa dirimu untuk menjadi lebih baik lagi. Kelak jangan mengulangi kesalahan yang sama, kamu sudah merasakan akibatnya kan?


Kamu harus lebih menghargai orang yang menyayangimu."


" Jaga kesehatan ya nak, ibuk khawatir kamu sakit, jangan banyak pikiran. Pelan - pelan ikhlaskan lah agar kamu tidak menderita."


Mudah sekali bilang akan berusaha ikhlas, tapi untuk benar menjalaninya aku tidak tau. Hanya memikirkan dia bersama wanita lain saja sudah sesakit ini. Apa lagi melihat dia bahagia bersama kekasihnya. Munafik kalau aku bilang aku juga ikut bahagia. Sejujurnya hatiku hancur, sakit luar biasa. Tapi ya sudahlah aku berusaha pelan - pelan. Sudah saatnya aku menerima kenyataan pahit ini dan menjalaninya dengan sepenuh hati.


" Iya buk. Aku akan jaga diri. Tenang aja ibuk jangan khawatir. Aku nggak akan sakit, hehehe."


" Ibuk percaya, gadis ibuk gadis yang hebat, pasti bisa melalui ini. Ibuk juga sangat merindukanmu nduk. Cepatlah tidur nak, ini sudah malam. Besok kamu harus kerja, jangan terlalu banyak pikiran nanti kamu malah sakit."


" Iya buk. Ibuk juga istirahat ya, jaga kesehatan. assalamu'alaikum."


" Iya pasti nduk. Wa'alaikumsalam. "


Setelah menelpon ibuk. Perasaanku sudah lumayan membaik. Hatiku pun terasa lebih tenang.


Memang tidak ada orang yang bisa menenangkan aku, seperti dia yang mampu menenangkan aku meski hanya lewat suara lembutnya, dengan semua nasehat - nasehatnya.


Cinta dan kasih sayangnya tulus tanpa syarat, tanpa tuntutan dan tanpa imbalan.


Mencintaiku dengan apa adanya aku, tanpa memintaku menjadi orang lain.

__ADS_1


Yang menyayangiku meski dengan segala kekuranganku.


Ibuk, kaulah cinta sejati dalam hidupku.


Terimakasih untuk semua cinta kasih dan sayangmu.


Terimakasih juga untuk setiap doa yang kamu mohonkan untuk kesehatan, keselamatan dan kebahagiaanku.


Yah aku pasti bisa sekuat dirimu buk.


Apa yang aku rasakan ini tidak ada apa - apa nya di banding yang sering ibuk rasakan dulu.


Ternyata begini buk rasanya saat orang yang sangat kita cintai bersama wanita lain.


Sangat sakit. Tapi aku akan berusaha ikhlas buk.


Aku tidak ingin membuat ibuk khawatir.


Aku pasti bisa kok buk.


Terimakasih buk sudah selalu ada dan terus mensuport aku.


Aku sangat menyayangimu.


Yang awalnya tujuanku datang kesini untuk bertemu dirinya. Kini aku memfokuskan diriku sepenuhnya untuk bekerja.


Tujuan hidupku bukan untuk mengejarnya semata, ada hal yang lebih penting yaitu membahagiakan ibuk dan keluarga.


Dengan kesibukanku, aku berharap pelan - pelan bisa melupakan dirinya.


Masih dengan rasa rindu yang sama untuk dirinya. Walaupun menyiksaku, tapi aku berusaha menikmatinya.


Karena dengan menepisnya itu malah membuatku semakin tersiksa.


Rindu untukmu, masih aku rasakan setiap waktu. Bayangan wajahmu saat aku mengingatmu tak mampu jadi pengobat rinduku. Aku begitu menikmati rasa sakit ini. Semoga rasa sakit ini bisa mengikis sedikit rasa rindu karena aku masih begitu mencintaimu. Andaikan aku bisa berhenti mencintaimu mungkin rasa ini tak kan membelenggu diriku.


Fakta bahwa kamu sudah dicintai dan mencintai wanita lain.Tidak mampu memaksaku untuk berhenti mencintaimu.


Aku tidak tau sejak kapan aku bisa mencintaimu sedalam ini.


Aku tidak tau bagaiman caraku untuk berhenti mencintaimu. Karena selama aku masih mencintaimu maka rasa rindu ini akan terus menyiksaku. Mungkin selama aku masih mengingatmu rasa cinta ini tidak akan sirna.


*Bahkan r*asa sakit karena aku kecewa pada mu tak mampu menjadi alasan untuk ku berhenti mencintai mu mas.

__ADS_1


__ADS_2