Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Pergi Ke Pasar Malam part 1


__ADS_3

"Terus gimana caranya Mbak Senja izin ke Papa?" tanya Senja dengan ekspresi wajah cemberut dia berucap.


"Tunggu sebentar!" ujarku yang langsung berjalan masuk ke dalam kamar meraih ponsel pintar yang tergeletak di atas nakas.


Aku tak ingin di salahkan jika ada sesuatu yang terjadi pada Tania, karena itulah aku memilih untuk menghubungi Tuan Arka dan meminta izin padanya.


Tut ... Tut ... Tut ....


Nada sambung terdengar di telinga, aku terus saja menunggu jawaban dari Tuan Arka yang tak kunjung merespon telepon dariku, hingga di nada dering terakhir terdengar suara Tuan Arka menyahut.


"Ada apa?" Tuan Arka yang memang tidak pernah suka basa-basi langsung menanyakan maksud dan tujuanku meneleponnya saat ini.


"Tuan, saya ingin mengajak Tania pergi ke pasar malam. Apa Tuan Arka mengijinkan?" tanyaku dengan harapan Tuhan Arka mau mengizinkan aku yang sudah terlanjur berjanji pada Tania untuk mengajaknya pergi ke pasar malam saat ini.

__ADS_1


"Tunggu aku! sepuluh menit lagi aku akan sampai di sana jangan berangkat dulu!"Jawaban yang justru membuatku bingung terucap dari bibir Tuan Arka.


Tut ....


Sambungan telepon tertutup sesaat setelah Tuan Arka selesai memberi perintah, apa yang aku dengar justru semakin membuatku bingung, Tuan Arka mau datang untuk mengantar atau ikut bersama aku dan Tania? atau dia justru akan mengajak Tania pulang, karena aku telah meminta izin dan berencana untuk mengajaknya ke pasar malam?


Ada begitu banyak pertanyaan yang timbul dalam benakku setelah mendengar perintah yang baru saja diberikan oleh Tuhan Arka.


"Mbak senja ayo berangkat! "Suara renyah Tania terdengar menyakitkan telingaku, semua itu terasa menyakitkan bukan karena suara atau kata-katanya yang jelek tapi, permintaan yang tengah di bayangkan padaku membuat diriku berada dalam dilema.


"Jika Papa tidak memberi izin, apa kita akan batal berangkat ke pasar malam?" Tanya Tania yang kalian terlihat begitu sedih dan kecewa mengharap jawaban dariku. Aku tak mampu lagi mengeluarkan suara dan aku hanya mampu menganggukkan kepala sebagai tanda jika apa yang dia katakan memang benar.


"Semua itu tergantung papamu Tania, bagaimanapun Mbak Senja tidak bisa memutuskan sesuatu tanpa izin dari papamu, Mbak senja hanya memiliki wewenang untuk menjagamu tapi tidak punya wewenang untuk memutuskan segala sesuatu tentangmu," sebisa mungkin aku mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Tania agar gadis kecil itu tidak menyalahkanku dan tidak memaksaku untuk segera berangkat sebelum Tuan Arka datang.

__ADS_1


Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Arka, dia datang sepuluh menit setelah dia menutup sambungan telepon.


"Papa!" Suara renyah dan yakini tak lagi memanggilku tapi dia memanggil Tuan Arka dengan wajah penuh harap dia berlari kecil berhambur ke arah Tuan Arka sambil memeluknya.


"Papa, aku ingin pergi ke pasar malam, apa Papa bisa mengantarku? atau jika tidak papa bisa mengizinkanku untuk pergi?" Serutannya saat dia sudah bisa memeluk sang papa.


"Tentu saja aku mah papa akan menemanimu pergi ke pasar malam bersama dengan mbak senja, jadi Tania tidak perlu bersedih karena Papa akan melakukan apapun untuk Tania," sahutuan Arka yang cukup membuatku merasa terenyuh dan terharu karena dia yang biasanya memasang wajah sinis, dingin, dan angkuh kini terlihat begitu lemah lembut dan penuh kasih sayang.


"Yeyy ... aku bisa pergi ke pasar malam, terima kasih Papa, aku sayang Papa," seru Tania sambil mencium gemas pipi Tuan Arka sedang aku hanya tersenyum lembut penuh haru ke arah keduanya.


"Ayo berangkat Senja!" Ajak Tuan Arka yang melihatku berdiri mematung di hadapannya.


"Apa Tuan Arka akan pergi bersamaku juga?" Tanyaku yang merasa tidak percaya jika Tuan Arka juga mengajakku pergi, aku hanya mengira jika Tuan Arka akan pergi berdua dengan putrinya.

__ADS_1


"Tentu saja, siapa yang akan menemaniku pergi ke pasar malam yang ramai jika kamu tidak ikut, lagi pula Tania tidak akan pernah tahu pasar malam jika kamu tidak mengatakannya atau kamu tidak berniat untuk mengajaknya pergi," jelas Tuan Arka yang memang benar adanya dan aku hanya bisa terdiam seraya mengambil tas selempang yang ada di kamar dan berjalan mengikuti langkah kedua orang yang kini tiba-tiba hadir dalam hidupku.


__ADS_2