Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Ungkapan Rasa Sedih Sam


__ADS_3

Di rumah Sam ....


'Brakkk!!'


Suara pintu yang terdengar begitu keras memekakan telinga terdengar, untung saja pintu tempat pelampiasan Sam memiliki kekokohan yang tak bisa di ragukan lagi, sangat berbeda dengan pintu yang ada di rumah Senja, mungkin akan roboh dan tidak berbentuk.


"Sialan!! kenapa aku hrus bertemu dengan Senja di waktu yang tidak tepat? arrggghhhhhh!!!" Sam benar-benar merasa marah sekaligus bingung, harus bagaimana lagi dia mempertahankan hubungan yang cukup lama dia bangun, Sam memang sangat mencintai Senja, tapi belakangan ini justru Senja menunjukkan jika dia tidak memiliki perasan yang sama seperti Sam, entah apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Senja ingin mengakhiri hubungan keduanya.


Tok ... tok ... tok ....


"Sam! apa kau baik-baik saja?" suara Mama Sam terdengar bersamaan dengan suara ketukan pintu.


"Sam! jawab Mama!!" sekali lagi Mama Sam berusaha berkomunikasi dengan Sam, sejak kecil Sam memang sering melakukan hal yang sama, membanting pintu merusak perabotan dan mengacak-acak kamar setiap kali marah ataupun ada masalah, sejak dekat dengan Senja dan bersama dengannya Sam jarang sekali marah, emosinya sering terkontrol, karena. itulah Mama Sam membiarkan Sam dekat dengan Senja, awalnya Mama Sam merasa aman dan biasa saja karena kedekatan Senja dan Sam hanya sebatas sahabat tidak lebih, tapi Mama Sam tidak bisa terima saat dia tahu kalau putera semata wayangnya itu memiliki perasaan lebih pada Senja dan sialnya keduanya sudah sepakat untuk pacaran dan merencanakan sebuah pernikahan, Mama Sam sangat tidak bisa terima dengan keputusan yang di buat oleh Senja juga Sam, baginya sebaik apapun Senja, tetap saja dia tidak sederajat dengan keluarganya yang memang kaya, sangat berbeda dengan Senja yang biasa saja.


"Sam!" sekali lagi Mama Sam berusaha mencari tahu kondisi puteranya di dalam kamar.


'Ceklek'


Cukup lama Mama Sam berdiri di depan pintu kamar, hingga akhirnya Sam membukakan pintu itu, dan benar saja, kamar Sam sudah berantakan, selimut, bantal dan guling juga vas bunga tak lagi ada di tempatnya, semuanya seperti kapal pecah, tak ada satupun yang utuh dan terlihat enak di pandang.


"Astaga, ada apa ini Sam? apa yang sebenarnya terjadi?" Mama Sam langsung mengutarakan rentetan pertanyaan yang muncul di benaknya, sudah cukup lama Sam tidak melakukan hal buruk yng dulu sempat menjadi kebiasaannya itu.


Sam tak menjawab ucapan Sang Mama, dia memilih duduk di atas spring bad besar yang ada di kamarnya.


"Ma," lirih Sam yang kini menunduk, dia tampak frustasi dan putus asa, kesedihan yang tengah dia rasakan tak mampu dia bendung, Sam benar-benar terlihat begitu kacau saat ini.

__ADS_1


"Iya, Nak, Mama di sini, katakan apa yang terjadi!" sahut Mama Sam yang langsung duduk di samping Sam dan mengusap lembut punggungnya.


"Apa kurangnya, Sam? katakan Ma! apa Sam tidak baik? atau Sam punya hal yang tidak di miliki laki-laki lain? katakan Ma! apa kekurangan Sam?" jawaban yang di utarakan Sam berhasil membuat sang Mama bingung sekaligus terkejut.


"Ada apa Sam? katakan jika kau punya masalah! apa ada yang mengganggumu?" Mama Sam mulai mengintrogasi putera kesayangannya itu.


"Senja mengakhiri hubungan kami, Ma," jawab Sam dengan nada penuh keputus asaan, mendengar jika Senja mengakhiri hubungan keduanya membuat Mama Sam tersenyum senang, meskipun senyum yang muncul samar dan hampir tak terlihat.


"Bersabarlah, Nak! mungkin Senja memang bukan jodohmu, masih banya gadis lain yang jauh lebih baik dan lebih cantik dari Senja di luar sana," ujar Mama Sam.


"Tapi aku hanya mencintai Senja, Ma," sahut Sam dengan posisi masih sama.


"Cinta akan hilang seiring berjalannya waktu Sam, semua itu hanya soal waktu, dan kamu tidak perlu memikirkannya, tinggal jalani dan hiduplah seperti biasanya, dulu kamu tanpanya bisa hidup, kenapa sekarang kamu malah seperti ini? ayolah Sam! jangan seperti seorang gadis yang baru saja putus dari pacarnya, bersikaplah gantle! kamu ini laki-laki, dan seorang laki-laki itu memiliki kekuatan yang lebih besar dari seorang wanita.


Sam sama sekali tak menggubris ucapan sang Mama, sia masih diam mematung mencoba melawan rasa sakit yang kini bersarang dalam lubuk hatinya, dada Sam seolah berhenti berdetak, rasanya begitu sesak menerima kenyataan bahwa kali ini Senja benar-benar akan pergi darinya, semua yang terjadi memang kesalahan Sam, tapi kesalahan itu tidak akan pernah di lakukan Sam jika saja Senja tidak meminta mengakhiri hubungan keduanya, padahal hubungan mereka baru seumur jagung, tapi harus kandas di tengah jalan tanpa sebab yang pasti.


"Sam!" sekali lagi Mama Sam memanggil puteranya, tapi Sam tetap saja diam, Mama Sam tak pernah menyangka jika imbasnya akan sebesar ini, dia mengira jika Sam hanya bermain main saja dengan Senja, tak ada cinta sejati di antara mereka yang ada hanya cinta monyet di mana hanya hasrat yang menggebu bukan ketulusan.


"Ma, aku mohon padamu, keluarlah!" satu kalimat yang semakin membuat Mama Sam terkejut, bagaimana mungkin Sam bisa mengusir Mama yang telah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang kini malah di suruh keluar dari kamar, seolah-olah kehadirannya mengganggu Sam yang tengah bersedih.


"Sam, aku ini Mamamu, orang yang melahirkan dan membesarkanmu penuh cinta, segera ini kamu pada Mama? kamu tega menyuruh Mama keluar seolah kehadiran Mama ini mengganggumu, semua yang kamu lakukan hanya karena gadis yang tak sederajat dengan kita itu," ujar Mama Sam dengan air mata yang berlinang.


Mendengar kata drajat dari bibir sang Mama membuat Sam langsung menoleh ke arahnya, sungguh Sam merasa begitu terkejut dengan ucapan sang Mama, sejak kapan dia mulai membahas drajat manusia, setahu Sam, Mamanya tidak pernah membahas drajat atau apapun yang berhubungan dengan penilaian materi, tapi kenapa sekarang Mama Sam malah mengatakan drajat di saat Senja mengakhiri hubungan keduanya.


"Sudahlah! mungkin kehadiran Mama tidak berarti bagimu, lebih baik Mama pergi dari pada terus di sini tapi putera yang ingin Mama temani malah menginginkan Mama pergi," Mama Sam yang menyadari jika dirinya keceplosan dan merasa dalam kondisi bahaya memilih untuk pergi dari pada terus ada di sana dan Sam memaksanya berkata jujur.

__ADS_1


"Ma, katakan dulu! apa maksud Mama mengatakan drajat Senja?" Sam terus mendesak sang Mama agar mengatakan apa maksud dari ucapannya.


"Sam, Mama tak memiliki maksud apapun, Mama hanya kecewa pada Senja, dia tega meninggalkanmu yang begitu tulus dan dalam mencintainya, karena itulah Mama membahas masalah drajat Senja yang memang bukan orang berada sepertikita, harusnya Senja bersyukur dan setia padamu, bukan malah mengakhiri hubungan seperti saat ini," jawab Mama Sam, dia mengatakan sebuah kebohongan demi kejujuran yang menurutnya memang harus di pendam rapat-rapat.


Mendengar jawaban Sang Mama membuat Sam diam seribu bahasa, apa yang di katakan Mama Sam memang benar adanya, Senja harusnya bersyukur mendapatkan laki-laki sebaik dirinya, harusnya dia tetap berada di sisi Sam, bukan malah seenaknya mengakhiri hubungan seperti ini.


"Lebih baik kamu berwudu' dan sholat, ingatlah jika semua yang terjadi merupakan takdir yang memang harus kamu jalani, sakit memang, tapi kamu harus tetap kuat demi masa depan yang sudah ada di depan mata, ingatlah Sam! Senja bukan satu-satunya gadis di dunia ini, jika dia pergi meninggalkanmu, maka carilah cinta yang baru! agar bayangan dan semua kenangan tentang gadis yang tidak tahu berterima kasih itu perlahan menghilang dari dalam dirimu," ujar Mama Sam sambil menepuk pelan bahu Sam, kemudian melenggang pergi meninggalkannya, wajah sang Mama yang awalnya terlihat bersedih mengimbangi ekspresi wajah Sam langsung berubah tersenyum senang saat dia sudah berjalan dan berbalik meninggalkan Sam yang masih terdiam mematung di tempatnya.


'Rencanaku berhasil, ternyata menyingkirkan gadis miskin itu semudah menghentikan ujung jari, aku saja merasa khawatir jika Senja menolak atau bahkan semakin keras ingin bersama Sam dan menentangku, tapi dia gadis penakut dan aku bersyukur karena dis benar-benar pergi dari hidup puteramu yang sempurna,' batin Mama Sam terus berucap sambil berjaĺàn keluar dari kamar menuju kamarnya sendiri.


Apa Yang terjadi di rumah Sam tak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di istana mewah milik Arka, suasana yang tadinya terasa hangat dan penuh cinta, kini tiba-tiba berubah seratus delapan puluh drajat, semuanya berawal dari kepulangan Angel yang tiba-tiba.


Tap ... Tap ... Tap ....


Suara ketukan high hills terdengar menggema di ruangan mengusik ketenangan Arka yang tengah menikmati berita di televisi, tadi setelah puas berenang menemani Tania, Arka memilih bersantai dengan merebahkan diri di atas sofa empuk berukuran sedikit lebih besar dari biasanya dan jauh lebih panjang, menatap layar televisi dengan seriusnya.


"Masih ingat pulang rupanya," sindir Sam sesaat setelah dia melirik Angel yang baru saja masuk ke dalam ruang keluarga dan berada tepat di belakang Arka.


"Sayang, aku pasti pulang jika pekerjaanku selesai, aku sangat merindukanmu," ujar Angel dengan nada manja, tanpa basa basi Angel langsung berjongkok dan mendekat ke arah Arka yang reflek duduk saat melihat Angel berjongkok.


"Jangan berjongkok seperti itu! mataku sakit melihatnya," sinis Arka.


Bagaimana tidak sakit? Angel saat ini memakai baju kekurangan bahan, baju dengan belahan da**a rendah di tambah pres body dan hanya sepanjang paha, baju yang sebenarnya tidak pantas di gunakan keluar rumah oleh wanita bersuami.


"Arka, aku berpenampilan seperti ini hanya untukmu, bukankah sejak dulu kamu selalu senang saat aku memakai baju seperti ini?" ujar Angel yang kini berpindah duduk di samping Arka.

__ADS_1


Dulu Arka memang menyukai Angel saat dia memakai baju kekurangan bahan, apa lagi saat melihat Angel memakai baju dinas malam yang dulu sering di tunjukkan padanya, bahkan dulu Arka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk berolahraga di atas ranjanh bersama, semuanya sangat indah di masa lalu, sebelum Arka mendengar Alex yang sempat pergi jauh kembali ke kota mereka, semua berubah, dan Arka merasa jijik pada istrinya yang dia tahu sering menginap bersama Alex di hotel berbintang akhir-akhir ini.


__ADS_2