
"Senja!" suara Tuan Arka yang sangat jarang aku dengar kini menyapa telinga, aku tidak pernah menyangka jika Tuan Arka akan memanggil namaku di depan karyawan lain, dan apa yang di lakukan Tuan Arka sebenarnya membuatku merasa kurang enak hati, bukan apa-apa, aku tidak ingin terlihat sedikit akrab atau bahkan mengenal secara pribadi dengan Tuan Arka, karena jika itu terjadi makan akan sangat bahaya dengan pekerjaan yang saat ini aku lakukan.
"Iya, Tuan," sahutku sambil terus berusaha bersikap sebisa mungkin dan sesopan mungkin.
"Ke ruanganku sekarang!" Tuan Arka kembali memberi perintah.
Pagi yang sangat merepotkan, jika Tuan Arka sudah memanggil di pagi buta seperti Ini, maka bisa di pastikan pekerjaan yang seharusnya aku kerjakan lebih awal akan terbengkalai.
"Baik, Tuan," jawabku sambil sedikit menunduk menunjukkan rasa hormat yang memang harus di miliki setiap bawahan pada atasannya.
Tuan Arka berjalan lebih dulu meninggalkan diriku yang masih diam mematung menatap kepergiannya, hingga punggung tegap yang aku lihat tadi menghilang di balik tembok, baru aku mulai memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk menyelesaikan masalah yang timbul karena perintah mendadak Tuan Arka.
__ADS_1
"Reyhan!" panggilku, laki-laki yang biasanya kurang aku sukai kehadirannya karena terlalu berisik dan suka menggoda kini terasa berbeda, tak seperti biasanya, Aku justru bersyukur bisa bertemu dnegan Reyhan pagi ini.
"Eh, Senja," sahutnya yang langsung mengubah haluan mendekat ke arahku.
"Tumben banget kamu manggil aku duluan?" sambung Reyhan saat dia tepat berada di hadapanku.
"He he he," Aku cuma bisa nyengir kuda saat menyadari jika aku memang memiliki sifat kurang baik terhadap Reyhan, aku yang biasa terkesan ketus dan sedikit acuh kini malah bersikap begitu ramah saat membutuhkan bantuan dari Reyhan, ahh, aku sungguh menyesal pernah bersikap kurang baik pada Reyhan.
"Atau, jangan-jangan kamu malah kesurupan setan lagi," sambung Reyhan sambil mengubah tatapannya yang kini malah menatap seram ke arahku.
"Husss, aku masih waras, sehat sekaligus gak kesurupan, jangan ngomong yang aneh-aneh! ini msih pagi Rey," sahutku yang merasa jika kali ini Reyhan keterlaluan.
__ADS_1
"Aku tidak berlebihan, Aku hanya merasa aneh dengan apa yang kamu lakukan, bahkan kau terlihat seperti bukan Senja yang aku kenal biasanya, dan aku beranggapan jika kamu kesurupan, bukankah itu hal yang wajar?" Reyhan berkata jujur dan mengatakan semua yang dia rasakan padaku pagi ini.
"Rey," lirihku sambil menunduk, meski sebenarnya aku malu untuk mengatakan semuanya, tapi aku tetap harus mengatakannya dan terpaksa meminta bantuan Reyhan.
"Rey, Aku di panggil Tuan Arka agar menyusulnya ke ruangannya, sepertinya ada sesuatu yang ingin di bicarakan, bisakah aku meminta tolong membuatkan minuman untuk staf di bagian Devisi keuangan?" sekuat tenaga dan setumpuk rasa percaya diri dan keberanian untuk mengatakan niatku yang saat ini tiba-tiba berubah baik.
"Tentu saja, kapan pun kamu butuh bantuanku, Aku akan siap membantu, apa ada pekerjaan lain untuk aku handle?" bukannya merasa di manfaatkan, dia malah mengangguk sambil mengatakan jika dia siap membantuku.
"Terima kasih, Reyhan, maaf, pagi ini aku merepotkanmu," ujarku yang masih merasa tak enak hati dengan apa yang aku punya pada Reyhan.
"Aku bahkan akan merasa snagat bahagia membantumu Senja, jadi jangan sungkan untuk meminta tolong padaku," pesan Reyhan sebelum melenggang pergi meninggalkan aku yang kini berjalan menuju ruangan Tuan Arka sesuai dengan perintah yang dia berikan pagi tadi.
__ADS_1