
Aku hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan Ibu, dia memang tahu banyak hal tentangku dan apa yang tengah terjadi padaku tanpa perlu aku aku jelaskan.
"Sudahlah, lebih baik kamu bersihkan diri dulu!" jawab Ibu.
Aku hanya mengangguk memberi isyarat jika aku menerima perintah Ibu.
Dengan langkah gontai aku berjalan keluar dari kamar dan mulai membersihkan diri setelah mendengar suara motor yang ku tahu dengan pasti jika motor itu milik Sam, entah dengan cara apa Ibu menjelaskan pada Sam sampai dia pergi dan tidak memaksa untuk masuk ke dalam rumah, sungguh aku sama sekali tidak perduli, yang terpenting sekarang Sam sudah pergi dan aku bisa menenangkan diri dan hatiku yang sedang tidak baik-baik saja.
Hari yang cukup melelahkan telah berlalu, kini mentari kembali menyapa setelah pergi ke peraduan kemarin sore.
__ADS_1
"Pagi Ibu!" seruku saat melihat Ibu sudah rapi dan duduk manis di kursi depan meja makan.
"Pagi, Nak, sarapan dulu!" sahut Ibu sambil menggeser piring penuh nasi yang sudah ada di sampingnya.
"Tumben jam segini Ibu sudah rapi? apa akan ada acara di rumah majikan Ibu?" tanyaku saat melihat Ibu yang sudah cantik di hadapanku.
"Hari ini Ibu tidak memasak," jawab Ibu dengan senyum yang mengembang di wajahnya, semua makanan yang ada di meja makan terlihat sangat lezat dan aku tahu dengan pasti jika semua yang ada di sana membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memasaknya dan biaya yang cukup mahal, sedang Ibu malah terlihat santai .
"Apa Tuan Arka tahu jika makanannya Ibu yang bawa?" tanyaku yang merasa jika. apa yang di lakukan Ibu bukanlah hal yang baik, bagaimana jika Tuan Arka dan keluarganya tidak menghalalkan makanan yang Ibu bawa? aku akan makan barang subhat ( barang yang tidak tahu apa sudah halal atau belum).
__ADS_1
"Kalau masalah makanan di sana bebas Senja, jika ada sisa makanan siapapun di izinkan untuk membawa pulang, karena itulah makanan di sana biasa di di bawa siapapun, dan Tuan Arka juga keluarganya tidak pernah mempermasalahkan hal itu," Ibu kembali menjelaskan jika makanan yang dia bawa sudah halal dan jelas.
" Wah ternyata Tuan Arka dan keluarganya sangat baik,"sahutku setelah mendengar cerita dari ibu.
"Mereka memang sangat baik, tapi jangan pernah membangunkan macam yang tengah lelap dalam tidurnya!" Ibu kembali menjawab pertanyaan ku dengan nada lembut yang terkesan sedang menahan emosi seperti saat ini.
"Sabar Ibu! Jangan suka emosi!" satu kata yang aku tahu dengan pasti jika saat ini Ibu pasti lebih tahu dari yang yang lain.
Suara deru motor kembali terdengar saat ini, dan aku bisa pastikan jika yang datang itu Sam, aku yang sebenarnya masih ingin menjauhi Sam, tapi melihat kesungguhan hatinya dan suara lembut Ibu membuatku terpaksa untuk bertemu dengan.
__ADS_1
"Temui Sam dan selesaikan masalahnya! menghindar bukanlah hal yang baik untuk di lakukan," ujar Ibu yang cukup membuatku mengerti jika apa yang aku lakukan kemarin bukanlah hal yang baik dan aku menyadari kesalahanku itu.