
"Aku bisa menjelaskan semuanya," sahut Tuan Arka yang aku tahu berniat menengahi ketegangan yang sedang terjadi.
Aku tidak tahu bagaimana ceritanya Nyonya Angel bisa ada di ruangan ini, sebab Nyonya Angel datang saat aku terlelap dengan Tania yang ada dalam dekapanku.
"Kamu mau jelasin apa lagi? apa kurang jelas yang aku lihat sekarang ini?" sahut nyonya Angel dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat murka.
"Aku hanya melihat Tania sebentar, aku hanya ingin memastikan dia tidur atau tidak, setelah itu aku langsung keluar dari ruangan ini, dan kamu datang tepat di saat aku baru saja menutup pintu," Tuan Arka mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku bukan orang bodoh yang bisa kamu kelabuhi dengan karanganmu itu," Nyonya Angel masih terlihat tidak percaya dengan apa yang aku jelaskan.
Mendengar perdebatan Tuan Arka dan istrinya barusan membuatku mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, Tuan Arka tadi masuk ke dalam kamar dan aku tidak tahu itu, apa yang di jelaskan Tuan Arka membuatku sedikit merasa cemas, apa tadi Tuan Arka benar-benar hanya melihat atau melakukan sesuatu yang tak aku tahu, pasalnya tidurku terasa sangat lelap hingga aku tak menyadari apapun, bahkan aku tak mendengar pintu di buka saat Tuan Arka masuk ke dalam ruangan ini.
"Nyonya, Aku bersumpah jika tidak ada apa-apa antara aku dan Tuan, dan kami tak melakukan apapun, sejak tadi aku terlelap saat menemani Tania," aku menyela mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Tania," Nyonya Angel mengulangi panggilannya pada gadis kecil yang kini masih memelukku dengan erat.
"Kamu memanggil puteri majikanmu dengan sebutan nama langsung, tanpa ada kata Nona di awal namanya?" Nyonya Angel terlihat semakin marah setelah aku memanggil Tania tanpa ada kata Nona sebelum namanya.
"Ta~, eh maksudku Nona Tania sendiri yang memintaku memanggilnya nama langsung Nyonya, tidak ada hubungannya dengan apa yang Nyonya bicarakan saat ini," sekali lagi aku mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan harapan Nyonya Angel bisa sedikit meredam amarahnya.
"Sudah sedekat apa kamu dengan puteriku?" Nyonya Angel malah semakin curiga mendengar penjelasanku, percayalah! Aku berada di posisi serba salah, Aku merasa seperti pelapor yang sudah mengambil suami orang lain, padahal aku tak melakukan apapun.
"Mbak Senja, Aku takut," rengekan gadis kecil yang hampir saja ku lupakan keberadaannya, tadi aku sempat melepas pelukan Tania saat aku hendak menjelaskan pada Nyonya Angel jika di antara aku dan Tuan Arka tidak ada hubungan apapun dan masalah panggilanku pada puterinya bukanlah hal yang spesial dan perlu di curigai.
"Sudah, jangan takut! tidak akan terjadi apa-apa," aku mencoba menenangkan Tania yang terlihat masih ketakutan dan kembali memelukku dengan erat.
"Mama terlihat sangat marah Mbak, apa aku melakukan kesalahan? aku takut jika bertemu Mama nanti bagaimana?" Tania bertanya dengan wajah sendu penuh kesedihan lengkap dengan deraian air mata yang membasahi kedua pipinya.
__ADS_1
"Tidak, Mama hanya salah faham, Tania jangan takut! Mama Tania tidak akan marah pada gadis manis seperti Tania," Aku terus berusaha agar Tania tidak takut pada Ibunya, orang yang telah melahirkan dan membesarkannya.
Suara Tania tak lagi terdengar tapi pelukan tangannya di pinggangku masih terasa begitu erat, dia terlihat begitu tertekan dengan apa yang baru saja terjadi. Aku merasa bersalah dengan apa yang terjadi barusan, bagaimana juga yang terjadi adalah hal yang memang tak seharusnya di lihat oleh Tania yang masih berusia belia seperti saat ini.
"Sudah jangan di ingat lagi! lebih baik sekarang Tania mandi kemudian pulang temani Oma di rumah." Aku mencoba memberi saran untuk Tania dengan harapan dia bisa mengalihkan segala fikirannya saat ini.
Tania masih saja diam, dia tidak merespon apa yang aku katakan hingga pada akhirnya Tania mengiyakan apa yang aku katakan dengan jawaban lirih yang hanya mampu di dengar telingaku saja.
Aku menuntun Tania turun dari kasur menuju kamar mandi, jika sudah seperti ini aku merasa menjadi baby sister meski niatku sejak awal dan pekerjaan aslinya menjadi OG, tapi apa yang aku kerjakan dan lakukan seperti seorang baby sister.
Tepat di luar Kamar Tanpa sepengetahuan Senja (Author Ptov) ....
Arka menyeret kasar tangan Angel yang mampu membuat emosi Arka semakin meninggi setelah melihat apa yang di lakukan oleh Angel.
__ADS_1