Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Senyum Arka


__ADS_3

"Kamu akan merengek minta ikut Papa setiap hari kalau Papa bilang Mbak Senja ada di sini," jawab Tuan Arka yang masih setia menetapkan wajah tanpa dosa melihat aku dan Tania.


"Aku ingin Mbak Senja menemaniku hari ini, apa boleh Pa?" pinta Tania yang sungguh akan menyulitkan diriku.


"Tania," selaku yang merasa tidak mungkin menemani Tania sedang aku di sini bekerja bukan bermain. Tania menoleh ke arahku kemudian menatapku intens seolah meminta agar aku mengabulkan apa yang dia inginkan.


"Huft," kali ini Tuan Arka menghembuskan nafas kasar mendengar ucapan Tania, dan tatapan yang berarti Tania akan sering datang ke kantor untuk menemuiku.


"Tania, Mbak Senja di sini sedang bekerja, jadi, jangan ganggu dia!" sekali lagi Tuan Arka mencoba untuk memberi pengertian pada Tania yang terlihat masih kekeh dengan apa yang di inginkan nya.


"Pa, aku tetap ingin bersama Mbak Senja, apapun keadaannya." Satu kata penegas yang terucap dari bibir Tania menegaskan jika saat ini, dia tidak ingin hal lain selain bermain bersamaku.


"Bagaimana ini Tuan?" aku yang tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengikuti apa yang di inginkan oleh Tania berusaha meminta pendapat Tuan Arka selaku atasan di kantor ini.

__ADS_1


"Sam!" panggil Tuan Arka pada asisten pribadi yang setiap hari menempel terus pada Tuan Arka.


"Iya, Tuan," sahut Sam sambil berjalan mendekat ke arah Tuannya bersiap untuk mendengarkan perintah yang akan dia Terima.


"Beri tahu Sifa jika hari ini Senja bekerja di bawah pengawasan ku dan mengerjakan apa yang aku perintahkan. Dan katakan pada Sifa untuk menyuruh orang lain mengerjakan pekerjaan Senja!" Tuan Arka memberi perintah pada Sam dengan intonasi serius.


"Siap, Tuan," jawab Sam yang terlihat begitu patuh pada Tuan Arka saat ini.


Sam langsung berjalan meninggalkan Tuan Arka yang kini berjalan menuju ruangannya.


"Asyik, aku bisa bersama Mbak Senja seharian ini," seru Tania bersorak krgirangan setelah mendengar perintah Tuan Arka.


Aku hanya bisa pasrah dengan perintah yang di berikan oleh Tuan Arka, bagaimanapun dia adalah atasan yang harus aku patuhi.

__ADS_1


"Mainlah di ujung ruangan itu!" Tuan Arka kembali memberi perintah, entah sejak kapan ruangan Tuan Arka di sulap seperti saat ini, sungguh ruangan yang jauh berbeda dengan biasanya.


Di sudut ruangan milik Arka terdapat tempat bermain yang tidak terlalu luas, tapi cukup jika di gunakan oleh dua orang.


Tania terlihat bahagia bisa bermain bersamaku, dan melihat senyum juga tawa Tania membuat senyum dan tawaku juga terdengar, aku tak lagi memperdulikan keberadaan Tuan Arka di ruangan yang ku tempati saat ini, semua yang aku rasakan bukan tanpa alasan, aku merasakan hal itu karena terlalu larut bermain bersama Tania.


Waktu terasa begitu cepat berlalu saat kita melakukan hal yanh bisa membuat hati bahagia, tak selamanya harta memberi kebahagiaan, kadang dengan anak kecil sudah bisa membuat senyum manis terus terukir tanpa bisa kita kendalikan.


Tanpa Di Sadari Senja ....


Arka yang sejak tadi diam menatap ke arah Senja dan Tania yanh sedang larut dalam permainan mereka tak sadar tersenyum manis, sudah sangat lama Arka tidak melihat senyum dan tawa Tania seperti saat ini, dulu hidupnya cukup bahagia hingga Angel memutuskan untuk terjun ke dunia model hanya karena alasan bosan berada di dalam rumah terus, sejak saat itu Angel larut dalam dunianya sendiri, dia seolah lupa dengan tugas dan kewajiban yang seharusnya di jalankan.


"Apa ada yang lucu, Tuan?" tanya Sam yang sejak tadi merasa aneh dengan Tuannya yang tersenyum sendiri tanpa ada sebab.

__ADS_1


"Diam kau Sam!" hardik Arka yang merasa kesenangannya terusik oleh suara Sam sang asisten.


Sam langsung diam tanpa kata mendengar suara Tuannya yang menghardik dirinya karena telah mengusik kesenangannya.


__ADS_2