Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Salah


__ADS_3

Aku masih mematung tak bergerak sejengkalpun, kakiku terasa begitu berat untuk melangkah mengikuti langkah kecil Tania yang lebih dulu memaksa diriku melangkah ikut bersamaku.


"Ayo Mbak!" sekali lagi Tania memaksa diriku untuk ikut dengannya, tapi aku masih saja enggan untuk mengikuti langkahnya karena merasa segan dan khawatir jika nanti Tuan Arka akan marah padanya.


"Ikut dan temani Tania!" suara Tuan Arka membuatku semakin terkejut, bagaimana mungkin dia mengizinkan seorang ON seperti diriku masuk ke dalam ruang istirahat yang termasuk ruangan pribadi Direktur, orang nomor satu di perusahaan ini.


"Apa boleh, Tuan?" sekali lagi aku bertanya mencoba meyakinkan diri jika apa yang ku dengar barusan bukanlah mimpi atau khayalan semata, semua yang ku dengar nyata dan memang sesuai fakta.

__ADS_1


"Aku tidak suka mengulangi kata-kataku," jawaban yang cukup menegaskan jika Tuan Arka memang mengizinkan aku untuk masuk ke dalam ruangan pribadi miliknya.


"Jangan takut Mbak! ada aku di sini, percayalah semua akan beres jika ada aku," ujar Tania yang kembali menarik lenganku kemudian mengajakku masuk ke dalam ruangan pribadi milik Tuan Arka.


"Mbak, ayo temani aku tidur," sekali lagi Tania memaksaku untuk terus mengikuti semua yang dia inginkan, dan lagi-lagi aku hanya bisa pasrah dan mengikuti semua keinginan Tania.


Saat pertama kali kakiku masuk ke dalam ruangan mulutku tak mampu mengungkapkan sepatah katapun, ruangan di dalam jauh lebih mewah dari pada di luar ruang istirahat, aku sungguh tak menyangka jika ada ruangan seperti hotel bintang lima di kantor tempatku bekerja ini.

__ADS_1


'Brakkk!!!'


Pintu kamar yang sejak tadi tertutup rapat kini terbuka dengan lebarnya, apa lagi gerakan keras yang menimbulkan suara cukup keras hingga aku dan Tania yang sejak tadi tertidur seketika terbangun dan masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, Nyonya Angel yang tak lain adalah istri Tuan Arka terlihat murka dengan tangan berdecak pinggang di tengah pintu sambil mengomel dan marah pada Tuan Arka, melihat hal itu membuat Tania ketakutan, Tania terlihat begitu ketakutan, sejak terbangun tadi Tania langsung memelukku erat, sedang aku hanya bisa menenangkan Tania yang masih gemetar dalam pelukannya.


"Ada apa ini?" aku langsung menanyakan pertanyaan yang seharusnya aku ungkapkan sejak tadi, tapi meski begitu aku tetap tak mampu menahan rasa perasaanku.


"Kamu ngapain di sini?" suara gadis cantik itu menggema di di ruangan yang baru saja di lihat.

__ADS_1


"Maaf Nyonya, tadi saya hanya menemani Tania tidur, sungguh aku tidak melakukan apapun Nyonya ," bukannya meminta maaf akan aku bawa pulang seja? ada banyak pertanyaan muncul di benakku saat melihat reaksi Nyonya besar marah tanpa alasan.


"Kenapa tidak mungkin? sedang setan selalu ada di antara dua anak manusia jika sedang berduaan," suara Nyonya Angel terasa begitu keras tak terbantahkan, tapi aku tetap bingung dengan apa yang baru saja di katakan oleh Nyonya Angel.


__ADS_2