Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Makan Siang


__ADS_3

"Tuan, sudah waktunya makan siang, apa Tuan akan tetap seperti ini? setelah jam makan siang kita masih punya jadwal bertemu klien di cafe sebrang jalan." Ujar Samsul sebagai Asisten pribadi Arka, dia khawatir jika Tuannya itu melewatkan jam makan siangnya.


"Pesankan makanan untuk tiga orang, dan suruh kirim ke sini!" titah Arka yang menyadari jika saat ini perutnya juga perlu di isi.


"Baik, Tuan," jawab Sam yang langsung meninggalkan Arka tanpa bertanya lagi. Sedang Arka kembalienikmati pemandangan indah yang ada di depan matanya.


"Seandainya Angel memiliki sifat seperti Senja, aku yakin kehidupan rumah tanggaku tidak akan serumit ini," lirih Arka yang yang mampu di dengar telinganya sendiri.


Senja prov ...


Waktu benar-benar tak terasa, kini matahari sudah berada tepat di atas yang memberi arti jika saat hari sudah siang.


"Khem," suara deheman Tuan Arka terdengar mengalihkan perhatianku dan Tania yang sedang menata mainan kereta.

__ADS_1


"Ada apa, Papa?" sahut Tania sambil menoleh ke arah Tuan Arka yang berdiri tegak di depan kami.


"Sudah waktunya makan siang, cuci tanganmu dan bersiaplah! kita makan bersama," jawab Tuan Arka.


"Apa Mbak Senja juga ikut makan?" Tania melempar pertanyaan pada sang Papa.


"Tentu saja, menemanimu bermain juga butuh tenaga, Sayang," tutur lembut Tuan Arka sejenak membuatku terhanyut dan tersihir, Tuan Arka terlihat begitu mempesona dengan tatapan dan nada suara lembut yang saat ini dia tunjukkan, meski tatapan dan suara itu tak di tujukan padaku tetap saja aku merasa takjub melihatnya.


"Eh, mau ke mana?" sahutku yang sebenarnya sejak tadi melamun tak memperhatikan apa saja yang di bicarakan oleh kedua orang di hadapanku.


"Cuci tangan," jawab Tania singkat, seperti biasa, Tania kembali memaksakan kehendaknya, dia berjalan sambil membawaku pergi ke kamar mandi dan melakukan apa yang dia lakukan, sedang Tuan Arka memilih duduk di sofa panjang yang ada di ruangannya.


Aku meninggalkan ruangan ke kamar mandi hanya sebentar, tapi setelah aku kembali ke ruangan Tuan Arka, ada banyak makanan yang sudah tertata rapi di atas meja, entah kapan dia pergi membeli? aku jadi bingung sendiri melihatnya.

__ADS_1


"Kamu bisa pergi Sam? jangan lupa untuk makan siang juga!" pesan Tuan Arka sebelum Samsul sang asisten pergi meninggalkan ruangan.


'Isshhh nama panggilan asistennya sama dengan nama pacarku, Sam,' batinku setelah mendengar Tuan Arka menyebut nama asistennya.


"Ngapain berdiri di situ? duduk dan makan!" Tuan Arka kembali memberi perintah, dia memerintahkanku untuk duduk dan makan bersamanya, tapi dia sendiri malah berdiri dan berjalan menuju meja yang biasa dia gunakan untuk bekerja, Tuan Arka terlihat mengambil satu gelas air putih yang ada di mejanya kemudian kembali ke tempat duduk di mana aku duduk.


'Deg'


Aku langsung mematung merasakan pergerakan sofa panjang yang aku duduki saat ini, jantungku seolah berhenti berdetak saat Tuan Arka duduk tepat di sampingku. Tuan Arka duduk mepet dengan tempatku duduk.


"Mbak Senja, ayo makan! jangan hanya diam!" suara Tania mengejutkanku yang masih terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Tuan Arka.


"Iya," sahutku yang langsung mengambil makanan yang ada di depan meja.

__ADS_1


__ADS_2