Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Naik Motor Lebih Menyenangkan


__ADS_3

Aku berjalan berniat masuk ke dalam rumah, tapi langkahku terhenti saat aku menyadari jika aku tidak tahu ke mana Sam akan mengajakku pergi.


"Memang kita mau pergi ke mana Sam?" tanyaku sambil membalikkan badan melihat ke arah Sam yang tengah duduk di atas motornya sambil menatap lekat ke arahku.


"Nanti kau akan tahu, bilang saja pada Ibu kalau kamu akan pergi ke pesta bersamaku!" jawaban yang sungguh membuatku semakin penasaran, Sam mendadak menjadi misterius, dan aku yang percaya jika Sam tidak akan melakukan hal yang aneh atau bahkan jahat hanya bisa berjalan menjauh darinya dan berpamitan pada Ibu sesuai dengan apa yang dia minta.


"Apa Ibu mengizinkan?" sambut Sam sesaat setelah aku kembali.


"Tentu saja, tapi kenapa kamu hanya duduk di sini? kenapa tidak ikut berpamitan denganku?" aku menjawab pertanyaan Sam dengan sebuah pertanyaan yang cukup mengganggu fikiranmu sejak tadi.


"Aku lelah Senja, seharian ini pekerjaanku begitu menumpuk, dan kakiku ini terasa pegal untuk berjalan, makanya aku memilih untuk beristirahat di sini dulu." Jawab Sam dan aku hanya menganggukkan kepala tanda jika aku mengerti dnegan apa yang Sam rasakan.


"Ayo cepat naik!" sambungnya.


"Jangan menyetir seperti tadi! aku bisa jantungan kalau kamu mengulanginya," ujarku.


"Tenang saja! setelah kita sampai nanti, kita tidak akan naik motor ini dan bukan aku yang akan menyetir nanti," jawab Sam dan aku hanya bisa tersenyum mendengarnya.


Sesuai dengan apa yang Sam katakan, motor melaju dengan sewajarnya, dan aku merasa sangat nyaman jika Sam mengendarai motor seperti saat ini.


"Salon? kita mau ngapain ke salon?" tanyaku yang kini terbengong melihat Sam yang berhenti tepat di depan parkiran salon yang cukup terkenal dan pasti memiliki tarif yang cukup mahal, meski aku tidak pernah masuk ke dalam salon itu, tapi aku cukup tahu dengan tarif yang pemiliknya berikan.


"Seorang gadis pasti akan ke salon sebelum pergi ke pesta agar dia tampil sempurna, dan aku ingin kamu terlihat jauh lebih sempurna dari sebelumnya, meskipun saat ini kamu terlihat cantik dan sempurna, tapi aku ingin kamu terlihat jauh lebih sempurna lagi," jelas Sam.


"Apa kamu tidak keberatan, Sayang?" sambung Sam yang cukup membuatku terkejut setelah mendengarnya.


"Malam ini aku akan jadi pasanganmu di pesta, tentu saja aku harus tampil sempurna agar kekasihku ini tidak malu jika datang bersamaku, untuk apa aku marah jika yang kamu lakukan juga demi kebaikanku," jawabku mengatakan apa yang sebenarnya aku rasakan.

__ADS_1


"Aku bahagia memiliki kekasih yang begitu pengertian seperti dirimu Sayang," ujar Sam, dan aku hanya tersenyum bahagia mendengarnya.


Kami berjalan masuk ke dalam salon, dan sesuai dengan apa yang di katakan Sam, penampilanku di rubah total hingga aku tak menyangka jika yang ada di depan kaca saat ini benar diriku, untuk sesaat aku tak mengenali diriku lagi.


"Perfect," ujar Sam sambil menatapku dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Kamu memang gadis paling sempurna yang pernah ku kenal, dan gadi paling sempurna ini sudah jadi kekasihku, love you Sayang," ucap Sam sambil memegang kedua pundakku kemudian perlahan mengecup menunggu menyalurkan segala perasaan yang dia miliki padaku.


Sam langsung menggandeng tanganku berjalan keluar dari salon.


"Apa itu mobilku?" tanyaku merasa asing dengan mobil hitam yang terparkir di depan Salon.


"Iya, ayo masuk!" ajak Sam.


Melihat aku dan Sam yang berjalan mendekat ke arah mobil. Keluarlah seseorang dari dalam mobil kemudian membuka pintu mobil untuk kami, sungguh jika seperti ini aku merasa seperti seorang jutawan yang tengah bepergian.


"Masuklah!" titah Sam sambil tersenyum manis ke arahku yang menatapnya penuh dengan tatapan heran, sungguh saat ini aku merasa menjadi orang lain dan bersama orang lain, ini bukan gaya Sam, dia selalu terlihat sederhana dan biasa saja, tak sekalipun aku melihat Sam melakukan hal seperti saat ini, tapi sekeras apapun aku berusaha untuk tidak percaya, kenyataan kembali menyadarkan diriku jika yang bersamaku saat ini benar-benar Sam bukan orang lain.


"Berbeda bagaimana maksudmu, Sayang?" bukannya menjawab Sam malah balik bertanya.


"Tidak biasanya kamu memakai mobil dan di antar sopir seperti saat ini, kenapa tidak membawa motor kesayanganmu itu?" aku mengungkapkan apa yang sedang mengganggu fikiranku saat ini.


"Sayang, kita mau ke pesta. Kira-kira kamu bisa naik motor dengan gaun yang akan kita beli." Jawab Sam.


"Gaun?" aku yang memang sedang bingung tiba-tiba tidak konsen dengan apa yang di jelaskan oleh Sam.


"Setelah dari salon, sekarang kita akan pergi ke butik untuk mengambil gaun yang sudah aku pesankan untukmu." Sam kembali menjelaskan ke mana kita akan pergi saat ini.

__ADS_1


"Kamu benar juga," sahutku yang baru saja mengerti dengan penjelasan yang seharusnya bisa aku mengerti sejak tadi.


"Kamu lagi mikirin apaan sih Sayang? sejak tadi aku jelasin kamunya gak ngerti-ngerti," ujar Sam seraya mengusap tanganku yang kini ada di dalam genggaman tangannya.


"Aku lagi mikirin kamu, makanya otakku loading gak konek dari tadi," jawabku asal.


"So sweet, jadi pengen peluk," ucap Sam dengan nada manja.


"Tidak bisa! untuk saat ini tidak ada adegan Peluk-pelukan!" cegahku sebelum Sam benar-benar memelukku dan tatanan rambut yang sudah rapi ini akan berantakan jika Sam melakukannya.


"Kenapa?" tanya Sam sambil menatap heran ke arahku.


"Aku lelah jika harus masuk ke dalam salon dan membiarkan para perias itu mengutak-atik rambutku yang sudah rapi ini," jelasku.


"Astaga aku pikir kamu sudah tidak menyukai diriku lagi, Karena itulah kamu melarangku untuk memelukmu," sahut Sam dengan ekspresi wajah penuh kelegaan yang tergambar jelas di wajahnya.


"Sam, Baru saja aku bilang jika tadi aku sedang memikirkanmu, Bagaimana mungkin aku bisa membencimu secepat itu?" ujarku.


" hati manusia tidak ada yang tahu, sayang, bisa saja tadi kamu memikirkanku dan sekarang kamu membenciku," Sam masih saja memancing ku untuk terus berdebat dengannya.


" Sudahlah, jangan membahas sesuatu yang bisa membuat kita bertengkar! Lebih baik sekarang kita nikmati perjalanan Ini, Bukankah perjalanan ini terasa menyenangkan? kapan lagi kita bisa duduk di dalam mobil seperti ini? Aku merasa seperti ratu yang masuk ke dalam mobil saja ada yang membukakan pintu," ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan agar perdebatan yang sedang terjadi bisa segera berakhir.


"Apa kamu menyukai fasilitas yang aku berikan saat ini?" tanya Sam.


"Lumayan," jawabku dengan senyum manis yang ku tunjukkan ke arahnya.


"Aku bisa mengantar dan menjemputmu dengan mobil dan fasilitas seperti ini, Jika kamu menginginkannya?" Ujar Sam memberiku tawaran yang mungkin akan diterima jika tawaran itu ditujukan pada gadis lainnya, tapi aku tidak seperti mereka bagiku naik motor bersama dengan Sam jauh lebih menyenangkan dibanding naik mobil seperti saat ini, karena dengan naik motor aku bisa menikmati semilir angin yang berhembus dan melihat suasana jalanan yang aku lewati, jika naik mobil seperti sekarang pemandanganku terhalang oleh kaca mobil lagi pula AC yang aku rasakan membuat badanku sedikit meriang, maklumlah aku tak terbiasa menggunakan AC karena aku memang tidak punya.

__ADS_1


"Jangan! Aku lebih suka naik motor dari pada naik mobil seperti saat ini, jadi lebih baik kamu membawa motor saja jika ingin menjemput atau mengantar diriku," aku mencoba menolak tawarannya dengan sangat halus dan senyum yang kubuat semanis mungkin agar Sam tidak tersinggung atau marah karena penolakan yang kuberikan ini.


"Sejujurnya aku juga lebih suka naik motor bersamamu karena dengan begitu aku bisa berada jauh lebih dekat duduk di depanmu, daripada naik mobil seperti ini," ujar Sam dengan senyum menggoda yang ditunjukkan ke arahku dan aku hanya bisa membuang muka agar tak melihatnya.


__ADS_2