
"Sudahlah Angel, jangan berpura-pura lagi di hadapanku," ucap Arka dingin.
"Berpura-pura bagaimana maksudmu, Arka?" tanya Angel sambil mengerutkan dahi bingung membuat Arka semakin muak melihatnya.
"Alex, pergi dan habiskan sisa hidupmu bersamanya, karena cepat atau lambat aku akan menceraikanmu," Arka yang memang sudah berencana untuk menceraikan Angel kini tak lagi mampu diam dan menyembunyikannya, bagi Arka saat ini, yang terpenting dalam hidupnya hanya Tania, diam bukan berarti tak melakukan apapun, Arka hanya menunggu waktu yang tepat untuk menceraikan Angel.
"Kamu yakin ingin menceraikanku? apa kamu tidak takut kehilangan Tania? dia masih di bawah umur, Arka, dan kau tahu dengan pasti jika hak asuh anak di bawah umur itu jatuh ke tangan Ibunya," ancam Angel.
Sebenarnya beberapa waktu yang lalu, Angel sudah curiga jika dia sedang di ikuti oleh anak buah Arka, tapi Angel tak terlalu menggubris ataupun memikirkannya, Angel masih punya senjata pamungkas jika Arka meminta pisah darinya, maka Tania akan ikut bersamanya.
"Aku punya kekuasaan dan bukti perselingkuhamu Angel, ada apa yang ku miliki sudah lebih dari cukup untuk melawanmu di pengadilan nanti," yakin Arka yang cukup membuat Angel kini merasa khawatir, saking senang dan bahagianya dia karena kehadiran Alex, sampai-sampai Angel lupa jika suaminya itu memiliki kekuasaan dan banyak koneksi untuk melawan dirinya.
Angel terdiam mematung menyadari jika dia telah melakukan kesalahan, tanpa berfikir panjang Angel berusaha kembali merayu dan meminta maaf pada Arka, berharap dia mau memaafkannya.
"Sayang, aku minta maaf, " ujar Angel setelah dia menyadari jika apa yang dia lakukan memang salah.
"Maafmu sudah terlambat Angel, aku tidak pernah menyukai barang bekas dan hal itu berlaku juga padamu," sarkas Arka dengan ekspresi wajah penuh emosi dia berucap.
"Mama!!" Lagi-lagi suara Tania terdengar, Arka yang mengira Tania telah beristirahat ternyata salah, Tania justru datang dan sedikit berlari menghampiri Angel yang terlihat masih berada di samping Arka.
"Sayang, Tania," sambut Angel.
Melihat gadis kecil nanti imut yang pernah dia anggap pengerusak body dan kecantikannya membuat Angel mendapatkan ide cemerlang untuk tetap berada di samping Arka sebagai istrinya.
"Mama kapan pulang?" tanya Tania sambil terus mendekat ke arah Angel.
__ADS_1
Sebuah senyum dan tatapan penuh sayang kini terlihat di depan mata, meski sebenarnya terasa begitu aneh, tapi Tania terlihat tidak perduli dengan hal lain selain menatap penuh rasa senang karenanya.
"Mama baru saja sampai, putri kesayangan Mama habis dari mana?" tanya Angel dengan nada lembut, Angel mengerti apa yang harus dia lakukan agar Arka tidak berani menceraikannya, Angel harus bersikap baik dan mendekati Tania, puterinya sendiri.
"Aku baru saja berenang Mama," jawab Tania dengan senyum yang masih setia terlihat di wajahnya.
"Tania," panggil Arka, melihat sikap Angel yang tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat pada Tania membuat Arka curiga, Arka cukup lama mengenal siapa Angel dan dia begitu mengerti sifat Angel, karena itulah Arka tidak ingin Tania ikut dalam masalahnya kali ini, meskipun Arka tahu dengan pasti jika masalah yang akan datang di kemudian hari karena keputusannya untuk berpisah dengan Angel pasti akan berimbas pada Tania, tatap saja Arka tidak ingin Tania merasa sedih dan terpuruk, selama ini Angel tak pernah dekat ataupun bersikap baik pada Tania, karena itulah Arka yakin jika dia berpisah nanti, Tania tidak akan terlalu terpengaruh karena ada atau tidak Angel di sisinya bukanlah hal yang perlu diributkan.
"Iya, Pa," sahut Tania yang kini langsung menoleh ke arah sang Papa.
"Masuklah ke kamar!" titah Arka.
"Tapi Tania mau ketemu Mama, Pa," ujar Tania yang merasa sikap sang Papa menjadi aneh, dia yang biasanya hanya diam tanpa kata ataupun protes kini malah terlihat seolah tidak menyukai Tania dekat dengan Sang Mama.
"Tania! masuk atau Papa tidak akan izinkan kamu keluar dari rumah dan Papa juga tidak pernah izinkan Tania bermain dengan Mbak Senja," ancam Arka.
"Stop Arka! jangan pernah larang puteriku untuk dekat dengan Ibu kandungnya!" sela Angel yang merasa jika tindakan Arka kali ini memang benar-benar keterlaluan dan Angel tidak bisa diam saja.
"Tania, Masuk!" sekali lagi Arka memberi perintah pada Tania tanpa menghiraukan ucapan Angel.
"Sudah jangan hiraukan Papa! lebih baik Tania pergi sama Mama. Kita ke kamar Mama yuk!" Angel bersikap seolah tak mengerti jika Arka tidak suka dia dekat dengan Tania, tapi Angel tetaplah Angel, dia tidak akan pernah bisa menurut ataupun mengalah, jika dia menginginkan sesuatu maka Arka tidak akan pernah bisa mencegahnya.
Tania tak menggubris keduanya, dia hanya diam memperhatikan apa yang sedang terjadi sambil berfikir keras apa yang sebenarnya terjadi pada Papa dan Mamanya, sikap keduanya tidak seperti hari kemarin.
"Tania ikut sama Oma saja! kita main boneka di kamar." Oma langsung mengajak Tania saat dia tidak sengaja melihat situasi kurang baik ubtuk mental Tania sang cucu, entah masalah apa yang sedang anak mantunya itu alami, Oma tidak ingin ikut campur, dia hanya tidak ingin mental Tania terganggu karena masalah yang terjadi pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Oma," lirih Tania, mendengar suara Omanya membuat Tania lega, setidaknya dia tidak bingung harus mengikuti perintah yang mana.
"Ayo naik boneka sama Oma!" sekali lagi Oma mencoba mengajak Tania agar gadis kecil itu tidak bingung harus mengikuti instruksi siapa.
Tania berjalan mendekat ke arah Oma tanpa kata, dia langsung meraih jemari Oma yang sejak tadi terulur.
"Selesaikan masalah kalian di kamar! jangan pernah biarkan orang lain melihat kalian bertengkar, terutama Tania," pesan Oma sebelum akhirnya keduanya melenggang pergi meninggalkan kedua insan yang tengah berdebat.
Angel hanua diam, dia tidak pernah berani melawan Oma, orang yang sudah menyayanginya seperti cucunya sendiri, meski Angel memiliki perangai yang kurang baik dan berselingkuh, tapi dia tetap tak berani melawan Oma.
"Pergilah! dan jangan kembali! temui saja Alex! karena aku tidak akan pernah memungut bekas orang," ujar Arka dengan nada dingin dia berjalan berniat meninggalkan Angel.
"Kamu tidak punya hak untuk masuk ke kamarku lagi, besok semua barang-barangmu akan keluar dari kamarku," sekali lagi Arka memberi peringatan pada Angel karena dia mendengar suara higt hills Angel berjalan mendekat mengikuti langkahnya.
"Arka, kamu tidak bisa melakukan ini padaku, aku masih istri sahmu, jadi aku masih punya hak atas kamar kita," Angel tak terima mendengar apa yangdi ucapkan Arka.
"Aku tidak akan pernah sudi satu kamar dengan wanita murahan sepertimu, wanita yang rela bermalam dengan laki-laki lain meski statusnya masih menjadi seorang istri, lagi pula ini rumahku, jadi semua terserah padaku," kali ini Arka mengatakannya dengan nada dingin dan tatapan tajam , siapapun akan merasa takut dan enggan untuk melawan saat melihat tatapan tajam Arka saat ini.
Angel memilih pergi dari rumah dari pada terus memaksakan diri, lagi pula dia masih bisa bermalam di rumahnya sendiri.
Author Pov End ....
Mentari pagi hari ini terlihat begitu cerah, Senja yang merasa lelah dengan semua yang terjadi hanya membuka mata tanpa ada niat untuk bekerja, hari ini rasanya dia ingin tiduran saja.
"Senja! bangun, Nak!" suara Ibu menggema di telinga Senja.
__ADS_1
"Iya, Ibu," sahutku, suara Ibu benar-benar membuatku sadar, jika saat ini aku tidak boleh egois, masih ada Ibu di sampingku, dia pasti akan merasa sedih dan kecewa melihatku terpuruk, aku harus bangkit agar Ibuku tidak merasa sedih, lagi pula aku bisa menjalani hidup dengan baik sebelum bersama dengan Sam, jadi aku pasti bisa tanpa Sam.