Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Pertanyaan Oma


__ADS_3

"Sayang!" panggil Sam saat aku berjalan mendekat ke arah keluarganya, tadi Sam izin untuk mengambil minuman.


"Loh kok udah di sini? bukankah tadi kamu bilang mau ambil minum?" tanyaku merasa aneh dengan Sam yang kini sudah ada di belakangku.


"Ini untukmu." Sam memberikan satu gelas es teh ke arahku kemudian meminum satu gelas es teh yang ada di tangan satunya.


Aku hanya bisa tersenyum sambil mengambil alih es teh yang tadi di sodorkan padaku.


"Kalian ngapain di sini? ayo gabung dengan keluarga yang lain!" ajak Oma Sam yang sejak tadi melihatku hanya diam tanpa bahasa sambil memperhatikan orang-orang yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

__ADS_1


"Kamu ikut Nenek dulu! aku akan temui pamanku dulu." Pamit Sam yang ku valas dengan senyuman, rasanya sangat canggung dan malu juga sedikit nervous, aku yang tak pernah berkumpul dengan keluarga Sam merasa tidak nyaman, ditambah lagi aura dingin yang tiba-tiba terpancar dari dalam diri Nenek Sam yang langsung merubah ekspresi nya sesaat setelah Sam pergi dan tak lagi terlihat.


"Kamu sudah bekerja atau masih kuliah?" tanya Nenek Sam sambil menatap lekat ke arahku, tatapan Oma Sam seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi diriku, jantungku langsung berpacu begitu kencang seperti seorang pejalan kaki yang di hadang hantu di tengah jalan.


"Aku sudah bekerja, Nenek," jawabku jujur, aku yang memang menjalani hubungan serius dengan Sam memilih untuk jujur dan mengatakan segalanya dengan sebenarnya tanpa ada yang di tambahi ataupun di kurangi.


"Bekerja?" sahut Oma yang terlihat terkejut dengan jawaban yang aku cari.


"Aku bukan orang kaya Oma, jadi aku hanya bisa bekerja tanpa berharap bisa kuliah, karena Ibuku pasti tidak akan mampu membiayai kuliahku nanti," aku menjelaskan apa yang memang terjadi dan dari mana aku berasal dan seperti apa keadaanku yang sesungguhnya, aku ingin Oma dan keluarga Sam yang lain tahu siapa diriku dan seperti apa keluargaku.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa kenal dengan cucuku, Sam?" tanya Oma dengan nada sinis yang cukup membuatku semakin merasa tak enak hati.


"Kita satu sekolah dulu, waktu SMA kita bersekolah di tempat yang sama, karena itulah aku bisa kenal dengan Sam," aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Bukankah sekolah SMA Sam merupakan sekolah favourite dan hanya orang-orang elit yang mampu masuk ke sana, jika kamu bukan berasal dari keluarga kaya, bagaimana kamu bisa menjadi murid di sana?" Oma Sam terus saja bertanya dan membuatku semakin terpojok karenanya.


"Aku mendapat beasiswa karena prestasi yang aku dapat, dan karena itulah aku bisa sekolah di saja," Aku kembali menjelaskan apa adanya diriku tanpa perlu aku tambahin ataupun aku kurangi, mau bagaimanapun hidupku nanti, semua yang terjadi harus segera aku lupakan jika kejadian itu menyakitkan hati.


Oma Sam terdiam, dia hanya menatap kurang suka ke arahku, dan tatapan wajah yang cukup mengintimidasiku, ingin rasanya aku berlari pulang dan meninggalkan semua orang yang ada di hadapanku saat ini.

__ADS_1


"Oma!" kali ini suara Mama Sam terdengar, meski aku belum menoleh dan melihat ke arah sumber suara, tapi aku sudah tahu jika suara itu milik Mama Sam.


__ADS_2