Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Diam Seperti Patung


__ADS_3

"Maksud Tuan Arka apa?" aku yang tak mengerti dengan ucapan Tuan Arka memilih untuk bertanya dari pada diam dan membiarkan rasa penasaran ini bersarang di benakku.


"Angel selalu sibuk dan bisa aku pastikan jika dia tidak akan bisa hadir dengan sejuta alasan yang selalu dia berikan, dan Tania akan menangis di sudut kamar sesaat setelah acara ulang tahun, sama seperti tahun-tahun sebelumnya," Tuan Arka menjelaskan maksud dari ucapannya, dia berkata sambil menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


Aku langsung terdiam mendengar penjelasan Tuan Arka, sungguh aku tak menyangka jika Tuan Arka akan bercerita tentang apa yang terjadi dalam hidupnya, menurutku cerita Tuan Arka kali ini bersifat pribadi.


"Maaf Tuan," aku menyesal menanyakan hal yang pasti akan membuat hati orang yang ku tanya sakit, jika aku tahu akan begini jadinya, maka aku akan memilih diam dan membiarkan rasa penasaran ini menghilang seiring berjalannya waktu.


"Sudahlah, semua itu sudah takdir, dan aku tidak ingin membicarakannya, lebih baik sekarang kamu berfikir bagaimana caranya supaya Tania bahagia? Tania selalu bahagia saat bersamamu, karena itulah aku memintamu untuk menyiapkan segalanya. Dengan begitu aku berharap Tania akan senang dan melupakan masalah Angel," ujar Tuan Arka.

__ADS_1


"Apa aku bisa membuat Tania melupakan orang yang paling penting dalam hidupnya Tuan, aku merasa tak sepenting itu di hidup Tania," aku mengungkapkan apa yang aku rasakan, bagaimanapun Tania baru mengenalku dan aku juga baru dekat dengannya, jika selama ini Tania terlihat senang bersama denganku, mungkin itu hanya pengalihan yang aku yakini tidak akan bisa bertahan lama, dan Nyonya Angel tetap menjadi prioritasnya." Tidurku yang merasa jika Tuan Arka terlalu berlebihan menanggapi kedekatanku dengan Tania.


"Aku hanya ingin melihat senyum Tania di hari ulang tahunnya, selebihnya, aku sama sekali tidak perduli dan tidak mau tahu, dan tugasmu hanya menyiapkan acara ulang tahun Tania dan membuatnya bahagia." Tuan Arka kembali menjelaskan ap ayang memang menurutku kurang jelas dan menjelaskan secara detail.


"Bagus, besok hari minggu. siapkan semuanya, dan sekarang bersih kan!" kali ini nada suaramu sedikit menunjuk ke arah aku.


"Bagus! siapkan segalanya sekarang, bahkan jika kamu membutuhkan libur, maka liburlah!" titah Tuan Arka yang cukup membuatku tersenyum senang karenanya.


Aku berjalan penuh rasa syukur melewati setiap lorongan yang tadi dia lewati, tapi sekarang semuanya sudah berbeda lorong yang dulu gelap kini telah berubah menjadi terang benderang, bahkan terangnya melebihi perkiraan uang yang aku kira.

__ADS_1


"Tania!! kamu mau ke mana lagi?" suara seseorang yang kurang menyukai dan terancam di dunia ini terdengar mengejutkan langkahku.


"Aku izin lagi hari ini," jawabku sambil menunjukkan wajah lelahnya.


"Enak banget kamu bisa izin seperti saat ini, aku juga ingin libur sama seperti dirimu," protes Siska yang kini berdiri tegap di hadapanku.


"Kalau Mbak Siska pengen libur sepeetiku, minta saja ke Tuan Arka, jangan minta ke Aku!" jawabku dengan senyum yang ku buat semanis mungkin agar Siska tidak terlalu benci padaku.


Seketika Siska diam saat aku berbicara menyangkut Tuan Arka, dan aku melenggang pergi meninggalkan dirinya yang kini diam seperti patung di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2