Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Senja


__ADS_3

'Bagaimana aku bisa menikmati makanannya kalau seperti?' batinku berucap.


Aku merasa begitu canggung dengan posisi duduk yang sungguh tak seharusnya terjadi, Tania duduk di sisi kanan, sedang Tuan Arka duduk di sisi kiri tepat di samping aku yang duduk. Kegugupan yang aku rasakan terjadi bukan tanpa alasan, Tuan Arka duduk manis tanpa ada rasa canggung di sampingku sambil memakan makanan yang ada di depan kami.


"Mbak!" lirih Tania yang kini menoleh ke arahku.


"Iya," jawabku mengalihkan perhatianku ke arah Mbak Senja.


"Suapin," pinta Tania dengan puppy eyes yang terlihat menggemaskan, sungguh rasanya aku ingin mencubit pipi Tania saat ini.


Aku tersenyum lembut ke arah Tania kemudian menyendokkan makanan yang ada di atas meja kemudian menjodohkannya ke arah Tania agar gadis kecil yang ada di hadapannya bisa melahap makanan yang tadi aku sodorkan.


"Telima kaih," ujar Tania berucap dengan mulut yang terisi penuh oleh makanan.

__ADS_1


"Iya, ayo makan lagi!" aku kembali menyahuti ucapan Tania kemudian kembali menyuapi Tania yang sejak tadi sudah bersiap-siap untuk melahap makanan yang aku bawa.


"Senja!" panggil Tuan Arka saat aku masih asyik menyuapi Tania tanpa ku sadari jika aku belum makan karen terlalu sibuk menyuapi Tania.


"Iya, Tuan," jawabku sambil menoleh ke arah Tuan Arka yang kini terlihat menyodorkan satu sendok makanan ke arahku, melihat sikap tak biasa Tuan Arka membuatku semakin bingung harus melakukan apa? aku yang tak berani bertanya hanya bisa mengerutkan dahi memberi isyarat jika saat ini aku bingung dengan sikap yang di tunjukkan oleh Tuan Arka kepadaku.


"Buka mulutmu!" titah Tuan Arka.


"Aku memerintahkanmy untuk membuka mulut, bukan melamun," sambung Tuan Arka yang justru semakin membuatku terkejut.


Mendengar suara Tuan Arka sedikit meninggi membuatku langsung menuruti apa yang dia perintahkan tanpa berfikir dua kali setelah mendengar perintah yang kembali di ucapkan untukku.


Tuan Arka kembali memakan makanan yang tadi di sodorkan ke arahku.

__ADS_1


'Apa orang ini gak tahu kalau makan dari sendok bekasku termasuk ciuman tidak langsung,' batinku yang melihat sekilas ke arah Tuan Arka yang kembali makan dengan lahap tanpa beban, sikap Tuan Arka membuatku kembali makan dan berusaha untuk menghilangkan segala prasangka dan fikiran buruk tentang Tuan Arka.


"Setelah ini kamu ingin pulang atau tetap di sini Tania?" tanya Tuan Arka sebelum dia meninggalkan sofa.


"Aku ingin tidur siang bersama Mbak Senja, apa Papa mengizinkannya?" sahut Tania.


"Tentu saja, ajak Mbak Senja masuk ke dalam ruang istirahat Papa!" Tuan Arka terlihat memanjakan Tania, dia menuruti segala permintaan Tania dan hal itu cukup membuatku melihat sisi lain Tuan Arka.


"Hore!!" sorak Tania meloncat kegirangan mendengar jawaban Tuan Arka yang mengizinkan dia untuk istirahat bersama Tania.


"Ayo Mbak!" Tania menarik tanganku agar ikut bersamanya, sejenak aku terpaku dengan apa yang di lakukan oleh Tania .


Aku sedikit ragu untuk masuk ke dalam ruang istirahat Tuan Arka saat berada di pabrik dan tidur di ruangan ini.

__ADS_1


__ADS_2