
Aku tak lagi mempedulikan akibat yang akan aku dapatkan jika meninggalkan Tuan Arka seperti apa yang aku lakukan barusan, yang kini menguasai fikiranku hanya satu, aku harus segera pergi dari ruang tamu dan merapikan diri.
Author Pov ....
"Buk, Mbak Senja kenapa langsung lari dan masuk ke dalam rumah saat melihat Tania datang? apa Mbak Senja tidak suka dengan kehadiran ku? atau Mbak Senja tidak suka kalau aku main ke rumahnya?" tanya Tania dengan ekspresi wajah penuh kesedihan dia mengungkapkan apa yang kini dia rasakan.
"Nona Tania jangan salah faham! Mbak Senja senang kok Nona datang, hanya saja Nona datang di saat yang tidak tepat," jelas Ibu Senja.
__ADS_1
"Di waktu yang tidak tepat bagaimana, Bu? bukankah ini sudah siang dan Tania datang pas di hari minggu di mana Mbak Senja sedang libur bekerja dan Tania juga sedang libur sekolah," Tania yang tak mengerti dengan penjelasan Ibu Senja kembali bertanya.
"Maksud Ibu, Mbak Senja baru bangun tidur belum mandi ataupun cuci muka, karena itulah Mbak Senja langsung masuk lagi ke dalam rumah karena ingin membersihkan diri dulu." Dengan penuh ketelatenan Tuan Arka kembali memberi penjelasan pada Tania apa yang menjadi maksud dari ucapannya.
"Biasanya Mbak Senja juga datang pas aku masih tidur, malah yang bangunin aku juga, tapi aku tidak malu dan lari seperti apa yang di lakukan Mbak Senja," gumam Tania yang merasa jika sikap Senja bukanlah hal yang biasa.
"Itulah perbedaan bocah sama gadis Tania, nanti kalau Tania sudah besar pasti akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Mbak Senja," sahut Arka yang memiliki pendengaran cukup tajam karena dapat mendengar suara Tania yang bergumam dengan volume kecil.
__ADS_1
"Itu terserah Tania nanti," jawab Arka yang memilih untuk mengakhiri percakapan yang bisa di pastikan akan panjang jika dia menjelaskan semuanya pada Tania secara gamblang. Sedangkan Tania yang memang tak mengerti apapun hanya menganggukkan kepala setelah mendengar apa yang di katakan oleh Sang Papa.
Pagi tadi Arka sudah di pusingkan dengan suara rengekan manja Tania sesaat setelah Tania membuka mata. Semalam Arka tidur dengan Tania karena gadis kecil itu mengatakan jika Tania sedang ingin di manja, dan benar saja, ketika mentari baru muncul Senja meminta Papanya agar mengantar dirinya pergi ke rumah Senja, rengekan yang cukup merusak telinga dan mengusik tidur Arka dan membuatnya terpaksa membuka mata meski sebenarnya dia masih ingin bergelut dalam dunia mimpi, karena saat itu dia bermimpi indah.
"Pa, kenapa Mbak Senja lama sekali?" tanya Tania, sejak kecil dia tidak pernah menunggu, karena sebagian besar orang yang ada di sekelilingnyalah yang menunggu Tania atau perintah darinya.
"Maaf Tuan, Nona, kalian pasti sudah menunggu cukup lama," ujar Ibu Senja yang sejak tadi diam-diam memperhatikan setiap gerak gerik Arka dan Tania yang terlihat sudah bosan dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Bik," sahut Arka dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Bersamaan dengan sahutan yang baru saja di dengar oleh Senja, kini sang empu berjalan dengan santai menuju ruang tamu dan menemui kedua tamu yang ada di hadapannya sekarang.