Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Ini Pesta Siapa?


__ADS_3

Mobil terus melaju membelah jalan raya yang terlihat begitu padat, entah mengapa hari ini terasa begitu sibuk, hingga ada banyak mobil dan motor yang berlalu lalang di jalan raya mereka semua terlihat sangat sibuk.


"Ayo turun!" suara Sam cukup mengejutkan diriku yang sejak tadi sibuk memperhatikan jalanan sambil memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada gunanya.


"Apa kita sudah sampai?" tanyaku dengan dahi mengkerut merasa bingung ssetelag mendengar ajakan Sam.


"Tentu saja, ayo turun!" jawab Sam sambil mengulurkan tangan memberi isyarat padaku agar ikut turun sambil menggenggam tangannya.


Kami berjalan beriringan masuk ke dalam butik yang aku tahu jika di butik ini pasti tak ada barang dengan harga murah, semua yang terpajang di dalamnya pasti berharga jutaan rupiah.


"Apa harus kita datang ke sini?" tanyaku menatap penuh heran ke arah Sam yang justru tersenyum ke arahku.


"Tentu saja, ini pesta bukan sembarang pesta, karena itulah kamu harus tampil sesempurna mungkin di sana," jawab Sam yang sebenarnya membuatku semakin khawatir, entah pesta apa yang di maksud oleh Sam, aku khawatir jika nanti aku melakukan kesalahan yang mungkin bisa membuatnya malu dan menyesal telah mengajakku ke pesta itu.


"Aku jadi khawatir Sam," ujarku yang tak bisa menahan diri untuk tetap diam tanpa kata jika hatiku sedang merasa resah.


"Khawatir kenapa? apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Sam yang tak mengerti dengan rasa khawatir yang aku rasakan.


"Tidak, tak ada satupun yang mengganggumu kecuali kata-katamu barusan, jika yang akan kita datangierupakan pesta yang sangat penting, kenapa kamu mengajakku? bagaimana jika nanti aku melakukan kesalahan yang akan membuatmu malu?" aku mengungkapkan kekhawatiran yang sejak tadi muncul tanpa bisa aku tahan ataupun aku komando untuk pergi.


"Jangan khawatir soal itu! aku akan menjagamu dan aku tidak akan membiarkanmu sendirian," Sam mencoba menenangnkanku, dia berucap dengan lembut sambil mengusap punggungku.


"Apa kamu yakin akan mengajakku ke sana?" sekali lagi aku mencoba meyakinkan Sam atas pilihan yang dia ambil, aku tidak ingin Sam menyesal nantinya.


"Kamu calon istriku, jadi, kamu berhak ikut dan tahu segala hal tentang diriku, lagi pula peta ini tidak jauh lebih penting dari pada dirimu, karena dalam hidupku, kamu adalah hal yang paling penting di bandingkan pesta ini, jadi tenanglah! jangan menyerah!" Sam terus saja mencoba meyakinkan diriku untuk tetap ikut bersamanya, dan aku yang merasa jika kali ini Sam bersungguh-sungguh mencoba meyakinkan diri untuk ikur bersamanya dab menghilangkan rasa ragu yang muncul dalam hatiku.


"Baiklah, Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu saat ini," ujarku penuh semangat sambil berjalan masuk ke dalam ruang ganti. Sedang Sam hanya tersenyum mendengar ucapanku.

__ADS_1


"Bagaimana penampilannya, Sam?" tanyaku sesaat setelah keluar dari ruang ganti dan berdiri tepat di depan Sam yang sedang fokus menatap layar ponselnya.


Sam tak menjawab ucapanku, dia hanya diam sambil menatap lekat ke arahku, dia terlihat terpesona melihat penampilanku saat ini.


"Khem," aku berdehem mencoba menyadarkan Sam yang masih diam seribu bahasa.


"Eh, emmm," Sam terlihat salah tingkah, dia sekilas menoleh ke arah lain sambil menggaruk pelan lehernya yang tidak gatal.


"Bagaimana? apa baju ini cocok untukku?" sekali lagi aku mencoba bertanya pada Sam yang tak kunjung menjawab pertanyaan ku.


"Cocok, kamu terlihat sangat cantik dan baju itu sangat cocok untukmu," jawab Sam yang membuatku tersenyum senang karenanya.


"Terima kasih," jawabku.


"Tunggu di sini sebentar!" titah Sam yang kini berjalan masuk ke dalam ruang ganti dengan setelan jas yang ada di tangannya. Entah kapan dia mengambil jas itu? tapi yang aku tahu dengan pasti jas yang di bawa oleh Sam senada dengan baju yang aku pakai.


"Benarkah? apa aku terlihat tampan?" sahut Sam sambil mengerlingkan mata menggodaku yang justru memutar bola mata jengah, Sam memang bukan tipe laki-laki yang seharusnya di puji, karena dia akan berubah narsis jika di puji.


"Ishhh, kau ini, selalu saja narsis," ujarku.


"Tapi aku tetap tampan bukan," ujar Sam.


"Iya, bahkan sangat tampan, apa kamu sudah senang sekarang?" jawabku.


"Tentu saja, siapa yang tidak senang mendapat pujian dari kekasihnya, ayo berangkat!" jawab Sam yang langsung menggenggam jemariku lalu pergi masuk ke dalam mobil.


Pergi ke pesta kali ini terasa begitu rumit dan ribet, selain ke salon aku juga harus pergi ke butik, melihat keribetan yang aku lalui membuat rasa penasaran yang sejak tadi terpendam kini mulai muncul ke permukaan, entah pesta seperti apa yang akan di hadiri oleh Sam saat ini.

__ADS_1


"Hotel?" lirihku melihat mobil yang ku tumpangi berhenti di sebuah hotel yang ku tahu jika ini hotel bintang lima dan termasuk hotel paling mahal juga paling bagus di sini.


"Tunggu dulu!" aku menahan tangan Sam yang hendak turun dari dalam mobil.


"Ada apa, Sayang?" tanya Sam sambil mengerutkan dahi bingung melihatku menghentikan dirinya dengan memegang jemarinya.


"Kamu bilang kita mau ke pesta, kenapa malah ke hotel?" tanyaku dengan tatapan mata tajam menatap tajam Dan yang justru tersenyum mendengar pertanyaanku.


"Kamu tidak punya rencana buruk kan, Sam?" selidiki yang semakin penasaran dengan Sam yang tak langsung menjawabnya malah melempar senyum ke arahku.


Sam tak lagi menjawab apa yang aku tanyakan, dia langsung mengambil kertas berwarna silver yang tersimpan di belakang jok.


"Bacalah!" Sam memberikan kertas berwarna silver yang ternyata sebuah undangan padaku. Dan benar saja alamat yang di tujukan di undangan itu hotel bintang lima yang saat ini ada di hadapanku.


"Apa kamu masih berfikiran buruk tentangku?" tanya Sam.


"Sebaiknya kita langsung turun sebelum terlambat." Aku yang merasa bersalah dan salah tingkah karena sudah berfikiran buruk pada Sam memilih untuk langsung turun dari pada berlama-lama di dlam mobil.


Sam hanya tersenyum kemudian turun dan memberi isyarat agar aku menggandeng lengannya seperti pasangan yang lain.


Ruang pesta yang terlihat begitu mewah dan megah menyambut kedatangan kami, semua tamu yang datang terlihat-berkelas dan sangat cantik juga memukau, kami sempat menjadi pusat perhatian sesaat ketika baru masuk ke dalam ruangan.


"Ini pesta siapa?" tanyaku.


"Ini pesta ulang tahun pernikahan relasi kerjaku, kamu tenang saja dan jangan gugup!" jawab Sam dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Aku hanya mengangguk tanda mengerti sambil terus memperhatikan sekeliling, mencoba menikmati suasana yang ada. Sedang Sam sibuk menyapa relasi kerja dan teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2