Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Permintaan Tania?


__ADS_3

"Tolong buatkan minum untuk para staf di devisi keuangan! aku harus pergi ke ruangan Tuan Arka." Aku memberitahu apa yang ingin aku katakan padanya.


Bukannya menjawab, Reyhan malah diam mematung tanpa bergerak atau mengatakan sepatah katapun, dia terlihat bingung sekaligus terkejut, entah apa yang ada di fikirannya, yang aku tahu hanya satu, Reyhan benar-benar terlihat terkejut dengan perkataanku.


"Rey! kenapa diam? apa kamu gak mau?" tanyaku dengan ekspresi wajah penub rasa penasaran yang tak bisa aku tahan.


"Eh, bukan gak mau, Aku hanya terkejut dan bingung, tumben pagi-pagi kamu mau ke ruangan Tuan Arka, apa ada sesuatu yang gawat? atau kamu mau mengundurkan diri dan pergi dari kantor Ini?" tanya Reyhan yang kini berganti memasang wajah penuh rasa penasaran dan penuh penuntutan per jawaban padaku.


"Cari kerjaan itu susah Teh, mana mungkin aku ninggalin perusahaan ini semudah itu," ujarku yang merasa Reyhan terlalu berlebihan menanggapi penjelasanku.


"Kalau bukan itu, terus kamu mau ngapain ke ruangan Tuan Arka?" Reyhan masih saja terlihat penasaran dengan apa yang aku jelaskan tadi.


"Jangan bilang kamu mau godain Tuan Arka!" tuduh Reyhan yang membuat aku berubah emosi setelah mendengarnya.

__ADS_1


"Sekali lagi kamu bilang mau godain Tuan Arka, aku timpuk pakek sepatu baru tahu rasa," ancamku yang semakin emosi setwlah mendehgar ucapan Reyhan.


"Terus kamu mau ngapain ke ruangsn Tuan Arka?" Reyhan masih terlihat begitu penasaran dengan apa yang aku katakan padanya.


"Jangankan kamu, aku aja gak tahu kenapa aku tiba-tiba di panggil," sahutku.


"Karena kamu baik, aku akan membantumu." sanggupnya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


"terimakasi,kamu memang teman yg bisa aku andalkan," ujarku dengan senyum yang tak kalah lebar dari senyum Reyhan.


Tok ... tok ... tok ....


"Tuan, apa saya boleh masuk?" ucapku saat berada tepat di depan ruangsn Tuan Arka.

__ADS_1


"Masuklah!" suara Tuan Arka terdengar mengema hingga terdengar jelas di telingaku meski ruangan Tuan Arka tergolong besar, tetap saja suaranya terdengar cukup jelas dan keras di telingaku.


Tanpa menunggu perihtah yang kedua kalinya, aku langsung masuk ke dalam ruangan sesuai dengan perintah yang aku dengar.


"Ada apa Tuan memanggil saya?" tanyaku yang baru saja aampai di dalam ruangan dan berdiri tepat di hadapan Tuan Arka.


"Aku ingin kamu menyiapkan pesta ulang tahun untuk Tania!" titah Arka yang cukup untuk membuat jantung yang awalnya baik-baik saja kini langsung berpacu setelah mendengarnya.


"Kenapa harus saya Tuan?" spontan aku bertanya.


"Tania ingin kamu yang mengurus segalanya," jawaban Tuan Arka sungguh membuatku semakin bingung, pasalnya, sebuah ulang tahun merupakan waktu yang paling di tunggu setiap anak, kebanyakan dari mereka berlomba untuk membuat pesta sebaik mungkin bersama Tuan Arka dan Nyonya Angel yang notabennya majikan sekaligus orang tuanya.


"Harusnya Tania meminta nyonya Angel untuk menemaninya di acara sepenting ini," mendengar ucapanku Tuan Arka terlihat kurang suka, Tapi aku tetap harus menanyakannya kepada Tuan Arka.

__ADS_1


"Percuma, dan aku tidak ingin menambah luka yang pasti terjadi meski selalu di tutupi dengan senyum palsu yang sengaja dia tunjukkan padaku," Tuan Arka terlihat menjelaskan lagi apa yang sebenarnya terjadi padaku.


__ADS_2