
"Iya," sahut Oma.
"Oma ngapain di sini?" tanya Mama Sam yang terlihat begitu ramah dan penuh kasih Sayang.
"Aku hanya ingin tahu siapa gadis yang di bawa oleh cucuku," jawab Oma.
"Untuk apa Oma?" sahut Mama Sam.
"Untuk memastikan jika Sam tidak salah pilih," Oma kembali menjawab dengan nada yang ku rasa kurang menyenangkan hati.
"Percuma, Sam tidak akan pernah mau mengikuti ucapan kita, dia sudah terlanjur cinta pada gadis yang tak sederajat dengan kita, jadi biarlah dia melakukan apa yang dia suka, nanti kalau sudah bosan pasti akan di buang," ucap Mama Sam sambil melirikku dengan lirikan penuh kebencian juga tatapan menghina.
__ADS_1
'Deg'
Bersamaan dengan ucapan Mama Sam yang benar-benar menyakitkan hati, Aku terdiam mematung merasa sesuatu yang begitu besar menghantam jiwaku seolah terguncang mendengarnya, kenapa sikap dan ucapankedua orang yang aku yakini paling penting dalam hidup Sam ini begitu menyakitkan hati saat Sam tak ada di sampingku, apa ini sifat sebenarnya mereka sombong, angkuh dan yang paling penting juga menakutkan bagiku sifat mereka yang tidak menyukai kehadiranku, mereka hanya berpura-pura bersikap baik padaku saat ada Sam di sampingku, kemudian kembali menunjukkan sifat aslinya setelah Sam pergi dan tak lagi berada di sampingku.
"Kamu benar, seharusnya Sam mengerti dan tahu tanpa perlu kita jelaskan jika pilihannya saat ini bukanlah pilihan yang sepadan, tapi sudahlah, di bahaspun tidak akan merubah apapun, Sam tidak akan bisa meninggalkanmu, kecuali kamu yang sadar dengan posisimu lalu pergi meninggalkan Sam," ucapan Oma Sam tak jauh berbeda dengan Mama Sam, bahkan kata-kata Oma Sam jauh lebih menyakitkan dari pada yang lain.
Aku hanya bisa diam menundukkan kepala tanpa bisa membalas setiap kata yang sudah di ucapkan Oma dan Mama Sam padaku.
"Tidak ada, kami hanya mengobrol biasa saja, kamu sendir dari mana?" sahut Mama Sam yang kini juga melempar pertanyaan pada Sam.
"Aku baru saja menemui paman untuk membicarakan rencana melebarkan kebun teh kita dengan membeli lahan yang ada di dekat kebun kita saat ini," jelas Sam dengan wajah berbinar Sam mengatakan semuanya, dia akan semakin sukses dan kaya jika membeli lahan lagi dan aku semakin ragu untuk terus bersama dengannya.
__ADS_1
"Wah selamat ya Nak, kamu memang bisa di banggakan, Papa di sana pasti senang melihat kesuksesan yang kamu raih saat ini," Mama Sam kembali berucap.
Semua berubah saat Sam ada di sampingku, kelurga Sam begitu ramah dan baik padaku, begitu juga dengan Mama dan Oma Sam yang kiniberubah bai, sungguh acting yang sempurna, mereka lebih cocok menjadi artis dari pada orang tua pengusaha seperti Sam.
"Terima kasih untuk hari ini, Sayang," ujar Sam sesaat setelah aku turun dari mobil yang kali ini sopirnya Sam sendiri.
"Harusnya aku yang berterima kasih," balasku, meski sikap keluarga Sam kurang baik, aku tetap harus berterima kasih, setidaknya Sam sudah bersikap baik dan memberikan yang terbaik untukmu hari ini.
"Aku pulang dulu. Sudah malam, titip Salam buat Ibu," pamit Sam sebelum kembali masuk ke dalam mobil.
"Hati-hati!" sahutku sambil tersenyum dan sekilas melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan, sedang Ibu tak terlihat keluar dari rumah, mungkin beliau sedang menonton TV dan tidak mendengar suara mobil Sam yang memang tak memiliki suara.
__ADS_1