Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Perceraian


__ADS_3

"Rasanya tidak pantas kalau aku minum di tempat yang sama dengan Tania, Tuan," jujurku yang memang merasa tak enak hati jika melakukannya.


Bukannya menerima alasan yang aku berikan, Tuan Arka justru tersenyum lucu menanggapi jawabanku.


"Kalau kamu merasa sungkan, minum yang ini saja!" ujar Tuan Arka yang kini malah memberikan satu cup kopi miliknya.


"Kopi," gumamku yang masih di dengar oleh Tuan Arka.


"Iya, kopi," jawabnya.


"Kenapa? apa kamu enggak tahu kopi?" Tuan Arka kembali bertanya.


"Aku tahu Tuan, tapi aku tidak suka kopi," aku kembali berkata jujur, meskipun rasanya sangat menyakitkan, tapi aku tetap merasa jika setiap kata yang keluar dari bibir Tuan Arka terdengar begitu aneh.


Mendengar jawabanku yang mengatakan kalau aku tidak menyukai kopi, Tuan Arka langsung berdiri berjalan menuju kedai teh dan kopi yang tadi dia beli.


"Minumlah!" titah Tuan Arka sambil mengulurkan satu cup teh berukuran sedang.


Aku semakin bingung dan merasa aneh dengan apa yang baru saja di lakukan oleh Tuan Arka, dia yang dingin kini justru terlihat begitu hangat penuh perhatian, meskipun kata-katanya masih hemat, tapi setidaknya dia masih perhatian padaku.


"Terima kasih," ucapku saat menerima satu cup teh dari tangan Tuan Arka.


Semua keanehan terjadi begitu saja, Tuan Arka sama sekali tak bisa di tebak, terkadang sikapnya membuatku terkagum-kagum, kadang pula membuatku merasa kurang menyukai sikapnya, ahhh intinya, Tuan Arka memang orang teraneh yang pernah aku temui.


"Pa, apa malam ini aku masih tidur di rumah Mbak Senja?" tanya Tania polos.


"Iya, untuk beberapa hari kedepan, kamu tetap di sini, ada sesuatu yang harus papa selesaikan," jawab Tuan Arka yang cukup membuat Tania mengerti.

__ADS_1


"Asyik!! aku tidur bareng Mbak Senja lagi," seru Tania girang.


"Baik-baik di sini, Papa akan menjemputmu tiga hari lagi." Pesan Tuan Arka sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Tania dan aku yang kini masih berdiri di tempat.


"Siap Papa," sahut Tania sambil berteriak karena posisi Tuan Arka berada jauh dari kami.


"Mbak, aku lelah, ayo pergi tidur!" ajak Tania sesaat setelah melihat sang Papa sudah masuk ke dalam mobil.


Sebenarnya aku merasa sedikit aneh dengan sikap yang di tunjukkan oleh Tania, bagaimana bisa Tania begitu senang berada di rumahku, padahal jika di bandingkan dengan rumahnya, sangat jauh berbeda, bahkan kamar mandi di rumah Tania jauh lebih bagus dari pada kamar tidur di rumahku.


"Ibu, Tania mau minum susu," pinta Tania pada Ibuku, sejak kemarin panggilan Tania pada Ibu berubah dan aku hanya bisa melihat tanpa bisa memprotes ataupun mengingatkannya, karena panggilan itu, Tania sendiri yang membuatnya.


Satu gelas susu hangat sudah tandas tak tersisa, Tania langsung tidur sesaat setelah menghabiskannya, dia terlihat begitu senang dan nyaman tidur bersamaku di kamar jelek ini.


Author POV ....


"Sial! sejak kapan Arka punya bukti itu?" gumam Angel merutuki dirinya yang kalah dalam persidangan, meski seharusnya hak asuh anak ada padanya karena usianya yang masih dibawah umur tapi bukti perselingkuhan yang di berikan Arka bisa membuat hak asuh itu gugur.


"Aku akui kali ini aku kalah, tapi aku masih punya hak untuk bertemu dengan putriku," ujar Angel sesaat setelah keduanya keluar dari ruang sidang.


"Tentu saja, kamu berhak bertemu dengan putrimu, tapi tidak setiap hari, dan kamu bisa bertemu dengannya jika aku mengizinkan," sahut Arka acuh.


Dengan langkah tegas dan lebar, Arka langsung meninggalkan Angel begitu saja tanpa memperdulikannya lagi, bagi Arka, Angel bukan lagi orang yang penting dalam hidupnya, dia hanya selembar kertas putih yang telah ternoda, bagian kelam di masa lalunya.


"Sekarang kita mau ke mana, Tuan?" suara asisten pribadi Arka terdengar mengejutkan Arka yang sedang melamun.


"Batalkan semua jadwal untuk hari ini! aku ingin menghabiskan waktu bersama putriku," jawab Arka tegas.

__ADS_1


"Baik, Tuan," sahut Sang asisten yang hanya bisa patuh tanpa bisa menolak apa lagi memprotes perkataan Arka.


'Aku akan buat kamu bahagia putriku, meski tidak bersama Mamamu,' batin Arka bertekad ingin terus bersama dengan Tania sang putri tanpa memikirkan Angel.


Hari yang tak pernah terfikirkan oleh Arka kini telah terjadi, perceraiaan antara dirinya dan Angel tak pernah dia bayangkan sebelumnya, tapi penghianatan yang sudah di lakukan oleh Angel tak bisa di maafkan, bafi Arka saat ini dia harus tetap maju dan memikirkan masa depan sang putri dari pada harus terus memikirkan Angel yang mungkin sudah bahagia bersama Alex, sahabatnya sendiri.


"Bagaimana sayang? apa kamu berhasil mendapatkan harta Gono gini yang cukup besar?" tanya Alex sesaat setelah Angel pulang dari pengadilan.


"Arka punya bukti perselingkuhan kita, dan bukti itu yang membuatku tidak bisa mendapat harta Gono gini sesuai dengan tuntutan yang aku minta," jawab Angel.


"Kenapa dia bisa punya bukti itu?" sahut Alex yang terlihat emosi dan jengkel dengan apa yang baru saja di katakan oleh Angel.


"Entahlah, tapi dia memberiku uang kompensasi cukup besar, dan kita bisa menggunakannya," ujar Angel.


"Berapa?" spontan Alex.


"Arka memberiku uang kompensasi sebesar lima ratus juta," jawab Angel malas, baginya uang itu memang cukup besar tapi hanya cukup untuk memenuhi gaya hidup glamornya beberapa bulan saja.


"Lumayan juga, kita bisa liburan ke Dubai dengan uang itu, bukankah sudah lama kamu ingin ke sana," tutur Alex.


"Kamu benar juga, besok kita akan ke Dubai, aku jenuh di rumah terus," sahut Angel penuh semangat.


Jika Angel merencanakan liburan untuk membahagiakan dirinya sendiri, maka berbeda dengan Arka yang kini tengah duduk di balkon kamar, memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, dan bagaimana dia menjelaskan pada Tania tentang hubungannya dan Angel sang Mama, Arka sangat faham jika Tania mendambakan sosok Angel sebagai Mama hadir dalam hidupnya, tapi di sisi lain Arka tidak bisa terus-terusan diam saat melihat perselingkuhan yang di lakukan oleh Angel, apa lagi dia selingkuh dengan Alex, sahabat Arka sendiri.


"Aku harus merundingkan semua ini dengan Senja, aku yakin dia tahu bagaimana cara menjelaskan semuanya pada Tania," seru Arka yang selalu berfikir jika Senja bisa membantunya.


'Senja adalah gadis penyayang, dia terlihat sangat menyayangi Tania, dia juga begitu perhatian dengan Tania, seandainya saja dia juga bisa sayang dan perhatian padaku,' batin Arka mulai ngelantur.

__ADS_1


"Astaga, apa yang aku fikirkan? Arka stop! jangan fikirkan hal yang tidak-tidak!" Seru Arka yang langsung berdiri saat menyadari jika batinnya mulai ngelantur dan berfikir sesuatu yang tidak seharusnya dia fikirkan.


__ADS_2