Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Senyum Bahagia Tania


__ADS_3

Gerimis yang sejak tadi turun membuat aku merasa bingung, pasalnya kini bukan cuma gerimis tapi hujan yang cukup deras, Tuan Arka terpaksa menutup rapar tenda, untung saja tenda yang kami pakai anti air, meski udara dingin mulai merasuk ke dalam tubuh, setidaknya baju kami masih kering dan ada kasur angin seukuran dengan tenda yang kami pakai juga selimut tebal cukup membuat kami merasa sedikit hangat.


"Mbak, ngantuk," keluh Tania yang langsung menarik selimut dan meletakkan kepala di atas pahaku.


Melihat apa yang di lakukan Tania membuatku reflek mengusap rambutnya lembut dan mencoba menyalurkan kasih Sayang yang muncul tanpa aku sadari, mungkin rasa Sayang ini muncul karena insting keibuan yang terprndam dalam diriku, dan mungkin saja aku menyayanginya karena sudah terbiasa bersama dan kita saling bertemu.


"Kamu juga lelah, istirahalah!" suara Tuan Arka mbuat pusat perhatianku yang sejak tadi tertuju pada Tania kini berubah seratus delapan pulupuluh derajat ke arah Tuan Arka yang duduk di samping Tania, jika di lihat-lihat aku dan Tania juga Tuan Arka terlihat seperti keluarga kecil yang sedang berbahagia menghabiskan waktu bersama di hari yang cukup tak bersahabat dengan hujan yang turun.

__ADS_1


"Aku akan istirahat jika nanti sudah benar-benar lelah, Tuan," jawabku yang sekarang masih merasa tak enak jika harus tidur lebih dulu, apa lagi jika harus tidur rasanya tidak enak karena di dalam tenda yang tidak cukup besar ini masih ada Tuan Arka yang kini duduk tegak di samping Tania yang sudah tertidur lelap di pangkuanku.


Logikaku masih berfungsi sempurna, tapi ragaku tak mau bekerja sama, rasa kantuk mulai merasuk ke dalam jiwa, hingga membuatku merasa kantuk dan perlahan tanpa bisa aku kendalikan mataku perlahan terpejam dan aku tak lagi ingat kemana tubuhku bersandar, yang aku tahu saat ini, aku tertidur tanpa bisa terbangun sebelum rasa kantuk yang tadi menyerangku menghilang.


Author Pov ....


"Katanya tidak mengantuk? tapi belum satu menit sudah lelap," lirih Arka saat melihat Senja tidur dengan nyamannya, sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan hati.

__ADS_1


Arka menatap lekat ke arah Senja yang semakin lelap dalam tidurnya, rasanya wajah Senja terlihat begitu menyejukkan hati dan menenangkan fikiran, dalam benak Arka.


'Kenapa aku jadi terpesona melihat gadis ini, tidak, Aku tidak boleh tertarik pada siapapun, Angel jauh lebih cantik dan lebih dalam segalanya di setiap kesempatan.


"Khem," deheman Tuan Arka terdengar saat tanpa sengaja dia menatap sesuatu yang tak seharusnya dia lihat terpajang nyata di hadapannya.


Arka perlahan mengulurkan tangan mencoba menutup pembatas gunung kembar milik Senja yang tanpa sengaja terlihat karena tingkah senja yang kini ikut tidur, tadi Senja tidur dengan posisi duduk, tapi tanpa dia sadari, posisinya sudah berubah, kini Tania tidur di samping Senja yang juga ikut tidur menemani Tania di sampingnya.

__ADS_1


Arka kembali diam seribu bahasa setelah membenarkan baju milik Senja. Arka terus memandang hujan yang cukup lebat, andai sejak awal dia tahu jika akan hujan seperti saat ini, Arka pasti akan mengurungkan niatnya untuk terus piknik, karena saat ini dia terjebak dengan seseorang yang berstatus kariyawan, bukan Istri ataupun sahabat yang kini menemani Arka sebagai laki-laki, tapi Arka tetap bahagia karena dia melihat senyum bahagia Tania.


__ADS_2