
"Sayang, kamu mau ke mana?" tanya Tuan Arka saat melihatku berdiri hendak pergi meninggalkannya, bermaksud untuk membersihkan diri dan menyiapkan makan untuknya dan Tania.
"Aku mau mandi Mas," jawabku, setelah perdebatan panjang kali lebar, akhirnya Tuan Arka mengizinkan aku untuk memanggilnya dengan sebutan Mas, dan aku sangat senang dengan apa yang aku miliki saat ini.
"Jangan pergi! temani aku lima menit lagi!" cegah Tuan Arka yang membuatku merasa khawatir, karena selama ini Tuan Arka akan kembali meminta jatah jika dia mulai mencegahku seperti saat ini.
"Mas, aku harus membuat makanan untukmu dan Tania, jika aku kembali tidur kalian mau makan apa?" aku terus berusaha mencari alasan aku bisa menghindar dan segera pergi dari kamar, jika tidak, maka bisa di pastikan Tuan Arka akan mengajakku olahraga sampai sore.
"Untuk apa aku membayar asisten rumah tangga jika kamu masih harus memasak dan tidak mematuhi permintaanku," suara Tuan Arka mulai tidak enak di dengar dan setiap kali dia mulai emosi, aku hanya bisa mengalah dan mengikuti apapun yang dia katakan, semua itu sudah menjadi kebiasaan yang telah mendarah daging dalam diriku dan aku tidak bisa mengubahnya.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti aku berjalan mendekati ke arahnya dan mulai mengikuti apa yang dia inginkan. Tuan Arka banyak sekali berubah dia semakin menyayangiku dan terkadang terkesan posesif tapi apapun yang dia lakukan aku selalu merasa senang dan bahagia karena aku tahu jika semua yang dilakukan karena dia menyayangiku.
" Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku senja tetaplah disampingku dan jangan pernah berpikir untuk pergi karena aku tidak akan pernah mengizinkanmu pergi," berisik Tuan Arga kayak gini setengah memeluk erat tubuhku dari belakang dan men***um lembut kepalaku, mencoba menyalurkan segala rasa cinta yang dia miliki untukku.
Cukup lama aku menemani Arka tidur hingga suara nyaring milik Tania terdengar di depan pintu kamar.
"Papa! Mama! bangun!" Panggil Tania yang cukup membuat aku dan tetap Arka terusik karenanya,
"Ma, aku ngantuk pengen tidur sama Mama," ujar Tania yang memang sering sekali menjadi orang ketiga saat aku menghabiskan waktu bersama Arka, tapi meski begitu aku merasa sangat bahagia karena Tania begitu menyayangiku, dia bersikap seperti anak kandung ku sendiri bahkan di antara aku dan dia sama sekali tidak ada sekat.
__ADS_1
" Ayo masuklah!" Pacarku sambil membimbing Tania untuk masuk dan ikut bergabung tidur bersama aku dan Arka.
Hari ini jam lama masih menunjukkan pukul satu siang, Di mana biasanya Tania akan di siang bersamaku di kamar ini tapi hari ini sedikit berbeda karena Arka sedang libur, Jadi hari ini kita tidur bertiga seperti sebuah keluarga yang terlihat bahagia dan harmonis.
Tuan Arka yang sedikit terganggu dengan kedatangan Tania mulai terjaga, kemudian kembali tertidur sambil memeluk diriku dan Tania bersamaan.
"Pa, sempit!" keluh Tania yang merasa sesak karena Arka sedang memeluknya.
"Diamlah Tania! jika kamu masih ribut terus, Papa akan menyuruhmu keluar dan tidur sendiri di kamar," ancam Arka, yang sukses membuat Tania langsung diam mematung dan memejamkan mata tanpa protes sedikitpun.
__ADS_1
Dan inilah kisahku, kisah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, mendapatkan suami seorang Arka yang menjadi bintang dalam hidupku, dan aku bahagia hidup bersamanya.
~Tamat~