
Sungguh hari yang melelahkan, jika boleh jujur aku lebih suka menjadi office girl dari pada harus menemani Tania dan terlibat dalam keluarga Tuan Arka yang cukup membuatku sport jantung.
"Sayang!" suara lantang Sam mengejutkan diriku yang tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri, da banyak hal yang kini mengusik fikiranku, termasuk masalah Tuan Arka, dia memang jauh lebih manis dan baik ketika aku bertemu dengannya bersamaan dengan Tania, tapi aku tidak menyukai kedatangan Nyonya Angel yang menyuruhku berselingkuh dengan Tuan Arka.
"Sam," sahutku mengalihkan perhatian dan fokus pada laki-laki nomor satu dalam hidupku saat ini.
"Kamu lagi ngelamunin apa?" tanya Sam.
"Tidak ada, aku hanya merasa jenuh dan lelah setelah bekerja, apa kamu sudah lama di situ?" aku menjawab pertanyaan Sam dengan sebuah pertanyaan.
"Cukup lama, aku sengaja memperhatikan apa yang kamu lakukan tanpa ada niat menegur," jelas Sam.
__ADS_1
"Harusnya kamu menegurnya sejak tadi," sahutku yang kini langsung berjalan mendekat ke arah Sam kemudian naik ke atas motor yang menjadi saksi bisu betapa kami saing mencintai.
"Sayang, Mama ingin bertemu denganmu untuk membicarakan pernikahan kita, kapan kamu bisa datang ke rumah?" pertanyaan yang cukup membuatku terkejut, kenapa secepat ini? tapi sedetik kemudian aku mengingat jika aku dan Sam sudah cutting baju pengantin, tentu saja orang tua Sam ingin bertemu denganku, aku yakin dia ingin memastikan. seperti apa calon anaknya nanti, meskipun aku sudah lama mengenal Sam dan orang tuanya, tapi aku jarang sekali bercengkrama dengan mereka.
"Sayang! apa kamu mendengarku?" Sam kembali bertanya karena aku tak kunjung menyahuti ucapannya.
"Bagaimana kalau hari minggu besok?" usulku.
"Boleh, Aku akan menjemputku tepat jam delapan pagi, kamu harus sudah siap dan jangan lupa untuk dandan sebaik mungkin, karena Minggu besok, akan ada Nenekku," tutur Sam.
"Iya, beliau memang tinggal di luar kota, jadi kamu tidak pernah bertemu dengannya, kali ini Nenek sengaja datang ingin bertemu denganmu," Sam kembali memberitahu alasan kedatangan sang nenek yang cukup membuatku merasa khawatir, aku takut mengecewakan Sam, bagaimana kalau Neneknya itu tidak menyukainya?
__ADS_1
"Kenapa aku merasa hari ini kamu lebih banyak melamun Sayang?" Sam kembali melempar pertanyaan menanggapi aku yang hanya diam tanpa kata.
"Aku hanya lelah Sam, mungkin aku butuh istirahat agar bisa mengobrol lebih baik denganmu," jawabku asal.
Rasanya sangat malas untuk kembali membahas sesuatu yang membuatku takut dan khawatir, rasanya aku ingin segera tidur di kamar yang paling nyaman menurutku.
"Baiklah, untuk hari ini kita akan langsung pulang agar kamu bisa beristirahat," ujar Sam yang langsung melajukan motornya lebih cepat dari biasanya.
"Terima kasih, Sayang," ucapnya yang merasa perlu mengatakan Sayang agar Sam merasa senang dan tidak kecewa karena sudah lelah menjemputku tapi aku malah bersikap kurang baik.
"Apa? Aku tidak dengar, ucapkan sekali lagi!" bukannya membalas ucapan terima kasihku, Sam justru meminta aku mengulangi kata-kataku itu dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
__ADS_1
"Terima kasih, Sayangku," sekali lagi aku mengucapkan rasa terima kasih pada Sam yang kini terlihat semakin bahagia dengan binar kebahagiaan di matanya.
"Selamat istirahat, Sayang, mimpi indah," sahut Sam yang semakin melebarkan senyumannya.