
Hari yang penuh tantangan meski begitu aku tak menyesal dengan setiap hal bahkan setiap detik yang aku lakukan, bagiku apa yang sudah ku lewati hari ini adalah pelajaran yang harus aku ingat dan aku perbaiki di hari esok.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini?" tanya Sam saat melihatku berdiri di sampingnya.
"Cukup menyenangkan, kalau pekerjaanmu bagaimana?" aku balik bertanya.
"Selama kamu masih di sisiku, maka semua hal yang ada dalam hidupku akan tetap baik-baik saja," jawabnya yang cukup membuatku merasa malu sekaligus bahagia setelah mendenganya.
"Jangan terus menggombal, Sam!" aku yang tak ingin terus-terusan di buat malu dan berbunga-bunga mencoba mengingatkan Sam agar dia tidak terus menggodaku.
"Aku tidak pernah berniat menggombal, aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan saat ini," jawab Sam.
Entah benar atau tidak, tapi satu hal yang tak pernah berubah dalam diri Sam, dia selalu saja bersikap manis dan penuh perhatian di manapun dan kapan pun.
__ADS_1
"Sudahlah, kalau kamu terus menggombal, kapan kita bisa pulang?" ujarku yang tak ingin terus-terusan mendengar gombalan Sam yang tidak akan pernah ada habisnya.
"Nanti malam ada acara pesta di rumah rekan kerjaku, pa kamu bisa datang bersamaku?" tanya sama sebelum aku benar-benar naik ke atas motornya.
Mendengar ajakan Sam, Aku hanya bisa Diam Terpaku menatap Sam yang sejak tadi menatapku penuh harap, melihat Sam yang terus saja berharap agar aku mau mengikuti keinginannya membuatku menyetujui apa yang diminta olehnya.
"Baiklah, aku akan ikut bersamamu." Jawabku yang tak lagi bisa menolak ajakan sam kali ini.
"Bagus, aku akan sangat senang jika kamu memang setuju untuk ikut bersamaku," ujar Sam dengan wajah penuh kebahagiaan yang terpancar jelas di wajahnya.
"Tapi kenapa? Jika kamu punya masalah jangan pernah sungkan untuk berbicara atau menceritakannya kepadaku! Bukankah saat ini aku adalah Kekasihmu, maka kamu punya hak untuk bercerita dan meminta bantuanku, begitu pula diriku yang punya hak untuk mengetahui masalahmu senja," tutur Sam.
"Sebenarnya aku bingung selama ini aku tidak pernah membeli baju pesta, Karena itulah aku bingung harus pergi ke pesta bersamamu memakai baju yang seperti apa?" aku yang tak punya alasan lain selain mengatakan apa yang sebenarnya terjadi mengatakan semuanya pada Sam terpaksa berkata jujur agar Sam mengerti dan tak ada salah faham di antara kita.
__ADS_1
"Naiklah!" titah Sam yang kini memakaikan helm ke kepalaku kemudian bersiap untuk melajukan mobilnya menungguku yang belum benar-benar berada di atas motor.
Motor Sam melaju dengan kecepatan cukup tinggi hingga aku terkejut dengan apa yang Sam lakukan, dia yang biasanya selalu bersikap lembut dan mengendarai motor dengan tenang, kali ini berubah seratus delapan puluh derajat, Aku langsung memeluknya dengan erat takut terjatuh jika akut tetap diam tak mau memeluknya.
"Sam, lain kali jangan membawa sepeda motor sekencang itu!" Aku mencoba mengingatkan Sam yang justru mengerutkan dahi bingung dengan protes yang aku layangkan.
"Kamu baik-baik saja, Sayang?" tanya Sam saat melihatku berdiri sambil memegang kepala.
"Aku baik-baik saja tapi Kepalaku pusing, Bisakah kamu Mengemudi motor dengan kecepatan lebih pelan sedikit? "Tanyaku yang merasa jika Sam Memang melajukan motornya terlalu cepat.
" maaf jika kamu merasa tidak nyaman, aku hanya tidak ingin kamu dan aku terlambat untuk pergi. "Ujar Syam dan ekspresi wajah penuh penyesalan.
"Meskipun kamu sedang terburu-buru bahkan sangat terburu-buru, aku minta padaMu agar kamu tidak Meungemudi dengan kecepatan seperti tadi," Aku mengatakan apa yag ingin aku katakan.
__ADS_1
"Lain kali aku akan mendengar dan melaksanakan semua yang kamu minta, tapi untuk saat ini aku ingin segera pergi setelah kamu berpamitan pada Ibu," titah Sam yang langsung aku turuti.