Kutemukan Cinta Di Ujung Senja

Kutemukan Cinta Di Ujung Senja
Menikahlah Denganku!


__ADS_3

"kenapa tidak turun di kantor saja?" Tanya Arka.


"Aku tidak ingin ada gosip di kantor, karena itulah aku meminta Tuan menurunkanku di ujung jalan," jujurku, memang tidak ingin mendapatkan gosip jika aku dekat dengan pemilik perusahaan.


Tuan Arka tak menjawab permintaan yang baru saja aku katakan, dan aku hanya bisa diam tanpa bisa protes ataupun memaksanya lagi, lebih baik aku diam dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Tuan Arka daripada harus terus berdebat dengannya.


"Turunlah!" Perintah Tuan Arka, sesuai dengan apa yang aku inginkan dia menurunkanku tepat di ujung jalan sebelum sampai di kantor.


"Terima kasih, Tuan," ucapku sebelum turun dari mobil.


"Hm," jawab Tuan Arka singkat.


Mobil Tuan Arka kembali melaju menuju kantor di mana aku juga ikut bekerja di sana, seperti biasa aku mulai melakukan pekerjaan yang memang sudah menjadi kewajibanku sebelumnya, meski ada rasa aneh yang terselip dalam hatiku karena melihat seluruh teman-temanku terlihat biasa saja, dan tidak mempertanyakan ke mana aku pergi selama seminggu ini, tapi aku tetap berusaha bekerja seperti biasa.


"Senja!" Panggil Reyhan yang sejak pagi sama sekali tidak menggodaku seperti biasanya, dia terlihat lebih sopan dari sebelumnya.


"Iya Rey, ada apa?" Tanya aku sama seraya menghentikan aktivitasku yang tengah menyapu.


"Kamu dipanggil Tuan Arka, pergilah temui beliau di ruangannya!" Tutur Reyhan yang membuatku merasa aneh, pasalnya aku tidak berbuat kesalahan apapun dan aku tidak memiliki keperluan apapun dengan Tuan Arka, tapi Tuan Arka mencariku.


"Apa ada masalah?" Tanya aku dengan ekspresi wajah penuh kekhawatiran yang pasti bisa dilihat oleh Reyhan.


"Aku tidak tahu, lebih baik kamu temui saja dia di ruangannya! dari pada terus bertanya padaku dan aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu itu Senja," jawab Reyhan yang memang tidak tahu apa alasan Tuan Arka memanggil senja.

__ADS_1


"Baiklah kau mau aku akan mendatanginya setelah menyelesaikan tugasku ini," ujarku yang merasa tanggung jika harus meninggalkannya.


"Sudah, tinggalkan saja pekerjaannu itu! biar aku yang menyelesaikannya saja," sahut Reyhan.


"Apa kamu serius?" Tanyaku yang merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar.


"Iya, sudah pergi sana!" Sahut Reyhan mencoba meyakinkan Senja jika dia tidak sedang bercanda.


"Apa segawat itu?" Lirih Senja yang mulai merasa khawatir dengan maksud dan tujuan Tuan Arka memanggilnya.


"Aku juga tidak tahu, tapi aku tidak ingin terkena masalah jika kamu tidak segera datang ke sana," jawab Reyhan yang memang tidak tahu tujuan Tuan Arka memanggil senja.


"Baiklah, aku akan ke sana dan terima kasih sudah membantuku Rey," ujar Reyhan sambil tersenyum ke arah Senja.


Dengan sejuta pertanyaan yang muncul di benakku, aku terus berjalan menyusuri lobi menuju ruangan Tuan Arka yang memang berada cukup jauh dari tempatku bersih-bersih tadi.


Tok ... tok ... tok ....


"Permisi, Tuan," ucapku sebelum masuk ke dalam ruangan Tuan Arka.


"Masuklah!" Sahut Tuan Arka seolah tahu siapa yang mengetuk pintu dan berbicara padanya.


"Maaf, apa Tuan Arka meminta saya datang ke sini?" Tanya aku dengan penuh rasa khawatir juga takut yang kini menguasai hatiku.

__ADS_1


"Duduklah!" titah Tuan Arka.o


Aku langsung duduk setelah mendengar perintah Tuan Arka.


"Ada apa Tuan? apa saya membuat kesalahan?" tanyaku yang memang sangat khawatir jika aku di panggil ke ruangan ini karena aku memiliki kesalahan, tapi Tuan Arka terlihat diam tanpa kata, dia terlihat berfikir keras hingga satu kata yang mampu membuatku semakin tercengang kini terdengar di telingaku.


"Menikahlah denganku!" ujar Tuan Arka yang membuatku kesulitan untuk mempercayai apa yang baru saja aku dengar.


"Apa, Tuan? menikah? bagaimana mungkin? bukankah Tuan baru saja bercerai dengan istri Tuan? dan kenapa tuan mengajakku menikah?" pertanyaan yang sangat mengejutkanku membuat kedua bola mataku terbuka lebar hingga terlihat keluar dari tempatnya.


"Aku memerintahkan kamu untuk menikah denganku, bukan untuk mengintrogasiku, dan kamu tidak memiliki hak untuk banyak bertanya," sahut Tuan Arka yang kini justru terlihat tegas tak terbantahkan.


"Tapi Tuan, bagaimana dengan Tania atau keluarga Tuan, aku hanya seorang pembantu," jujurku yang merasa tidak pantas bersanding dengan Tuan Arka.


"Tania dan keluargaku menjadi urusanku, kamu tinggal mengatakan iya dan sisanya menjadi urusanku," ujar Tuan Arka yang terlihat semakin tegas saat ini.


Aku tadi yang memiliki dirgan apa yang akan terjadi dan menimbang semua konsekuensi yang harus aku terima jika aku menerima tawaran tuan Arka, bukan hanya soal rasa cinta yang memang tidak pernah aku rasakan, tapi Tania yang belum tentu bisa menerimaku sebagai mamanya juga perbedaan yang terjadi antara kita, bukan cuma perbedaan status tapi juga perbedaan kelas sosial yang memang aku jauh di bawah tuan Arka.


"Aku akan menunggu jawabanmu selama tiga hari. Dan kamu harus memiliki jawaban itu setelahnya! Aku tidak ingin menunggu terlalu lama, satu lagi, aku juga tidak ingin mendengar kata tidak," ujar Tuan Arka yang semakin membuatku terkejut karenanya.


Tuan Arka memberiku waktu selama tiga hari, tapi dia tidak ingin mendengar kata tidak jika aku sudah memberikan jawabanku nanti, bukankah hal itu sama saja dengan menekanku? Tuan Arka memang memberi waktu untuk berpikiran berunding dengan ibu tapi dia tidak memberiku pilihan.


"Sekarang kembalilah bekerja! aku hanya ingin mengatakan itu saja padamu," sambung Tuan Arka.

__ADS_1


Sungguh aku tidak habis pikir dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Tuan Arka, mengajakku menikah saja sudah membuatku terkejut, dan ini ditambah lagi Tuan Arka tidak memberiku pilihan untuk menolaknya, aku tidak pernah berpikir jika nanti aku memang benar-benar menikah dengannya akan jadi seperti apa diriku ini? Mengajakku menikah saja terkesan seperti memaksa bagaimana dengan kehidupan rumah tanggaku nanti? Sungguh kini aku merasa sangat bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, rasanya aku ingin berteriak dan bertanya apa yang ada di pikiran Tuhan Arka saat ini, apa ini benar-benar Tuan Arka atau orang lain yang sedang menyamar menjadi tuan Arka? Aku benar-benar tak bisa berpikir apapun selain pergi sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Arka.


__ADS_2