
"Apa yang kamu lakukan? jangan berteriak ataupun menuduh aku sembarangan! apa lagi kau lakukan itu di depan Tania," sarkas Arka yang kini terlihat marah, sejak tadi Arka berusaha menahan diri agar emosinya tak ikut meledak saat melihat kelakuan Angel, kali ini Arka tak mau lagi menahan diri untuk memarahi Angel, semua ingatan Arka saat menerima kabar Angel berselingkuh kini terngiang- ngiang di wajah dan fikiranku saat ini.
"Siapapun pasti akan menuduhnya jika melihat apa yang ku lihat saat ini, Arka! ingatlah aku masih istrimu, dan jangan pernah selingkuh di belakangnya! karena aku tak pernah menyukainya," Angel membalas perkataan Arka tak mau kalah, saat ini dia merasa jika dirinya benar dan Angel memang harus mengingatkan Arka sebelum semuanya terlambat.
"Diam Angel! aku bisa saja langsung menyuruh bawahanku untuk membunuhmu ketika kamu bersama Alex kemarin, ingatlah Angel! Aku bukan kamu yang bisa selingkuh semudah kamu membalikkan telapak tangan," Arka yang tidak tahan dengan sikap Angel akhirnya mengatakan apa yang sudah dia pendam selama ini, Arka tak pernah membahas ataupun mempermasalahkan apa yang Angel lakukan, tapi kali ini Arka merasa jika Tania perlu di beri peringatan agar tak terus-terusan bersikap seenaknya sendiri.
"Apa maksudmu Arka? jangan mencoba memutar balikkan fakta!" Angel masih saja berusaha memungkiri semua yang ada di hadapannya.
"Aku tidak akan menjelaskan apapun, ingat sendiri ap ayang sudah kamu lakukan! dan cepatlah berhenti melakukannya lagi sebelum kesabaranku benar-benar habis," Arka mencoba memberi peringatan pada Angel yang terlihat mematung setelah mendengar apa yang baru saja Arka katakan, sungguh di luar dugaan Angel, dia begitu terkejut saat mendengar Arka sudah menyuruh orang untuk mengawasi dirinya.
"Arka, mereka berbohong padamu, Alex hanya mitra kerjaku saja, Aku dan dia tidak ada hubungan apapun, kami bertemu murni karena proyek pekerjaan," Angel mencoba memberi alasan pada Arka dengan harapan dia bisa berbohong semau yang dia bisa.
"Pergilah! aku tidak ingin mendengar ataupun melihat wajahmu di sini saat ini Angel," suara Arka terdengar begitu dingin dan mengeram, Angel cukup tahu dan mengerti dengan apa yang terjadi pada Arka.
__ADS_1
"Aku masih istri sahmu Arka, jadi aku masih punya hak untuk tetap ada di sini menemaniku bekerja, atau kamu memang ingin aku pergi agar kamu bisa berdua dengan gadis itu," Angel terlihat enggan menuruti perintah Arka yang terlihat menahan emosi.
"Terserah kamu mau berfikir apa tentang aku dan gadis itu, dan aku tidak akan peduli padamu lagi," Arka yang cukup tahu jika Angel memiliki sifat keras kepala akut membuatnya malas untuk terus berdebat ataupun meminta Angel pergi, dia lebih memilih diam dan kembali fokus mengerjakan semua pekerjaan yang sempat dia tinggal tadi.
... Author Prof end .......
Aku melakukan tugas ku dengan sebaik mungkin, bukan cinta yang ku harapkan melainkan sebuah upah yang bisa menyambung hidupku yang terasa begitu sulit, jangankan untuk memikirkan cinta atau bahkan berfikir ingin merebut Arka dari Angel, bisa makan dan tidak kekurangan sudah lebih dari cukup untukku.
'Ceklek'
"Tania!" panggil Nyonya Angel sambil melambaikan tangan menyapa sang putri yang baru saja keluar dari kamar.
Tania terlihat sedikit takut untuk mendekat ke arah Nyonya Angel, dia hanya diam mematung dengan genggaman tangan yang semakin erat menggenggam tanganku.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, dia Mama Tania, bukankah Tania sangat ingin di temani Mama?" bisikku, mencoba merayu Tania yang terlihat masih trauma dengan apa yang baru saja terjadi.
"Tapi aku takut Mbak," Tania balas membisik.
"Apa yang Tania takuti? dia Mama Tania yang pasti memiliki sejuta kasih sayang dan rindu untukmu," aku masih berusaha memberi pengertian pada Tania, sedang dia hanya diam tanpa kata dengan tatapan fokus ke arah Nyonya Angel yang masih tersenyum manis ke arah Tania.
"Sini Sayang! Mama kangen sekali sama Tania," ujar Nyonya Angel, dia terlihat begitu tulus mengatakannya, tapi sikap Tuan Arka jauh berbeda, bukannya senang dan ikut tersenyum, Tuan Arka malah memutar bola mata jengah, dia terlihat kurang suka dengan apa yang di lakukan oleh Nyonya Angel, sungguh pemandangan yang aneh, beberapa minggu yang lalu Tuan Arka dan Nyonya Angel terlihat biasa saja, bahkan Tuan Arka masih memandang Nyonya Angel dengan pandangan penuh cinta, entah mengapa sekarang aku merasa pandangan Tuan Arka sangat berbeda dari yang ku lihat saat ini.
"Mama," lirih Tania yang kini mulai memberanikan diri untuk berjalan mendekat ke arah sang Mama.
"Sini, Sayang!" sahut Nyonya Angel sambil merentangkan tangan memberi isyarat agar puterinya itu mendekat dan memeluknya penuh cinta.
"Drama," lirih Tuan Arka yang terlihat menatap kedua orang yang seharusnya menjadi penguasa hati dalam kehidupannya, tapi pandangan Tuan Arka saat ini terlihat berbeda, ada kebencian yang tersirat di sana.
__ADS_1
"Tuan, Nyonya, saya mohon undur diri." Pamitku saat mendapat kesempatan untuk pergi.
Tuan Arka hanya mengangguk acuh, sedang Tania terlihat ingin menghampiriku, tapi tangan Nyonya Angel lebih dulu menahannya, sedang aku terus saja melangkah keluar tanpa memperdulikan keluarga kecil yang kini sedang ada masalah itu.