
Adit mengajak istrinya itu ke rumah baru yang sudah siap huni itu. bahkan Lily kaget melihat foto pernikahan mereka juga sudah jadi dan terpajang begitu besar di ruang tamu.
"mas... apa ini benar rumah kita? kenapa begitu besar dan luas," tanya Lily tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
rumah yang dia kira tak akan jadi semewah ini malah menjadi bangunan megah meski hanya satu lantai.
bahkan di garasi ada tiga mobil berjajar, "jangan kaget begitu, suamimu ini orang kepercayaan pengusaha besar, jadi aku ingin membangun istana besar untuk mu,"
"terima kasih, terus bukankah di samping sini ada tiga rumah kalau tidak salah," tanya Lily.
"aku membelinya dengan harga pantas, itulah kenapa sekarang rumah ini begitu besar, sudah lihat dapurnya," ajak Adit.
Lily pun terkejut karena dapur begitu luas dan modern, bahkan di rumah itu mengunakan kompor tanam dan juga kompor listrik.
semuanya sudah tertata rapi, dan ada dua kulkas yang juga berukuran besar disana.
"kamu bisa memasak apapun yang kamu inginkan, jadi tolong jangan buat suamimu ini menggemuk setelah menikah ya," kata Adit tersenyum.
"itu berarti suamiku ini harus rajin olahraga agar badannya tetap bagus," kata Lily memeluk Adit.
"siap nyonya, kalau begitu bagaimana kalau kita melihat kamar utama rumah ini," ajaknya.
Lily mengangguk dan langsung berjalan ke sebuah pintu yang tak jauh dari dapur, saat masuk ternyata itu ruang kerja Adit dan terlihat banyak buku tertata rapi di rak yang terpasang di dinding.
tak lupa juga ada tempat rest berukuran seperti ranjang kecil di samping jendela untuk membaca buku.
dan disana di lengkapi Kadir dan juga selimut, dan pemandangannya juga bagus yaitu langsung sawah dan kuburan juga bisa terlihat.
"katanya kita mau ke kamar utama mas?" tanya Lily bingung.
"memang,dari ruangan ini kita bisa tembus ke kamar utama dan lewat pintu yang sebenarnya juga bisa," jawab Adit tertawa.
Lily mengeleng pelan mendengar penjelasan suaminya itu,mereka pun masuk kedalam kamar utama yang sebenarnya.
Lily kaget melihat ranjang besar yang ada di tengah kamar itu, dia biasanya hanya melihat kamar seperti ini di drama atau membaca di komik.
tapi suaminya membuat kamar modern yang sangat terlihat rapi. tapi Lily tak melihat lemari pakaian.
__ADS_1
"mas lemari bajunya dimana? kok aku tak melihatnya dari tadi?"
Adit menarik salah satu tembok dan ternyata semua baju miliknya sudah tertata rapi di sana.
Lily pun tak mengira jika rumah ini akan penuh dengan perabotan yang cukup canggih.
Adit menepuk ranjang Lily pun duduk di ranjang, dan Adit langsung mengenggam tangan gadis itu.
"boleh aku meminta hak ku sayang?"
"tapi ini masih sore mas? apa tak masalah?" tanya Lily.
Adit mengangguk saja, dan keduanya pun langsung berciuman Adit sudah menanggalkan jilbab dan kemeja yang di gunakan oleh Lily.
dan sore itu menjadi saksi bagaimana penyatuan dua anak manusia itu.
Lily pun merasa Leah dan malu, pasalnya dia tadi sedikit berteriak karena merasakan rasa sakit itu
"Mau di buatkan sesuatu?"
"tidak usah mas, dan tetaplah disini," bisik Lily.
Lily pun terlelap tidur, sedang Adit perlahan bangkit dan mengambil bajunya.
dia memilih membuatkan sesuatu untuk istrinya uang mungkin sedang kelelahan.
dia membiarkan susu madu hangat dan juga beberapa kue kesukaan dari Lily.
Adit juga mengerjakan beberapa pekerja yang baru saja di kirimkan lewat email.
sedang di rumah keluarga papi Arkan, mereka pun kini hanya tinggal bertiga.
"ada apa Pi? kok sepertinya papi kehilangan sesuatu, jangan seperti orang yang sendirian begitu atuh sayang, masih ada mami dan Linga loh," kata mami Tasya menghibur suaminya itu.
"iya mami aku mengerti, aku hanya tak mengira di usianya yang baru mau sembilan belas, kedua anak kita sudah menikah sekarang," kata Adit.
"itu lebih baik papi, dari pada nanti mereka berzina dan melakukan hal buruk, lagi pula jika menikah seperti ini saat mereka pergi berdua itu juga tak jadi masalah karena mereka sudah sah,"
__ADS_1
"iya mami benar, kalau begitu bagaimana kalau kita buat adik lagi untuk Linga?" tawar Arkan.
"apa itu akan baik, atau kita tunggu anak ayah saja, toh nanti kita akan membantu merawatnya juga bukan," tanya mami Tasya.
"tapi kan berbeda rasanya nanti karena itu adik mu, tapi ini adalah anak kita nantinya," bujuk papi Arkan.
mami Tasya hanya bisa mengangguk dan mengiyakan karena untuk bisa punya anak atau tidak itu tergantung yang memberikan kepercayaan.
Ki Dwisa melata ke kamar Adit dalam wujud ular, Adit yang melihat pun mengambil ular itu dan menaruhnya di meja.
"ada apa Ki Dwisa,kenapa tumben datang dengan wujud asli mu?"
"apa kamu tak apa-apa, bukankah kalian baru saja bercinta?" tanya ular itu.
"hei pertanyaan apa itu, memang aku kenapa? apa aku akan terluka saat bercinta dengan istriku sendiri?" tanya Adit ingin sekali tertawa.
"tidak aku hanya bertanya saja, karena bagiku dia sepertinya akan berbeda saat tau jika Kong sudah mati, apa kamu sudah memberitahukannya?" tanya Ki Dwisa.
tak di duga Ki Sesnag juga datang, karena dia juga merasakan ada hawa yang aneh.
"loh Ki Sesnag juga datang, tumben kalian kumpul begini, dan untuk pertanyaan mu barusan Ki Dwisa, aku tak perlu mengatakannya, karena Lily sepertinya sudah mulai tak bisa melihat arwah lagi, terbukti beberapa kali ada arwah yang mendekat ke arahnya dia tak bereaksi, padahal sebaik apapun dia bersikap tenang, dia akan menunjukkan ketidaknyamanan meski itu cuma sedikit," jawab Adit.
"tenyata Dwisa juga merasakannya, tapi aku merasa jika Aira Lily sedikit meredup, apa dia sedang sakit?" tanya Ki Sesnag
"setahuku tidak, tapi nanti biar aku ajak cek up secara menyeluruh," kata Adit pada dua ular di meja kerjanya.
Lily terbangun dan melihat ada susu dan kue di meja, dia pun tersenyum mengambil kimono handuk yang ada di sampingnya.
dia merasa sangat lapar, dan setelah memakan semuanya Lily pun memilih mandi air hangat.
Adit kembali ke kamarnya dan tak mendapati istrinya, tapi dia ke dengar suara kran air menyala
Adit pun membereskan semua kekacauan di kamar, dan dia melihat ada bekas darah keperawanan milik istrinya.
dia pun mengambil semuanya dan menaruhnya di keranjang pakaian kotor dan mulai mengganti sprei baru.
Lily keluar dari kamar mandi, dan langsung memeluk Adit, "ada apa sayang, jangan menggodaku kamu baru selesai mandi loh,"
__ADS_1
"aku tidak menggoda kok, cuma menganggu mu saja," jawab Lily.