
"tapi sepertinya kamu semakin lemah ya, dari seminggu yang lalu," ejek Lily.
"itu karena pria brengsek itu melemahkan aku, seandainya bukan karena kong, dia juga tak akan jadi seperti itu!!" marah sosok Wewe gombel itu.
"aku sudah tau, dan itu pilihan Kong, bukan kesalahan mas Adit, jadi sepertinya kamu sudah seharusnya pergi dari sini," kata Lily yang melempar mata tombak Cokro Geni
mahkluk itu pun langsung terbakar hangus dan lenyap, Lily pun terjatuh pingsan.
"Lily!!" Panghil papi Arkan yang mencoba memeriksa kedua anaknya.
beruntung keduanya hanya pingsan karena kelelahan, papi Arkan meminta bantuan kepada keluarga yang ada di sana.
akhirnya mereka semua memilih pulang ke rumah Oma utami yang juga sudah bagus.
"untuk sementara kalian tinggal disini sampai kondisi memungkinkan," kata opa Alan.
"terima kasih ayah, tapi sebenarnya bukan salah rumah itu, hanya saja karena beberapa mahluk yang memang teman dari kedua cucu mu ini, jadi beberapa warga mengira rumah kami angker," kata papi Arkan.
"aku mengerti Arkan, tapi sebaiknya kamu bangun ulang atau jika perlu di buat suasana baru dengan menambahkan taman atau apa gitu? karena bagi ayah juga kurang nyaman karena bangunannya sangat Jawa klasik," kata opa Alan.
"baiklah, nanti biar aku desain ulang dan besok akan mulai pembangunan," kata papi Arkan.
sedang pasangan baru itu sedang menikmati waktu bersama, tapi Riya masih cangung pada suaminya itu.
"kamu tak usah tegang gitu, kamu bukan berhadapan dengan kepala sekolah, melainkan suami mu," kata Aryan menyentuh wajah Riya.
"aku takut jika anand akan pulang, tak seharusnya kita bermesraan di depannya," kata Riya yang mencoba menolak.
"aku sudah mengaturnya, dia sedang menginap bersama dua temannya di rumah Dimas, jadi tak perlu khawatir, kita bebas malam ini," jawab Aryan.
Riya pun mengangguk saja, "kalau begitu aku ganti baju dulu ya, gerah..." kata Riya.
"baiklah terserah kamu," jawab Aryan yang hanya tersenyum.
dia memutuskan untuk melihat beberapa kurikulum baru yang akan di gunakan untuk tahun ajaran baru.
tapi dia menghela nafas panjang karena dia dapat pesan jika arkan akan merenovasi rumah lagi.
"ya elah nih orang emang banyak uang kok, mau di apain lagi sih itu rumah," gumam Aryan yang tak habis pikir.
__ADS_1
setelah memeriksa dan menyetujui kurikulum yang berlaku, Aryan pun memilih untuk berganti baju untuk istirahat malam ini.
saat dia masuk, dia melihat sosok istrinya sedang membaca sebuah buku novel.
"kamu belum tidur?"
"aku menunggu mu mas," kata Riya yang menutup bukunya.
"memangnya mau apa kok menunggu mas, apa kamu sudah siap melakukan tugas mu sebagai istri?" tanya Aryan
"tentu saja, itu sudah jadi kewajiban ku," jawab Riya.
tanpa di komando dan di ajari, Aryan sudah sangat terampil, bahkan tak menyia-nyiakan waktu.
dia benar-benar menikmati waktu bersama istri barunya itu, bahkan suara ******* itu terdengar sangat merdu.
keesokan harinya, Lily bangun dan melihat jika di sudah berada di rumah Oma utami.
dia pun langsung bangun dan keluar kamar setelah sholat subuh, "assalamualaikum mami dan Oma, Kenapa kita disini?"
"rumah akan di renovasi biar tambah Bagus,"jawab mami Tasya.
"dia ikut papi dan opa ke tempat pak Tejo untuk membicarakan pembangunan rumah,"
"baiklah, kalau begitu aku tak menghubungi mas Adit, permisi..." kata Lily yang pergi.
dia melihat jam, dan langsung menghubungi pria itu, "assalamualaikum..." jawab Adit.
"waalaikum salam mas, sedang apa saat ini?" tanya Lily yang terdengar begitu ceria.
"mas sedang berolahraga sebelum nanti ke kantor, ada apa dek apa sudah merindukan mas sangat?"
"menurut mas, oh ya apa nanti aku perlu melihat hasil pembangunan dari rumah mas Adit?"
"boleh, dan kalau kamu mau, kamu dan mami bisa mendekorasi rumah mas sekalian, tapi dengan tema yang simpel saja, bagaimana?"
"baiklah jika mas bilang begitu, aku akan melakukannya bersama mami nanti," jawab Lily senang.
"baiklah adek mas sayang, kalau begitu mas tutup dulu ya, karena mas ada rapat pagi ini dengan beberapa orang penting," pamit Adit.
__ADS_1
"baiklah mas, tapi saat kamu sukses jangan sampai lupa padaku ya," kata Lily.
"tentu saja tidak," jawab Adit.
gadis itu pun memutuskan untuk membantu maki dan Omanya itu yang sedang memasak untuk acara duduk pedemi.
Adit sudah siap memakai baju serba hitam dan tak lupa membawa beberapa senjata.
pria itu tidak sedang berada di Singapura, melainkan ada di Hongkong untuk membereskan masalah yang terjadi di sana.
papi Arkan sedang melihat kondisi rumahnya tapi memang suasana rumah itu sedikit berbeda setelah makhluk kejam semalam musnah.
"yakin mau di bangun lagi mas, orang rumah baik-baik saja gitu kok, apa karena orang-orang yang iri saja yang membuat mas mau merenovasi rumah yang masih bagus ini?" tanya pak Tejo.
"gak papa mas, saya juga butuh suasana baru, terlebih mungkin penggilingan padi di sebelah ini akan di pindahkan saja karena saya ingin rumah ini lebih tenang, dan bekasnya nanti bisa di buat taman yang cukup luas," terang papi Arkan.
"wah... itu akan sangat menghabiskan biaya?" kata pak Tejo.
"tak masalah, tolong di kerjakan ya mas, nanti juga ada orang khusus yang membantu membereskan semuanya," kata papi Arkan.
karena penggilingan beras itu sudah cukup lama, jadi perlu orang tertentu agar bisa memindahkan tempat itu.
papi Arkan juga tak lupa menyuruh semua makhluk halus yang ada di sana untuk pergi.
Linga juga tak mau bicara atau menyapa beberapa makhluk yang ada di sana, bahkan pohon miss Kun dan pocong baru itu juga akan di tenang.
semua warga panik mendengar keputusan dari papi Arkan, tapi ini sudah tak bisa di ganggu gugat.
"pak Arkan, jika anda melakukan itu semua bukannya makhluk halus yang tinggal di tempat ini akan marah karena anda merenovasi rumah," kata seorang pria.
"anda siapa kenapa berani mengatakan hal itu, ini rumah saya, jadi saya bebas, jika bukan karena mulut ember kalian semua, saya juga tak harus melakukan ini," kesal Arkan
"tapi pak, makhluk-makhluk halus ini bisa menganggu kami," kata para ibu.
"perduli setan, bukannya kalian bilang rumah ini angker, jadi sekarang saya akan merenovasi rumah ini, dan membuatnya jadi bagus, dan untuk masalah itu bukan urusan saya, anda orang beriman bukan dan maha benar, jadi tak perlu risau, toh kelakuan kalian sendiri sudah seperti mereka," kata papi Arkan dingin.
"interupsi papi, Miss Kun dan teman-temannya gak mau di samakan dengan warga sekitar sini, katanya di dunia mereka tak ada orang julid seperti di desa ini,orang kok iri sama kesuksesan dan kekayaan orang lain," kata Linga.
semua pun kaget mendengar itu, bahkan setan saja sekarang tak mau di mirip kan dengan manusia.
__ADS_1