Lily

Lily
kesembuhan untuk Lily


__ADS_3

Adit sedang menunggu dengan cemas, karena dokter tak kunjung keluar.


padahal dia sudah melakukan persekutuan dengan siluman ular penjaga keluarganya.


"semoga ini bisa membantu menyembuhkan Lily, karena aku tak bisa kehilangan istriku," gumam Adit.


dokter merasa keanehan saat memeriksa kondisi Lily, saat melihat hasil rekam medis gadis itu.


pasalnya pernyataan kanker itu sedikit aneh, karena dari pemeriksaan yang mereka lakukan.


jika Lily tak memiliki apa yang di katakan oleh laporan itu, tapi itu hanya tumor jinak yang tak membahayakan.


Adit kaget saat melihat sosok ki Dwisa datang dengan membawa sebuah gumpalan yang begitu men-ji-jik-kan.


"aku sudah menepati janji padamu, sekarang hiduplah dengan bahagia, dan saat waktunya tepat aku akan meminta dirimu menjadi budakku," kata Ki Dwisa.


Adit pun mengangguk pada pria itu, dan Ki Dwisa pun pergi dari sana, dan dokter pun keluar membawa hasil lab.


"istri anda hanya perlu melakukan pengangkatan lipoma yang cukup jinak, tapi jika tidak di angkat akan membuat penderita tak nyaman," kata dokter itu.


"baiklah aku mengerti, tolong lakukan apapun untuk membuat istriku kembali sembuh dan bisa hidup normal," kata Adit.


dokter pun mengangguk dan langsung membawa Lily untuk bersiap operasi.


Adit juga mengirimkan pesan jika Lily sudah sembuh, papi Arkan sangat marah saat ini.


kareba Adit memilih jalan pintas untuk kesempatan dan kesembuhan istrinya.


tapi dia juga tau perasaan tak berdaya Adit hingga memilih jalan salah itu.


dia sedang menunggu berjalannya operasi dan beruntung tak membutuhkan waktu lama.


operasi bisa berjalan dengan lancar, dan sekarang Lily masih belum sadar akibat obat bius.


Adit harus mulai berubah sekarang, dan dia pun akan berubah entah bagaimana, karena sekarang nyawanya dan hidupnya bukan miliknya lagi.


Lily sadar dan merasa pusing saat ini, bahkan dia pun merasa sangat mual dan terasa sakit di bagian leher dan punggungnya.


"ada apa, tubuh ku terasa sakit," lirih Lily.


"ada apa sayang, itu hanya operasi ringan, dan kamu tak terkena kanker sayang, kamu sudah sembuh," kata Adit.


"bagaimana bisa, apa yang sebenarnya terjadi," kata Lily yang bingung.


"sudah jangan pikirkan itu, karena sekarang kita harus mulai bisa menikmati hidup kita ya, kamu mengerti kan sayang,"


Lily mengangguk dan kini dia akan bersama Adit untuk selamanya tak peduli bagaimana pun, karena dia hanya bisa hidup untuk Adit.

__ADS_1


Lily pun perlahan sudah mulai normal, Adit membantu istrinya itu bangun dan mulai menyuapinya.


sedang Ki Dwisa ada di dalam gua miliknya, "ada apa, kenapa kalian berani mendatangiku?" tanya pria itu.


"kamu sudah melawan ketentuan Tuhan, kami ingin meminta pertanggungjawaban atas itu,"


"tenang saja, aku tak melakukan kesalahan, toh dia akan tetap mati, jadi janganlah kalian bertingkah seperti itu, jadi pergilah," kata Ki Dwisa yang ingin bersantai


ki Dwisa pun menyeringai saat dia orang itu kemudian pergi, entahlah sejak kapan dia bisa melihat dua orang itu lagi setelah sekian lama.


diapun memilih bersemedi dan menunggu waktunya yang tepat untuk segalanya.


Adit pun membuat Lily sedikit merasa lebih nyaman dengan memberikan sedikit tenaga dalamnya untuk membantu penyembuhan luka bekas operasi itu.


"apa lebih baik sayang?"


Lily mengangguk, Adit menyuapi Lily dengan makanan yang di berikan oleh rumah sakit.


"gak ada rasa mas,"


"bertahanlah sedikit sayang, aku bisa di marahi dokter jika ketahuan memberi mu makanan dari luar rumah sakit, jadi sekarang makan ini, atau nanti aku dimarahi dokter oke," kata Adit.


"kalau begitu bantu aku menghabiskan makanan ini dan beri aku buah ya," mohon Lily.


"baiklah nyonya besar, nanti aku akan membelikan mu strawberry dan semua buah kesukaan mu dan makanan roti kesukaan mu," kata Adit.


"tapi jangan meninggalkan aku, aku tak mau sendiri mas," mohon Lily.


benar saja tak lama ada lima orang datang membawa buah, makanan dan juga beberapa laporan untuk Adit.


"mas tega sekali sih, masak istrinya sakit masih sempet kerja, jahatnya," kata Lily sedih.


"aduh bukan begitu sayang, aku bukan tega tapi perusahaan memang lagi butuh pengawasan yang lebih dariku," kata Adit.


"baiklah mas aku percaya, dan setelah aku sembuh mau kan kita jalan-jalan dan menikmati perjalanan ini?"


"tentu sayang, Leo kemarilah," panggil Adit yang sudah sibuk dengan berkas yang menumpuk


sedang di Indonesia, lebih tepatnya di desa tempat tinggal Linga, bocah itu sedang duduk di bawah kebun bambu di belakang rumah kakeknya.


tadi dia memang sengaja pulang tapi ke rumah kakeknya itu, dia kini sedang duduk termenung.


dari pohon di samping itu, ada buah gayam yang jatuh, jika orang normal akan sedikit kaget.


tapi Linga hanya melirik saja,"gak guna banget, mau ngejatohin kok cuma segitu, yang banyak dong,"


"Halah nih bocah ngelunjak ternyata,"kata Ki item yang kembali menjatuhkan tiga ikat besar buah gayam itu.

__ADS_1


Linga tertawa, tak sengaja dia melihat Husna yang lewat, Linga pun ingin meminta gadis itu untuk memasak itu.


"aunty tolong masakan ini untuk ku masukan?" tanya Linga dengan memohon.


"baiklah, tapi bagaimana bisa kami bisa dapat semua ini?" tanya Husna.


"mau jawaban jujur atau bohong?"


"ya jujur lah," jawab Husna yang memunguti buah itu.


"itu di kasih om item yang nungguin di pohon, karena dia aku bisa mendapatkan semua itu," jawab Linga dengan santai


"aduh kamu ini bikin orang merinding, jangan kebanyakan di kebun sana main sama temen mu," kata Husna menegur keponakannya itu.


"aduh aunty aku lagi malas bergerak ini saja mau ngerjain tugas nunggu nyawanya kumpul, jadi buatkan makanan enak ya, terus nanti kalau eyang uti pulang tolong minta ke sini ya, Linga mau ngobrol penting sama eyang," kata Linga.


"baiklah nanti aku sampaikan," jawab Husna.


wanita itu pun pergi dari kebun belakang rumah itu, dan dia akan segera merebus itu dengan panci presto agar cepat empuk.


kadang dia heran bagaimana bisa bocah sekecil itu bisa santai menghadapi makhluk astral.


beruntung saat Husna akan masuk rumah tak sengaja dia berpapasan dengan Amma Wulan.


"kamu darimana nduk, kok bawa gayam sebanyak itu," tanya Amma Wulan.


"dari belakang Amma, oh itu Linga katanya mau ketemu, Amma di minta ke belakang, emang dasar bocah aneh," kata Husna


"hus... bagaimana pun dia itu keponakan mu, gak boleh begitu," tegur Amma Wulan yang langsung berjalan kebelakang.


ternyata Linga sedang belajar sambil menikmati semilir angin di bawah derita bambu yang saling bergesekan.


tapi itu malam membuat bocah itu semakin nyaman dengan suasana tenang itu.


"assalamualaikum Linga, ada apa mencari eyang?"


"eyang aku takut, karena saat kak Lily pamit ke luar negeri untuk bukan madu,aku sempat melihat ada dua orang yang berbaju hitam dan berbaju putih di kejauhan, dan saat mereka berdua pergi kedua orang itu juga menghilang...." terang Linga.


mendengar itu Amma Wulan kaget, jika benar berarti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh anaknya.


〰️〰️〰️〰️🍀🍀🍄🍄


ini tebu telur



ini buah gayam ya

__ADS_1



Aku pecinta buah gayam yang rasanya enak saja.


__ADS_2