Lily

Lily
gadis yang cantik.


__ADS_3

Lily sedang melakukan kegiatan ospek seperti halnya yang lain, gadis itu benar-benar mudah berbaur.


tapi sayang dia tak satu kelompok dengan Riya, Lily juga mendapatkan teman baru.


dia adalah seorang gadis yang mendapatkan cukup pintar hingga mendapatkan beasiswa dari universitas melalui jalur prestasi.


"Retta, kapan-kapan ayo main ke rumah ku," ajak Lily saat acara ospek selesai.


"memang boleh, aku takut orang tuamu akan marah nantinya," jawab gadis itu.


"tak masalah, orang tua ku selalu senang saat ada teman ku yang mau datang," jawab Lily.


"hei keponakan, mau pulang bareng atau kamu baik ojek online?" tanya Riya yang kebetulan di jemput oleh Aryan.


"bareng dong mamcan, usah dulu ya Retta, sekarang aku pulang dulu, nanti kalau mau mampir kamu bisa menelpon ku," kata Lily pamit.


"baiklah, sampai jumpa besok Lily dan Riya," kata Retta melambaikan tangan.


Aryan tersenyum menyapa kedua gadis itu, "baik para nona, bagaimana acara ospek hari ini," tanya pria itu.


"sangat menyebalkan, ada kakak senior yang merasa kegantengan, padahal aku hanya penasaran dengan hantu yang mengikutinya," kata Lily.


"berarti tadi kamu memelototi pria itu karena hantu?" tanya Riya kaget


"iya, kamu baru inget jika teman ku ini bisa melihat hal seperti itu?" kesal Lily.


"ah iya aku lupa jika kamu persis seperti mas Adit," kata Riya sedih.


"sudah sekarang kita pulang atau mau kemana dulu?" tawar Aryan yang kasihan melihat keduanya.


"ayo kita ke kafe atau apa gitu ayah, aku sebenarnya laper pakek banget, soalnya para senior sialan itu bukan bawa bekal sendiri ternyata malah mengambil bekal kami, untung aku selalu bawa cadangan, jadi setidaknya aku dan mamcan tak kelaparan," kata Lily.


"terima kasih ya Lily, baiklah kita ke mie ayam di kebonrojo saja ya, langganan kita dari dulu," kata Aryan.


"yey setuju, mumpung tidak ada kak Adit, aku bisa bebas makan mie," kata Lily senang.


mereka pun sampai,tapi saat ly turun sari mobil, dia merasakan Aira yang tak biasa.

__ADS_1


dia melihat ke sekeliling tempat itu,"ada apa Lily, katanya mau makan mie ayam, ayo..." panggil Aryan yang sudah mengandeng istrinya.


"tunggu sebentar ayah, aku merasa ada sesuatu yang aneh, perasaan ini," gumam Lily yang menyentuh dadanya.


tiba-tiba Aryan berlari dan menariknya hingga jatuh, Keduanya pun selamat karena sebuah mobil baru saja merangsek dengan kecepatan tinggi menabrak beberapa penjual di pinggir jalan.


bahkan semua orang berteriak melihat para korban bergelimpangan dengan darah segar mengalir.


ada yang berteriak karena tersiram air kuah bakso yang mendidih, dan mobil itu berhenti setelah menabrak pohon yang ada di tempat itu.


semua orang berteriak dan segera menolong korban yang selamat, tapi Lily tiba-tiba berteriak cukup keras, "minggir mobilnya akan meledak, semuanya minggir!!"


"dasar gadis aneh," kata seorang pria yang tak menggubrisnya.


melihat itu Aryan tak senang, dan langsung menarik Lily menjauh, dia juga memanggil istrinya itu untuk membantunya.


"ayah mobil itu akan meledak, minggir Semuanya!!" kata Lily yang terus berteriak.


"dasar gadis aneh,kami ingin-"


boom...


semua orang tak ada yang berani mendekat, pemadam kebakaran dan tim medis datang membantu korban.


semua orang yang ada di taman itu tak mengira jika ucapan gadis muda seperti Lily akan jadi kenyataan.


akhirnya mereka bertiga terpaksa harus ikut ke kantor polisi, dan Nino melihat siapa yang menjadi saksi pun hanya bisa menghela nafas.


"keluarga Noviant lagi,ya Allah sekali saja jangan keluarga ini yang jadi saksi pembunuhan atau apapun yang berhubungan dengan makhluk-makhluk halus kenapa," kata Nino frustasi.


"ya mohon di maklumi, kami juga tak tau jika akan ada kecelakaan maut seperti tadi," jawab Aryan.


"baiklah, semua orang di sana bilang, jika Lily anda nona, sempat berteriak meminta semuanya minggir karena mobil akan meledak? bagaimana anda tau mobil akan meledak," tanya Nino.


"aku melihat tumpahan bensin dari mobil itu, dan di sana juga ada api dan banyak tabung melon di sekitar situ, kemudian ada sosok hitam yang menyuruhku untuk menyingkir," kata Lily.


"kan lihat jawaban yang sangat memuaskan, terima kasih, kalian bisa pulang, karena kalian tak ada angkut pautnya, dan tolong lain kali berhati-hati ya, jangan ketempat begitu lagi," kata Nino yang benar-benar frustasi.

__ADS_1


"maaf ya om," jawab Lily yang menyentuh tangan Nino dan melihat sesuatu.


dia melihat Nino sedang merokok dan tiba-tiba pohon tumbang dan menimpa dirinya.


"om Nino tolong jangan berdiri di bawah pohon, selama seminggu kedepan," kata Lily.


"memang kenapa Lily?" bingung Nino.


"sudah ikuti permintaan ku, apa susahnya jangan berdiri di bawah pohon itu saja," kata Lily dengan memohon.


"sudah ikuti saja, kamu tau keluarga Arkan bukan," kata Aryan yang kesal.


"iya iya, aku tak akan berdiri di bawah pohon, kan kalau kena gledek lumayan kena juga," kata Nino yang bercanda.


"tidak, tapi om Nino akan celaka karena ketiban pohon," kata Lily.


Nino pun kaget, tapi dia hanya mengangguk saja, akhirnya Aryan memutuskan untuk mengantar Lily dulu yang pulang.


"apa kalian bertiga terluka?" tanya mami Tasya khawatir.


"Alhamdulillah tidak, beruntung tadi aku sempat menariknya ke pinggiran," jawab Aryan.


"syukurlah, sekarang kalian mau makan, aku buat ayam kecap sambal hitam," kata mami Tasya.


"boleh lah, lumayan tadi laper belum sempat makan karena harus memberikan keterangan di kantor polisi," kata Aryan.


ketiganya pun makan bersama, papi Arkan juga baru datang setelah dapat telpon dari istrinya.


dia langsung mengetikan minum air doa agar putrinya itu tenang, "sudah sekarang Lily lanjutkan makannya, karena papi akan membantu om Nino ya,"


"ya jadi sendirian lagi malam ini?" gumam mami Tasya.


"hus... gak boleh bilang begitu, ini demi orang banyak dek," kata papi Arkan.


"lebih baik urungkan niat mu Arkan, saat istri mu bilang seperti itu, Nino itu polisi sudah tugasnya, dan tugas mu menjaga keluarga mu, biarkan saja dia bekerja seperti seharusnya," kata Aryan


"eh tumben kamu ceramah, ada apa?" tanya Arkan merasa aneh.

__ADS_1


"sejujurnya, dulu sebelum aku kehilangan Semuanya,aku terlalu.lasut bekerja dan membantu orang, lihatlah keluarga ku hancur, jadi jangan ulangi kesalahan ku, dan lihatlah bang Faraz juga,dia juga membatasi segalanya, ingat semua itu harus seimbang," pesan Aryan yang tak ingin saudaranya itu bernasib sama seperti dirinya.


__ADS_2