
acara selesai tidak terlalu malam karena itu sengaja, tapi kali ini yang repot adalah Adit dan papi arkan.
pasalnya mereka sedang bingung mencari sosok Linga yang hilang dari hotel.
mereka meminta bantuan untuk melihat rekaman CCTV dan akhirnya ketahuan jika bocah itu keluar dari hotel menuju ke suatu tempat.
"terima kasih," kata Adit yang langsung berlari pergi.
mereka sampai di area taman belakang yang cukup gelap, ternyata bocah itu sedang duduk di kursi taman itu.
"ya Allah Linga papi kira kamu kemana, ngapain disini?" tanya papi Arkan.
"aku sedang makan camilan dan melihat mereka, lihatlah mereka sedang berduaan di pojok.
dan itu kasihan yang di atas jadi kambing nemenin pocong sama Miss kuntilanak pacaran," tunjuk Linga.
"Halah ada lagi kamu papi kira sedang nungguin apa, ternyata malah lihat kuntilanak pacaran begini," kesal papi arkan.
tapi yang membuat papi Arkan tak habis pikir, bukan mengajak Linga pergi, Adit malah duduk di sebelah bocah itu.
"Halah si hantu buntung aja yang bodoh kok mau-maunya jadi obat nyamuk gitu," kata Adit.
Adit melempar sebuah batu kearah para hantu yang sedang pacaran itu, kemudian papi arkan menjewer keduanya dan mengajaknya kembali ke hotel.
tapi saat mereka berbalik, mereka semua kaget dengan apa yang di lihatnya, kondisi hotel itu terbakar hebat.
dan semua tamu berteriak minta tolong, bahkan Adit bisa melihat setiap orang yang berlarian meminta tolong.
Linga hanya bisa histeris dan tak bisa melakukan apapun, tapi ketiganya kembali sadar saat seorang satpam mengejutkan mereka bertiga.
Linga dan Adit masih sesenggukan, sedang papi Arkan menangis tapi hanya air matanya yang jatuh.
"ini tuan-tuan kenapa berada di area lama hotel,silahkan kembali dan sebenarnya area ini terlarang untuk tamu," kata satpam itu.
"ah maafkan aku, kalau begitu kami permisi," kata mereka bertiga.
malam ini mereka semua harus chek out dari hotel itu karena mereka tak ingin terjadi masalah
__ADS_1
kebetulan dua keluarga mengunakan dua elf long yang di supiri Aryan dan ustadz Faraz.
sedang keluarga dari Nino juga membawa elf long yang di supiri oleh pihak travel.
semua keluarga bingung kenapa bisa mereka di minta pergi setelah pesta, padahal masih ada waktu sampai besok pagi.
"kalian ini keluarga aneh ya, masak habis pesta nyuruh kami pergi seperti ini, tidak akan karena kami mau menginap di hotel," kata saudara Nino.
"terserah kalian mau percaya atau tidak, yang mau ikut saya silahkan yang tidak silahkan, tapi bang Faraz amanin dulu keluarga kita, Lily kamu ikut rombongan mereka ya," perintah Adit pada istrinya itu.
"baik mas," jawab Lily.
Nino juga pergi tapi dia bergabung dengan mobil adiknya untuk menuju ke rumah mereka bersama rombongan dari keluarga Husna terlebih dahulu.
papi Arkan dan Adit masih ada di hotel untuk meyakinkan keluarga Nino agar tak ada yang jadi korban, tapi keluarga itu sangat sulit di atur.
jadi akhirnya Adit dan papi arkan pin tak bisa melakukan apapun, dan mereka pun pergi dengan keluarga Nino yang mau saja.
saat dia akan masuk, dia kembali bisa melihat suatu gambaran yang nyata.
pak supir turun, biar aku yang mengemudi, karena anda sedang mengantuk," kata Adit yang memaksa supir itu.
"tidak usah tuan, saya tidak mengantuk, kita bisa pergi dan tenang saja semuanya pasti baik saja," jawab supir elf itu.
"jika kamu yang menyetir elf ini, kita semua bakal mati konyol karena kamu mengantuk!" bentak Adit yang kesal.
supir itu kaget dan memilih mundur dan turun dan membiarkan Adit menyetir, sebelum berangkat Adit nampak berdoa.
kemudian mereka pun pergi bersama menuju rumah dari Nino, dan ternyata benar beberapa kali supir itu tertidur di kursi penumpang.
semua orang nampak tegang terlebih-lebih Adit yang tadi sempat mengatakan hal buruk.
di sebuah kelokan tajam, benar sebuah truk membunyikan klakson dan Adit menyalakan lampu sorot untuk membuat truk itu melihat elf mereka.
dan beruntung kecelakaan maut itu tak sampai terjadi, dan mobil yang di kemudian Adit akhirnya sampai di rumah dengan selamat.
terlihat Nino dan Husna di bantu oleh asisten rumah tangga sedang mengelar tikar dan karpet untuk semua orang istirahat.
__ADS_1
Lily di minta gabung dengan umi Kalila karena gadis itu baru saja sembuh.
Adit sedang merokok di halaman depan rumah Nino, dan akhirnya beberapa pria memberanikan bertanya pada Adit dan papi Arkan.
"saya heran, sebenarnya ada apa kenapa kalian begitu keras mengajak kami pergi, apa ada sesuatu yang serius?" tanya pria itu.
"aku melihat kebakaran di jam tiga dini hari saat semua orang sedang tertidur, dan semua orang mati terpanggang hidup-hidup karena pintu utama hotel terkunci, entah itu jenis tumbal baru atau bagaimana, tapi hotel mewah itu sebentar lagi akan terbakar," kata Adit yang menunjukkan jam tiga kurang lima menit.
"apa? kalau begitu mertua ku dalam masalah, aku harus membujuk mereka pergi sekarang," panik pria yang bertanya tadi.
pria itu mencoba untuk menelpon mertuanya tapi tak bisa, tak ada yang menjawab.
sedang di hotel mewah itu, sebuah konseleting listrik terjadi dan membakar tumpukan barang yang ada di gudang.
terlebih disana baru saja ada banyak barang yang di keluarkan setelah pesta.
dan juga beberapa tabung gas dan oksigen juga, dan terjadilah ledakan besar dan kebakaran pun langsung menyebar dengan cepat.
semua orang kaget karena jam tiga pagi alarm kebakaran berbunyi dan membuat semua orang panik.
semua orang berebut untuk bisa keluar, tapi kemudian terdengar ledakan dari arah dapur juga.
pintu utama hotel terkunci, begitupun dengan pintu evakuasi yang tak bisa di buka.
seseorang mengambil sebuah kursi untuk menghancurkan jendela kaca itu. tapi tak bisa karena itu jendela khusus dan pria itu pergi dengan tersenyum.
"karena besok hotel ini akan membuatku kaya dengan cepat," gumamnya yang akan mendapatkan asuransi dari kebakaran hotel miliknya.
semua orang panik dan ketakutan karena api sudah sangat besar dan akhirnya semua pun mati terpanggang hidup-hidup.
mobil pemadam kebakaran baru datang setelah satu jam dari kejadian awal.
dan itu sangat tidak membantu, terlebih semua korban nyata terperangkap di dalam.
dia belas mobil pemadam itu datang, tapi tak semudah itu berjibsku dengan api yang terlanjur membesar itu.
semua petugas sudah berusaha dan akhirnya bisa memecahkan kaca tapi petugas itu kaget karena api tiba-tiba keluar dan menyambar tiga petugas pemadam kebakaran itu hingga mereka ikut terluka bakar karena baju yang mereka gunakan ikut terbakar.
__ADS_1