
Adit pun sampai di salah satu pasar yang cukup besar di kotanya itu, dan langsung menyebar ketiga orang itu.
dia bersama Lily mencari Snack untuk kelas F, sedang Anand dan Riya membeli Snack untuk kelas mereka.
bahkan setiap kelas dapat sepuluh jenis Snack yang seribuan, tak hanya itu mereka juga membeli minuman instan juga.
pasalnya dana Snack dua kelas itu cukup banyak dari guru pembimbing mereka.
tak hanya membeli Snack, tapi Adit juga meminta mereka membeli air mineral dan juga beberapa mangkok plastik.
selain itu juga ada gelas plastik agar tak banyak membuang sampah nantinya.
semua Snack sudah di beli, saat akan pulang mereka berkumpul di tempat parkir mobil, bahkan mobil Adit pun sampai penuh di bagian belakang oleh Snack.
bahkan dia juga membeli empat dus mie instan juga, "semuanya sudah, ada lagi yang ketinggalan, sesuai dengan yang saya minta kan?" tanya Adit.
"tenang mas, Semuanya aman, ternyata enak ya belanja bareng calon ibu," kata Anand yang langsung mendapat pukulan dari Riya.
"kalau ngomong di jaga ih, bikin kesel saja," kata Riya yang tak bisa menyembunyikan senyumnya.
"ciye calon ibu tiri ku malu," kata Anand yang kini dapat pukulan di kepala oleh Adit.
"sakit mas," kata Anand.
"sudah-sudah Ayo makan dulu ya mas, aku lapar," mohon Lily merengek.
"baiklah, mau beli apa, kalau di sini terkenalnya itu nasi pecel warung pojok, tapi kita harus jalan melipir agak jauh gak papa?" tanya Adit.
"gak masalah mas, ayo..." kata anand semangat.
mereka pun berjalan beriringan, Adit di depan mengandeng Lily dan Riya bersama Anand di belakang keduanya.
sesampainya di warung Adit meminta mereka memesan apa yang di inginkan.
setelah itu mereka menunggu pesanan, tapi yang tak di duga, ada sebuah truk gandengan yang tak sengaja menabrak beberapa sepeda motor di depannya dengan cepat.
bahkan suara tabrakan itu cukup keras, semua orang berteriak histeris melihatnya.
semua orang berlarian melihat ke luar, Adit menutup mata Lily dan Riya, "jangan di lihat, atau kalian bisa terkena masalah,"
"mas sepertinya korban jiwa mas," kata Anand.
"ya Allah... sudah Anand, cepat minta air putih dan biar mas doakan dulu," perintahnya.
pemuda itu meminta air pada pemilik warung Adit meminta Lily dan Riya untuk minum, tak lupa anand juga.
Adit pun bisa melihat semua korban yang tewas, dan ada satu ibu hamil yang berada di kolong mobil gandengan itu.
__ADS_1
"tolong...." suara lemah terdengar oleh Adit.
"di dalam masih ada korban!" teriak Adit saat para warga sok ide ingin mendorong mobil gandengan itu.
"tidak ada mas," jawab seseorang.
"ada sialan!!!" maki Adit.
melihat itu Lily berteriak histeris karena Adit masuk kedalam kolong mobil gandengan dan tiba-tiba mobil itu kembali lepas kendali dan mulai berjalan maju.
ternyata supir truk itu sedang mabuk dan malah membuat masalah makin besar.
karena pria itu panik saat warga mulai marah dan mencoba menariknya keluar.
"ya Allah aku pasrahkan hidupku padamu," kata Adit yang memeluk wanita yang sudah lemas itu.
akhirnya seorang tentara datang dan langsung menarik pintu truk dan menarik pria itu keluar dari dalam truk agar tak membahayakan.
pria itu di dorong hingga jatuh ke bawah, dan tentara itu langsung menghentikan truk itu.
Lily pun ingin berlari tapi anand memeluknya erat, karena dia tau jika Lily kesana maka akan runyam.
karena Lily bisa membuat semua arwah yang mati terpancing mendekat untuk minta tolong.
Adit perlahan keluar dari kolong mobil, seorang wanita hamil bersamanya dengan terlihat lemas, kemudian dia mengendong wanita itu.
"tolong tim medis!!" teriaknya karena kondisi wanita itu sudah lemah dan luka-luka.
"Diva!!" katanya berlari dengan cepat menerobos kerumunan orang.
"tolong cepat bawa di ke rumah sakit, sepertinya bayinya akan lahir, dan kondisi ibu lemas karena syok, dan dia juga mengalami pendarahan," kata Adit.
"tolong bayiku...."kata wanita itu lemah.
"ibu tenang ya, ibu dan bayi akan baik-baik saja, anda dan bayi juga akan selamat, itu pasti..." kata Adit mengusap perut ibu itu.
kemudian wanita itu dan suaminya pun pergi, "ya Allah... semoga ibu dan bayinya bisa selamat," gumam Adit.
dia pun mendengar para warga memukuli supir truk itu, Adit pun menyelamatkan pria itu.
"hentikan, jangan main hakim sendiri, lebih baik tolong para korban selamat, biar dia menjadi urusan polisi,jika dia mati kalian mau tanggung jawab mengantikan semua biaya santunan korban!!"marah Adit.
mendengar itu para warga mundur, seorang pria masih memukul supir truk yang sudah babak belur itu, Adit melihat dan mengincarnya.
"tangan patah dan rasa sakit yang teramat sangat," kata Adit tanpa sadar.
pria itu pun langsung mengerang kesakitan, Adit pun menunjukkan bahwa dia bisa melukai orang tanpa menyentuhnya.
__ADS_1
akhirnya polisi datang, kebetulan Nino yang datang hingga dia membantu sopir itu pergi.
"om bawa baju gak, boleh pinjam dulu dong," kata Adit pada pria itu
"sebentar, tapi kenapa kamu tau kok aku baru beli baju baru saja," kata Nino yang langsung mengambil bajunya.
Adit pun tersenyum dan numpang mandi di warung itu, akhirnya setelah selesai Adit pun kembali makan bersama ketiganya.
"jangan hiraukan mereka, anggap saja kamu tak melihat apapun dek," kata Adit pada Lily
"iya mas," jawab Lily yang mengerti.
mereka pun makan seperti tak terjadi apapun, meski di luar masih sangat riuh terlebih para orang terus berkerumun.
setelah makan, mereka pun memutuskan pulang karena sudah jam setengah dua.
jadilah mereka harus memutar lagi, tapi beruntung ibu pemilik warung memperbolehkan mereka lewat rumahnya, jadi tak memutar terlalu jauh.
tak lupa Adit juga membeli daging dan segera pergi, dia juga pamit pada Nino lewat pesan singkat.
"kalian tak apa-apa kan?" tanya Adit khawatir.
"tidak mas," jawab Riya yang memang pemberani.
mereka pun meninggalkan tempat kejadian, Nino baru tau jika supir itu mabuk saat mengemudi.
dan saat memasuki pasar yang cukup ramai, dia tetap minum dan akhirnya dia salah injek pedal gas padahal dia ingin berhenti.
jadilah kecelakaan terjadi, dan yang membuat ngeri adalah dia yang malah ketakutan hingga hampir mencelakai orang.
tapi beruntung ada aparat yang datang dan menghentikannya, korban meninggal dunia ada lima orang dan yang luka-luka ada dua puluh orang.
karena kondisi pasar yang kebetulan sangat ramai dan penuh sesak siang itu.
Adit menyuruh mereka semua mandi setelah sampai rumahnya, dan Arkan memberikan air minum lagi agar mereka tidak terus terbayang hal buruk tadi.
tapi Arkan tak terlalu khawatir karena Adit sudah memagari ketiga orang itu.
"kalian sudah makan, oh ya Adit mana daging pesanan mami?" tanya Tasya
"sudah mami, kami mau membungkusi semua Snack," jawab Lily.
"iya nak," jawab Tasya.
"sudah Adit taruh di tempat cuci piring, lima kilo kan mami?" tanya Adit.
"hah... kok banyak banget, mami suruh beli tiga kilo le," kata Tasya kaget.
__ADS_1
"oh... berarti yang dua kilo bisa Adit buat rendang untuk anak-anak lusa," jawab Adit enteng.
Tasya pun mengeleng tak percaya mendengar ucapan putranya itu.