
Riya menutup wajahnya, karena semua warga terlihat heran karena gadis yang tak pernah di antar laki-laki.
kini malah di bonceng dan memeluk pinggang seseorang, dan yang membuat yang lain makin heboh adalah siapa pria itu.
"ya Allah, Riya ternyata diam-diam pacaran sama anand, dia itu pintar kalau pilih pasangan ternyata," kata salah seorang ibu mulai nyinyir.
"alah buk ya pinter, persis seperti ibunya dulu," saut yang lain.
Riya pun mengulurkan tangannya pada Aryan, dan gadis itu mencium tangan pria itu.
"saya masuk dulu ya pak, terima kasih, assalamualaikum..." kata Riya yang kemudian berjalan masuk.
Aryan pun tersenyum sebelum pergi dari rumah itu, terlebih dia harus membantu semua kegiatan di sekolah untuk pembersih.
ustadz Faraz sudah datang, dan kini menjadi ledek-ledekan empuk bagi Arkan, pasalnya ustadz Faraz yang mengalami ngidam selama kehamilan sang istri.
Adit sudah datang membawa beberapa benda yang menurutnya sedikit aneh.
Arkan bisa melihat jika Adit makin kuat belakangan ini, "apa kamu menemukan semua ini?"
"iya papi, dan menurut penglihatan ku, mereka itu sedang marah karena perbuatan dari teman-teman Lily," jawab Adit.
"baik papi mengerti, tapi tak mudah membuat atau mengusir mereka,karena mereka bukan orang biasa," kata Saga.
"karena mereka arwah yang sedang marah, dan tak baik bagi kita menganggu mereka semua, sudahlah cepat lakukan, karena aku ada kelas mengajar kitab sore ini," kata ustadz Faraz yang belum bisa sepenuhnya meninggalkan pondok.
mereka pun mengumpulkan semua benda itu di salah satu titik dan mulai melakukan wirid bersama.
benda-benda itu tiba-tiba terbakar dengan sendirinya, motor yang di bawa Aryan datang dari mengantar Riya.
dia langsung duduk bersama kedua saudaranya, dia langsung menyentuh pindang kedua saudaranya itu sambil terus membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.
sedang Adit merasakan ada sesuatu yang besar sedang menuju ke sekolah itu, dia pun langsung bergegas berlari menuju ke arah gudang sekolah.
saat Anand bingung melihat suasana yang makin Keos karena benda-benda itu mulai meledak satu persatu.
__ADS_1
tapi anehnya mereka bertiga yang sedang melakukan pembersihan tak terluka sedikitpun.
yang aneh,Lily yang dari tadi berdiri bersama dengan Anand tiba-tiba dia menari dengan sangat luwes.
dia tersenyum melihat kearah anand, "ada apa kakak-kakak ku, apa kalian butuh bantuan adikmu ini, tapi sayang pemuda itu bahkan lebih sakti dari pada aku," kata Lily.
Anand yang melihat Lily pun sedikit kaget, "assalamualaikum dek, kalau begitu bantu kami mengusir semua makhluk di sini karena kami tak ingin ada kejadian seperti ini lagi," kata Arkan.
"baik kakak," jawab Lily yang kemudian pingsan.
Adit sampai di gudang, dia merasa suasana di tempat itu tiba-tiba terasa begitu panas, bahkan salah satu keramik bahkan terlihat lepas.
melihat itu Adit bergegas dan meninju lantai itu dan benar saja tangannya jeblos.
tak hanya itu, bahkan darah muncrat kearah wajahnya, "brengsek," gumamnya.
Adit langsung mengusap wajahnya, dan mulai mengalir, terlebih itu seperti benda yang baru di tanam.
ternyata itu adalah sebuah sihir untuk membuat petinggi sekolah terluka.
dia pun membaca doa dan benda itu terbakar, dan suasana sekolah yang biasanya kurang nyaman, tiba-tiba berubah.
Adit ingin keluar dari ruangan itu, saat sosok Arum datang dalam wujud wanita setengah ular.
"mau apa lagi kamu kesini," tanya Adit.
"aku ingin kak Adit tak mengabaikan aku lagi, tolong jangan lupa jika kamu punya tugas yang lebih besar," kata gadis itu.
"aku tak ingin membalaskan dendam siapapun, karena tak ada yang salah hingga harus di hukum," jawab Adit.
"apa maksudmu kak, orang tua kita mati di tangan para penjahat itu, yang sekarang bahkan makin menjadi untuk mencari tumbal untuk kesaktiannya, dan kamu bisa-bisanya bilang tak peduli lagi," kata Arum dengan nada marah.
"memang apa yang kamu inginkan, kamu ingin membereskan semua orang yang membunuh orang tua kita, tapi dengan dasar apa? dan apa keuntungan untuk ku, jika aku membunuh mereka?" tanya Adit yang membuat Arum diam.
"kamu bisa begitu cuek pada orang tua yang sudah melahirkan mu, dan kamu lebih cenderung berpihak pada keluarga baru mu, kamu itu sangat keterlaluan," kata Adit.
__ADS_1
"karena mereka aku bisa berdiri di depan mu sekarang, jika bukan karena mereka mungkin aku sudah mati dari dulu, jadi itu sudah sepantasnya jika aku menurut pada mereka, sedang kamu siapa, baru ketemu kemarin berani mengatakan hal buruk dan memerintah diriku?" kata Adit dingin.
"terserah dirimu, tapi aku pastikan akan ku buat kamu bergerak untuk melawan mereka, karena mereka aku kehilangan orang tuaku!!" marah siluman ular itu.
Adit hanya tersenyum, "coba lakukan jika berani, aku akan pastikan kamu akan tau siapa yang siap melawan ku, dan pasti kamu tak ingin melawannya, karena dia secara alami musuh dari bangsa mu,"
seekor burung elang masuk dan langsung mencakar punggung dari Arum.
"sialan, burung dari mana, m
kalau begitu kamu lihat saja nanti apa yang bisa aku lakukan pada keluarga busuk mu itu," kata Arum yang kemudian pergi.
Adit pun melepaskan burung elang itu, dan sekarang dia bergegas ke tempat yang lain, ternyata semua susah selesai.
"sepertinya sekolah ini di incar untuk di jadikan markas besar dari seseorang, dan tujuan pertama mereka adalah menyantet semua petinggi di sekolah ini," terang Adit.
"apa kamu sudah membereskannya?" tanya ustadz Faraz
"tentu, dan sekarang tugas ayah besar, tolong lakukan ruqyah untuk Papi dan ayah kecil,"
"baiklah aku mengerti," jawab ustadz Faraz.
mereka pun melakukan ruqyah mendadak, dan Arkan tak terpengaruh sedikitpun.
tapi Aryan dan anand yang muntah semakin menjadi, ternyata santet yang di kirim kepada arkan mengenai pemuda itu.
Adit dan ustadz Faraz tak berhenti, Arkan mengantikan posisi Adit, sedang pria itu kini duduk bersila untuk mengirimkan tenaga dalamnya agar bisa lebih cepat dalam pembersihan itu.
Lily juga hanya bisa berdoa untuk keselamatan semua orang, kini tiba-tiba sesuatu meledak cukup keras.
"Alhamdulillah... akhirnya selesai, Aryan dan Arkan lebih baik liburkan semua murid terlebih dahulu, karena kalian harus melakukan renovasinya terlebih dahulu," kata ustadz Faraz.
"baiklah aku akan melakukannya, dan lagi masalah tiga murid yang melakukan kriminal itu harus di usut tuntas," terang Arkan.
"kamu benar, tapi sepertinya kamu harus mulai percaya pada Adit untuk mengantikan mu, karena perlahan kekuatan mu sepertinya memudar," kata Aryan
__ADS_1
"ya kamu benar, kekuatan ku bukan berkurang tapi sedikit cacat karena tombak warisan itu juga patah oleh pria muda itu," kata Arkan melihat putranya yang sekarang sedang bersama Lily.