Lily

Lily
keponakan? jangan mimpi


__ADS_3

para punggawa kepercayaan padepokan itu sudah berpencar ke cari sosok Geni yang di maksud.


tapi yang sesungguhnya adalah mereka yang tengah di awasi, Adit sedang menembang sebuah lagu Jawa sambil membuat sesuatu.


Linga yang tak sengaja mendengar tembang itu pun merasa aura mistis tiba-tiba terasa.


bahkan aroma bunga melati dan kenanga tercium semerbak di


sekitarnya.


"mas sedang buat apa?" tanya bocah itu.


"hai... mas sedang mencoba mengukir seruling ini, mau coba?" tawar Adit menunjukkan alat musik itu.


Linga mengeleng karena dia tak bisa membunyikan alat musik itu, tak butuh waktu lama, apa yang di kerjakan oleh Adit pun selesai.


"tapi kenapa seruling kakak berbeda?" tanya bocah itu.


"karena ini seruling istimewa," kata Adit tersenyum.


Linga yang tak mengerti hanya mengangguk saja, tiba-tiba ada perasaan yang membuat Adit merasa begitu sakit.


"uch..."


"ada apa mas, mas sakit?" tanya Linga yang kaget melihat Adit.


"tidak dek, sepertinya mas harus pergi, tolong nanti pamitkan mas ya," kata Adit yang tak bisa menahannya lagi.

__ADS_1


Adit pun pergi mengunakan sepeda motornya, di tempat bidan yang kemarin di bakar oleh Adit sedang di adakan rekontruksi apa yang terjadi.


saat Arkan sedang fokus membantu penyelidikan, di tempat itu tiba-tiba terkepung rombongan pria berjubah merah.


Arkan langsung berdiri dan mengeluarkan sebuah keris pusaka miliknya.


"ada apa Arkan?" tanya Nino yang kaget melihat tingkah pria itu.


"aku merasa ada bahaya yang mengincar kita," kata Arkan.


"apa maksudmu, Semuanya bersiap untuk bahaya," perintah Nino pada semua anak buahnya.


"karena mereka berhubungan dengan kematian dari bidan ini, terlebih penglihatan ku menangkap pria berjubah merah yang membunuh mereka," kata pria itu lagi.


tak lama ternyata benar, begitu banyak pria berjubah merah yang mengelilingi mereka, dan anehnya semua warga tak ada yang kekar dari rumah.


"kalian semua hati-hati, mereka memiliki ilmu ghaib dan jangan sampai kalian jangan ada yang melamun," peringatan Arkan.


"ha-ha-ha siapa yang berani mengacau di wilayah ku, setor nyowo!!!" teriaknya yang turun dengan begitu cepat.


seorang pria bertopeng tengkorak dengan jubah hitam, "jaga mereka karena ini bukan pertarungan mu," suara Beta itu terdengar.


mata merah dan emas begitu keras dan penuh tekanan saat menatap kearah Arkan.


bahkan dia saja merasa tak sanggup menatap mata orang itu, "semuanya berkumpul di belakang ku," panggil Arkan.


pria bertopeng itu maju perlahan, sambil tersenyum penuh dengan amarah.

__ADS_1


tiba-tiba di sekeliling tempat itu di kelilingi api yang membara, semua pria berjubah merah pun kaget.


"kalian salah mencariku, karena tak keluar dari markas kalian sama saja kalian setor nyawa," kata d


Wiryo Geni.


"kamu adalah musuh padepokan kami, jadi kamu harus mati sekarang," kata pria Susno.


"kalau begitu maju dan lihat apa yang bisa aku lakukan pada kalian," kata Wiryo Geni.


Susno pun menyerang pria itu dengan di bantu oleh semua orang,tapi sayang mereka seperti bukan tandingannya.


pria itu seperti bukan manusia, bahkan pukulan mereka seperti berbalik, dan belum lagi tanpa mereka sadari semua tubuh mereka sudah terluka parah.


"kalian terlalu lemah melawan ku," sebuah kibasan jubah hitamnya menghancurkan mereka semua.


semuanya pun muntah darah, dan terkapar tak berdaya, "sudah ku beri peringatan pada kalian dan padepokan, kenapa kalian masih dengkal," jawab pria bertopeng itu.


"dasar pria sialan, aku akan menunjukkan siapa aku sesungguhnya," kata pak Susno.


pria itu pun berteriak dengan sangat keras dan kemudian pria itu berubah menjadi sosok Buto.


melihat itu Wiryo Geni tertawa melihat itu, bukan karena Buto itu yang dia ubah malah Buto yang berukuran kuntet, alias pendek.


melihat itu sekali pukul di kepalanya pria itu langsung terbelah dan langsung mati.


semua orang terkejut melihat itu, dan tak lama pria bertopeng tengkorak pun menyala api dan membakar semua orang itu hingga jadi abu.

__ADS_1


"kalian aman dan bisa pergi sekarang, dan ingat jangan berurusan dengan padepokan Hadikusumo jika tidak ingin menjadi korban selanjutnya," kata Wiryo Geni.


__ADS_2