Lily

Lily
setan gila


__ADS_3

Lily dan Linga sampai di rumah, mereka berdua kelelahan karena stamina mereka tak sebagus biasanya.


"aduh... capek, sepertinya aku tambak gendut,sampai gak kuat lari," kata Lily.


"bener mbak, aku juga nih, ya tuhan nafasku..." saut Linga yang sudah tergletak di lantai.


"hei kenapa kalian ini, pulang-pulang malah seperti itu,memang apa yang terjadi?" tanya papi Arkan penasaran.


"ya Tuhan tuh Tante Kunti udah nonggol jam segini bikin kaget tau, tapi aku juga tak mengira jika mereka nonggolnya jam segini," kata Lily lemas.


"benarkah, wah sepertinya di desa ini sangat mudah di datangi hantu ya, padahal sudah papi doakan loh," kata papi Arkan.


"tau nih papi, ya tuhan bikin jantungan," kata Lily


papi Arkan tertawa melihat tingkah kedua anaknya, "sudah sekarang kalian berdua masuk mandi, setelah itu baru kalian potongin itu jajan untuk di bagikan nanti," perintah papi Arkan


Lily mandi dan dia lupa tak mengecek ponselnya yang sedang dicas.


setelah mandi baru dia melihat ponselnya, ternyata sudah banyak pesan dari Adit.


pria itu mengirimkan beberapa foto dirinya sedang santai, "ternyata sedang liburan toh, ya sudah nikmati saja, aku juga bisa cuci mata di kampus karena banyak pria tampan," voice note Lily.


dia pun tertawa membayangkan ekspresi Adit nantinya,terlebih pria itu juga tak bisa menyembunyikan kecemburuan.


Lily memakai gamis panjang dan tak lupa membawa mukena untuk di gunakan ke mushola, terlihat beberapa hari ini mushola sangat ramai.


"sepertinya,sekarang semua orang sangat rajin ke mushola ya,lihat semua pasti ada imbasnya," kata papi Arkan tertawa.


"tapi ya tetap jantungan papi,masak tiap hari lihat orang gentayangan, toh lihat itu jalan ke arah kuburan saja sudah sangat ramai seperti pasar," omel Linga yang melihat itu semua.


"sudah sekarang ayo sholat dulu nanti baru kita rembuk lagi bersama dengan yang lain," ajak papi Arkan.


akhirnya sholat Magrib di laksanakan, dan setelah itu orang-orang mengikuti acara kirim doa dan tahlil.


baru rombongan dari anak didik ustadz Faraz datang, warga pun tak mengira jika rombongan dari anak murid pondok pesantren itu bisa datang.


ustadz Faraz dan papi Arkan langsung bersalaman dan berpelukan, "jadi bapak-bapak dan ibu-ibu, kami datang atas undangan saudara saya, dia tak ingin teror ini terus berlanjut jadi kami akan melakukan kirim doa bersama sampai besok pagi, dan jika ada yang berkenan ikut Monggo,karena kami pasti butuh tenaga," kata ustadz Faraz.

__ADS_1


"karena ini semua berawal dari ucapan para warga, sebaiknya semua warga ikut," kata pak RT.


"baik pak,dan kami juga minta maaf atas segalanya, terlebih tentang Semuanya," kata salah satu perwakilan masyarakat.


setelah acara kirim doa dan makan bersama, akhirnya mereka melaksanakan sholat isya'.


setelah itu baru para warga mengelar karpet di jalan desa,dan beberapa murid dari ustadz Faraz di sebar ke setiap titik.


hal ini pernah di lakukan di desa kakek mereka saat menolak bala, dan kali ini mereka melakukannya lagi demi membuat tenang semua arwah gentayangan itu.


papi Arkan melarang semua warga mengeluarkan sesaji,dan dia akan mengusir arwah yang membandel.


saat mereka akan mulai, sebuah taksi datang dan berhenti. seorang pria turun dari taksi itu.


"mas Adit!!" teriak Linga dengan senang


"ada apa ini?" tanya Adit yang memang tak tau apa yang tejadi.


"kami sedang melakukan kirim doa dan papi akan mengusir arwah membandel," kata Linga.


"tentu tepat putra ku," kata papi Arkan yang senang melihat putranya itu datang.


tak butuh waktu lama semuanya mulai membaca tahlil,bahkan Aryan dan Riya juga ikut kegiatan itu.


Adit memakai ikat kepala yang ada baru merah, dan dia mengambil seruling miliknya.


papi Arkan, Lily dan Adit kini berdiri bersama di jajaran paling depan. tanpa di duga mami Tasya tersenyum dan bangkit dari duduknya.


"tunggu dulu tuan,kamu lupa tak mengajak pasangan mu," kata wanita itu tersenyum.


papi Arkan tak mengira jika mami Tasya masih memiliki kesaktiannya lagi.


Adit memberikan busur baru untuk wanita itu,"meski tak sehebat busur pasopati, setidaknya ini bisa melindungi mami dan papi."


ustadz Faraz mulai memimpin pembacaan tahlil, mereka berempat langsung menuju titik terparah dari semua masalah itu.


terlihat beberapa makhluk sudah mulai menyebrang dengan damai, tapi ada juga yang membandel.

__ADS_1


akhirnya mereka memakai kekerasan, Adit dan Lily benar-benar pasangan yang kuat.


mereka song melindungi, bahkan Adit terlihat tak terkalahkan, begitupun dengan pasangan senior yang tak ingin kalah.


akhirnya dengan bantuan Mbah Willis akhirnya semua pun kembali tenang.


pria sepuh itu adalah penjaga desa, dan akhirnya bangun saat di butuhkan oleh cucu-cucunya.


"Geni maneh, le tolong jangan mudah terpancing emosi karena kamu memiliki temperamen yang sangat buruk," kata pria itu.


"ngapunten mbah,saya seharusnya mengerti tapi sepertinya para arwah ini keterlaluan, terlebih rumah kami itu bukan rumah hantu hingga harus menjadi tempat mereka berkumpul,"


"ya karena rumah itu memang paling lama di antara rumah yang lain, itulah kenapa rumah sangat nyaman bagi mereka semua," terang semuanya.


tak butuh waktu lama akhirnya semuanya sudah hilang, tapi untuk melihat apa akan ada yang menganggu lagi.


Adit meminta semua khodam keluarga menyebar dan melindungi desa.


Ki Dwisa melihat Adit, "kenapa kamu begitu melindungi semua warga, padahal tak semua warga baik, buktinya mereka bisa mengatakan hal buruk pada keluarga mu," kata makhluk itu.


"tapi itulah yang namanya membantu dengan ikhlas, jadi kami harus belajar untuk melakukan Semuanya tanpa pamrih," kata Adit


lelaki itu tak ingin mengukur semuanya dengan uang, itulah yang di ajarkan oleh keluarga Adit.


akhirnya pukul tiga dini hari baru ada yang aneh, yaitu sebuah kejadian yang tak terduga, yaitu tiba-tiba suara dentuman kuat dari arah makam desa mengejutkan semua orang.


Adit dan papi Arkan langsung lari mengecek tempat itu dan ternyata itu adalah sebuah kuburan baru yang meledak.


mereka merasa aneh terlebih tak melihat jasad di sana, "ya Allah, apa lagi ini," kata pria itu.


"sepertinya pocong itu ingin membalas dendam papi, lihatlah dia di sana," kata Adit menuju sebuah makhluk yang terbungkus kain itu.


tak hanya itu, mahluk itu terlihat sangat mengerikan dengan mata merah menyala dan wajah or ih belatung dan kain kafan yang berwarna coklat.


"kenapa kamu datang, kembalilah ke alam mu, karena dunia ini bukan tempat mu lagi," kata papi Arkan.


"aku ingin membawa semua orang yang sudah melakukan ketidak Adilan padaku," kata makhluk itu.

__ADS_1


__ADS_2