Lily

Lily
pikiran Adit


__ADS_3

Linga bangun dsn masih lihat sosok Adit di sampingnya, tapi dia sudah pindah ke kamar miliknya.


"mas kita di kamar ku ya?" tanya bocah itu sambil mengusap matanya.


"iya dek, kamu cepet mandi gih, udah mau Magrib ini," kata Adit mengusap kepala adiknya.


"iya mas,"jawab bocah itu


Linga pun menurut dan segera mandi, sedang Adit duduk santai membaca buku di ranjang milik adik terkecilnya itu.


di luar Lily dan Tasya sudah menyiapkan semua makan malam, karena hari ini mereka akan mengadakan acara makan bersama.


"mami aku boleh tanya tidak, bukankah mami dan papi itu pasangan tak terpisahkan, terus dulu kata eyang, bahkan saat kalian membantu orang juga selalu bersama," kata Lily bertanya.


"iya, mami dulu selalu bersama papi saat melakukan pembersihan, tapi ada satu pasangan yang lebih romantis, yaitu eyang mu, mereka berdua bahkan lebih romantis karena melakukan segalanya bersama." kata Tasya


"benarkah? tapi sekarang mami sibuk di rumah dan tak pernah membantu papi lagi menolong orang?" tanya Lily.


"karena mami sudah meminta papi untuk mengetik semua kekuatan di tubuh mami, dan ingin hidup normal tanpa rasa was-was," jawab Tasya.

__ADS_1


"itu benar mi, kadang aku ingin hidup normal seperti Riya dan Uci yang tak harus berurusan Bu dengan mahluk astral," kata Lily.


tanpa sengaja Arkan dan Adit mendengar percakapan antara Tasya dan Lily.


kadang juga melelahkan untuk terus-menerus berurusan dengan makhluk yang mungkin bisa membunuh mereka kapan pun,


"aduh seru banget sih, lagi ngomongin apa? ajak-ajak dong," kata Arkan yang duduk di meja makan.


"tidak ada pi..." saut Tasya


sedang Lily pun ingin bertanya karena dia juga penasaran, "papi seandainya aku ingin menghapus semua kemampuan ku apa bisa?"


"iya tapi aku kurang nyaman Pi, lebih baik jadi gadis biasa bukan, tanpa embel-embel bisa melihat hantu," kata Lily.


"baik nanti papi lihat dulu kondisimu apa bisa di tarik atau tidak," jawab Arkan.


malam pun datang, Lily dan yang lain menyapa semua saudara yang datang, "ya Allah... akhirnya eyang bisa memeluk lagi le.." Wulan saat melihat sosok Adit.


"Alhamdulillah atas semua dukungannya dan doa kalian akhirnya saya bisa pulang eyang," kata Adit.

__ADS_1


malam itu semua keluarga datang begitu pula dengan Faraz dan istri, keduanya juga datang, bahkan Faraz terlihat lebih mendingan sekarang.


"oh ya Arkan, apa kamu tau jika juragan Tresna mau menikah lagi?" tanya Raka pada putranya itu


"dia mah tukang nikah, tapi anehnya istrinya pasti mati setelah tiga bulan menikah," kata Arkan menjawab perkataan dari ayahnya itu.


"sebenarnya dulu ayah sudah ingin membantunya, tapi pria ih terus mengelak, dan ini adalah pernikahan yang kelima untuknya," kata Raka.


"apa ini yang di sebut nikah berkali-kali," kata ustadz Faraz.


"memang kenapa sih Abi, jangan bilang Abi mau menikah lagi?" tanya umi Kalila.


"tidak umi, tak mungkin Abi menikah lagi karena umi saja sudah cukup kok," kata ustadz Faraz.


dia panik, karena takut jika istrinya itu akan marah, terlebih wanita itu sedang hamil besar.


"jika juragan Tresna nikah lima kali, kamu kapan Aryan, kamu juga boleh loh untuk bahagia dengan membina rumah tangga baru," kata Arkan meledek adiknya itu


"kenapa kamu heboh, toh aku sendiri juga bahagia kok, memang kalian mau merestui saat aku menikah dengan seorang gadis seusia Lily?" kata aryan iseng.

__ADS_1


__ADS_2