
siang menjelang sore, ayah Arkan sedang berada di sawah untuk melihat beberapa hasil panen yang akan di bawa ke penggilingan beras miliknya.
tapi dia merasa aneh saat melihat seorang pekerja yang tampak terus memperhatikan istrinya yang sedang memeluk daun simbukan.
"hei kamu, jaga mata ku atau aku akan mencongkelnya," marah Arkan yang tak suka istrinya di perhatikan seperti itu.
"ada apa Pi?" tanya mami Tasya
"tidak mi, lanjutkan saja cari daun simbukannya," jawab papi Arkan.
pria itu seakan ketakutan saya melihat papi Arkan yang berjalan mendekatinya.
"kamu ini benar-benar cari mati ya, bisa-bisanya terus membuat ku marah dari tadi, kamu ingin benar-benar buta," marah papi Arkan pada pria itu.
"maafkan saya juragan, bukan maksud saya tidak sopan hanya saja saya tak mengira wanita muda itu istri anda," jawab pria itu jujur.
"sialan kamu mau mati hah!!"
papi Arkan pun tak bisa berdiam diri, dia pun meninggalkan tempat itu dan pria yang dari tadi memperhatikan mami Tasya pun sudah di tandai.
"biar pria itu mati malam ini," gumamnya dengan marah.
"dengan senang hati tuan," jawab Ki Sesnag yang memang selalu mengikuti Papi Arkan.
dia pun mengajak istrinya itu pulang, dia tak mengira jika mami Tasya yang sudah memiliki anak sebesar Lily masih menggoda di mata pria lain.
"ada apa sih Pi?" tanya wanita itu bingung melihat sikap suaminya.
"mami tolong aku tak bisa tahan lagi, kenapa setiap pria yang melihat mu pasti berusaha mendekatimu, memang papi tidak terlihat ya," kesal papi Arkan.
"uluh-uluh... si papi cemburu, tenang papi karena bagi mami, cuma papi yang selalu di hati dan yang bisa memiliki Nami seutuhnya, buktinya sudah dua orang yang mami lahirkan bukti cinta kita bukan," kata mami Tasya yang mencoba meredam amarah suaminya.
"tapi papi tak suka ada pria yang terus menatap mami dengan tatapan mata nakal," bantah papi Arkan yang masih marah menggebu-gebu.
"apa? padahal mami sudah memakai baju selebar ini masih ada yang tergoda, ya salam... terus mami harus pakai mukena gitu mungkin biar tak ada yang menatap mami bakal," kata mami Tasya dengan nada bercanda.
"ya bukan seperti itu, ya sudah sekarang ayo kita pulang, karena emosi papi tak bisa di tahan, jangan sampai aku membunuhnya sekarang," kata papi Arkan yang mengenggam tangan istrinya dan mengajaknya pulang.
keduanya pun berboncengan dengan mesra, dan saat sampai di rumah.
__ADS_1
papi arkan langsung menarik istrinya itu ke dalam kamar dan mereka pun membuat adik untuk Linga dan Lily.
Linga yang baru selesai main pun bingung melihat rumah sepi, tadi opanya bilang jika mereka berangkat ke Surabaya untuk melakukan sedikit konsultasi pada dokter.
"ini kenapa sih aku sering di tinggalkan sendirian begini," katanya dengan sedih.
mendengar suara putranya, mami Tasya menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara aneh.
tapi dengan iseng papi Arkan mengigit sesuatu yang membuat wanita itu kelepasan.
tapi untungnya Linga tak mendengar itu, dan mami Tasya memukul suaminya itu yang memang sangat menjengkelkan.
"dasar menyebalkan," bisiknya.
sedang Linga sedang mencari sesuatu di dapur, dan dia sangat senang melihat mie instan itu.
"yey... aku bisa makan mie ini sebelum semua orang pulang," kata bocah yang langsung meremukkan mie instans dsn tak memasaknya.
bocah itu menikmati mie dengan senang karena baginya itu adalah cemilan paling enak.
seandainya ada orang di rumah, pasti dia akan di larang terlebih mami Tasya akan marah saat mengetahui hal itu.
tiba-tiba di atas pohon itu muncul sosok Miss Kun yang duduk di sana.
"ya elah miss Kun udah nonggol aja, baru juga jam setengah empat Miss, emang gak takut kena sinar matahari yang menyilaukan mata itu?" tanya Linga santai.
"tidak dong, aku mencium aroma makanan jadi datang deh, bagi dong nak," kata hantu kuntilanak itu.
"bikin kesel saja sih, gak bisa tenang membiarkan ku untuk makan," kesal Linga yang menggerutu tapi memberikan makanannya.
"makasih loh ya, oh ya tumben kamu di sini biasanya sudah di suruh mandi terus ngaji," tanya Miss Kun.
"males aku, lagi pula di rumah tak ada orang jadi aku bebas dong," jawab Linga.
"kata siapa, orang tua mu di dalem kok," jawab Miss Kun.
"biarin aja, aku mau tidur saja, oh ya di atas pohon itu ada mangga matang tidak, aku ingin memakannya," kata Linga penasaran.
"ada dong,bentar tak ambilkan dulu," kata Miss Kun yang memetik manga dengan memanjangkan tangannya.
__ADS_1
setelah itu memberikannya pada Linga, dan membuat bocah itu sangat girang.
"Linga sedang apa?"
"sedang meratapi nasib terus di tinggal sendirian,aku rindu mas Adit,"
"eh kok gitu,memang apa yang perlu di ratapi, sudah jangan kebanyakan drama cepat mandi dan papi akan mengantarkan dirimu ke pondok ayah besar," kata papi Arkan.
"libur ya Pi...sehari saja, aku capek Pi, mau tidur,semua tugas sekolah beres juga," mohon bocah itu memohon.
"baiklah kali ini saja," jawab papi Arkan yang tak bisa menolak putranya itu.
sedang kuntilanak yang ada di atas pohon pun menghilang dan meninggalkan bungkus mie instan itu begitu saja.
"dasar Miss Kun jorok, kenapa buang sampah tidak pada tempatnya," kesal Linga.
Arkan sedang membaca kitab di ruang tamu dan Linga yang menonton tv di ruang tengah.
tak lama terdengar ada suara motor yang datang, Linga langsung berlari keluar dengan sangat senang.
"mas Adit!!"
ternyata benar pria itu datang bersama Lily,karena dari kejadian tadi Adit memilih untuk menunggu kekasihnya itu hingga selesai ngampus.
"halo jagoan mas, ke kok gak ngaji le, bukankah sekarang seharusnya kamu masih mengaji?" tanya Adit penasaran.
"aku malas mas, jadi hari ini libur,tapi kenapa mas Adit dan kakak cerewet itu bersama," tanya Linga berbisik.
"hei aku bisa mendengar mu, memang kenapa kamu tak boleh bersama, dia calon suamiku," kata Lily dengan sombong.
"tapi dia mas kesayangan ku, wlek..."
"sudah kalian ini masak mas Adit di ajak berdiri di luar terus,cepat masuk dan biarkan mas Adit mandi dulu Linga, kamu bantu mami di belakang," perintah papi Arkan.
"siap papi," jawab Linga.
bocah itu tau jika ucapan dari papinya tak boleh di bantah jika tidak dia akan dalam masalah besar.
Adit langsung mandi di kamar mandi luar, sedang Lily mandi di kamar mandi di dalam rumah.
__ADS_1
keduanya tadi juga sempat membeli bakso yang di inginkan oleh mami mereka, dan sore itu mereka makan bersama.