Lily

Lily
ngilu say


__ADS_3

Linga tertawa saja mendengarnya, "om item kok nonggol lagi sih, padahal kemarin-kemarin sempat hilang loh," tanya Linga penasaran.


"bagaimana gak hilang, kelakuan kakak mu itu membuatku harus menumbuhkan bulu ku lagi setidaknya butuh ratusan purnama untuk kembali seperti ini, dan beruntung ini bulu masih bisa tumbuh," kata Ki item.


"alah bulu kusut saja bikin orang kesal, tapi jujur aku tak bisa membayangkan kamu tanpa bulu pasti kayak hantu gepeng itu," kata Miss Kun menunjuk sebuah penampakan.


"aku cuma lewat..." kata hantu itu.


mendengar itu semuanya tertawa, pasalnya hantu itu memang tak ingin melakukan hal yang aneh sekarang.


"maaf bro, hanya contoh buat si Wowo," kata Miss Kun.


"sudahlah, Linga kamu gak punya ayam goreng, aku pingin nih,"


"tunggu aku ambilkan," kata Linga yang masuk kedalam rumah.


Adit keluar sambil membawa iPad di tangannya, Ki item berdiri dan bergoyang di depan Adit meledek pria itu.


"hei genderuwo gila, kamu mau mati di tangan Adit," kata Miss Kun yang geli sendiri melihat tingkah genderuwo itu.


"tenang saja Adit tak punya kekuatan lagi, dan aku bebas menggodanya," kata Ki item.


yang sedang menggoyangkan pantatnya seperti ngebor sambil membelakangi Adit.


dengan kesal melihat tingkah genderuwo yang sudah lama ikut keluarganya itu, dengan usil Adit menendang pantat Ki item


tak terduga, genderuwo itu langsung berguling ke depan karena tendangan itu.


"aduh sakit... kamu itu sudah menindas kaum genderuwo, dasar pria biadab," kata Ki item kesakitan.


Miss Kun langsung tertawa berguling-guling melihat Ki item, "salah sendiri banyak tingkah, ha-ha-ha-ha,"


"hei Miss Kun kamu salah ke tawa itu," protes Adit.


"owh iya ya, biar ganti ketawa dulu, khem... hi-hi-hi-hi...."


Adit tak habis pikir melihat tingkah kedua mahluk itu yang tak ada habisnya.


rumahnya sekarang malah jadi tempat nongkrong oleh mereka, yang ternyata sekarang mengikuti Linga.


"hei bocah, mau di bawa kemana itu ayam bakarnya?" tanya Adit menahan adiknya itu


"mau di kasih ke mereka,memang ada yang salah? apa gak boleh mas?" tanya Linga.

__ADS_1


"boleh saja, tapi iPad mu aku batalkan pembeliannya," kata Adit dengan santai.


"yah kok gitu, kan uangnya di kasih ke mas Adit oleh opa, tega sekali mas Adit..."


Adit menahan tawanya nrkihat reaksi Linga yang sedih tapi tetap memegang piring berisi ayam goreng tepung itu.


"aduh Linga mana nih ayam goreng kami," kata Ki item


"hei diamlah, ini iPad milikku dalam bahaya tau," kesal Linga.


"sudah kasih saja, besok masih libur ikut mas ke toko iPad dan kamu bisa membelinya," kata Adit.


"kita harus ke Surabaya dong," tanya Linga lagi


"tentu saja, sekalian kita menjengguk Oma disana," kata Adit yang memang besok ingin bertemu opa Alan.


tak butuh waktu lama ki item dan Miss Kun menikmati ayam goreng itu sambil di awasi Adit dan Linga.


sedang di dalam Lily dan mami Tasya sedang menyiapkan masakan untuk besok di bawa ke rumah sakit.


bahkan mereka membuat berbagai makanan dari daging, dan malam ini mereka akan menginap di rumah Adit.


sedang papi Arkan juga sangat sibuk, dia juga harus menyelesaikan semua pekerjaannya.


"habis enak mas, di campur ayam goreng ini," kata Linga.


"baiklah terserah kamu, kalau kamu besok sakit kamu akan di tinggal bersama di rumah ayah kecil loh,"


"gak mau, aku mau ikut..."


"kalau begitu sudah makan es krimnya, dan tidur jika tidak kamu bisa tak bangun besok," kata Adit.


"baik aku mengerti, aku tidur dulu mas," kata Linga yang langsung berlari masuk kedalam rumah.


sedang Adit merasa aneh karena tiba-tiba desa ini sangat ramai, "kalian berdua ini sebenarnya sadar apa enggak sih kalau, ada yang aneh di tempat ini?" tanya Adit pada kedua makhluk itu


"kamu bilang begitu aku jadi sadar kenapa tadi kamu kesini karena mencium aroma darah dan sate gagak, tapi malah nyasar disini," kata Miss Kun tertawa.


"sepertinya ada yang ingin kaya instans ya, tapi kok aneh ya karena uang datang banyak sekali?" bingung Adit.


Miss Kun dan Ki item mencium aroma yang sangat enak, "aroma bangkai bakar, dengan di lumuri darah ayam cemani, ini sangat mengiurkan," kata Ki item.


Miss Kun sudah hilang entah kemana, pasalnya hantu itu seperti buru-buru ingin makan sesuatu yang enak menurutnya.

__ADS_1


Adit pun tak peduli kali ini, karena dia bukan pria yang sama, dan dia pun memutuskan untuk tidur saja.


di samping gapura di dekat makam desa seseorang sedang membakar daging yang hampir busuk dan mengundang banyak makhluk.


bahkan pria itu mendapatkan uang yang begitu banyak, bahkan dia bisa langsung jadi milyader mungkin.


dia menjual sate daging bangkai yang memang di lumuri darah ayam cemani, dan ada juga sate burung gagak yang sangat menggoda semua makhluk untuk datang makan.


setelah semuanya habis, dia pun segera pulang dengan membawa semua uang yang dia dapatkan.


dan itu adalah uang ghaib, dan dia akan membelanjakannya besok, dan dia akan terus bekerja seperti ini untuk menandingi rumah yang baru selesai di bangun itu.


Ruslan sangat iri melihat Adit membangun rumah mewah yang begitu besar itu, jadi dia juga ingin melakukannya dengan cara ini.


jadi dia memilih jalan pintas, pagi itu dia membawa uang itu ke pasar untuk membelanjakan uangnya.


tapi yang aneh, saat uang itu di gunakan untuk pembayaran akan seperti uang normal.


tapi akan hilang saat masuk kedalam laci atau apapun itu.


papi Arkan dan Adit sudah menaruh semua bawaan ke bagasi mobil dan mereka siap berangkat.


Adit yang menyetir mobil dan di sampingnya adalah papi Arkan, sedang Lily dan mami Arkan di belakang.


sedang Linga tidur di kursi paling belakang sendiri, dan bocah itu ingin tidur karena masih mengantuk.


"apa ada yang ingin pipis, karena kita akan melewati rest area?"


"tidak ada Adit, kita lanjutkan saja, karena aku ingin sekali cepat bertemu dengan ibu dan ayah," kata mami Tasya.


mereka pun menuju ke Surabaya dan beruntung tak butuh waktu lama karena mereka lewat tol.


sesampainya di Surabaya, mereka langsung menuju ke apartemen yang dekat dengan rumah sakit mewah itu.


Adit mengajak mereka semua naik karena dia juga punya unit di apartemen itu jadi tak masalah untuk mereka pergi.


unit milik Adit dan opa Alan saling berhadapan, jadi mereka bisa tidur di tempat papi alan atau untuk berada di unit miliknya.


"selamat siang ayah..." sapa mami Tasya dengan semangat.


"kalian datang, wah ada apa ini?" tanya pria itu dengan wajah senang.


pasalnya kemarin mereka belum puas kelas kangen satu sama lainnya.

__ADS_1


__ADS_2