Lily

Lily
hal yang tak terduga


__ADS_3

Rita dan bayinya sudah di izinkan pulang, keduanya pun langsing di sambut semua orang.


Lily juga datang membawakan hadiah sebuah mainan yang bisa memutar ayat suci Al-Qur'an.


menerima hadiah itu, Riya sangat senang, pasalnya dia belum sempat membeli karena kondisinya yang sudah menurun di kehamilan trimester terakhir.


"mamcan, apa kamu pernah bertemu dengan Retta, dia seperti hilang tak tau rimbanya, karena aku ingin memberitahukan sesuatu yang penting,"


"apa ma Adit tak bilang, Retta sudah keluar dari kampus setelah kejadian dengan Ali, kamu tentu tau jika mereka itu adalah sahabat yang sangat dekat, jadi Retta sangat kehilangan saat Ali meninggal dunia,jadi aku belum bertemu dengannya lagi," jawab Riya yang menjelaskan.


"benarkah, apa semua terjadi karena aku," kata Lily.


"tidak sayang, itu terjadi karena kesalahan mereka sendiri, bukan salahmu," terang Adit yang tak sengaja mendengarnya.


lily hanya mengangguk, sedang Adit tak mengira jika istrinya itu akan bertanya tentang wanita itu.


pasalnya Adit pernah mendapatkan ancaman yang cukup serius dan yang di takutkan, surat ancaman itu akan berakhir membahayakan Lily.


Lily makin tak sabar untuk mengendong putranya sendiri, terlebih lagi wanita itu melihat bayi tampan milik Riya.


"sayang aku tak bisa mengendongnya, jika tidak aku akan menguyel-uyel si ganteng ini, utu utu ganteng banget sih," kata Lily dengan gemas.


"sabar Lily kurang dua bulan lagi kok," kata Amma Wulan.


siang itu saat semua orang sedang duduk berbincang, mereka kaget saat mendengar suara siaran dari speaker masjid.


pengumuman itu mengatakan jika suami dari Uci meninggal dunia dan akan dimakamkan sore nanti.


"innalilahi wa innailaihi Raji'un, apa kita harus pergi melayat Adit?" tawar Aryan.


"tentu, kita berangkat naik motor saja, papi dan ustadz Faraz tolong tunggu si sini, karena saya khawatir," kata Adit memohon.


"baiklah, kalian juga hati-hati terlebih Uci itu pernah menggilai mu Aryan," kata papi Arkan


"ya aku tau, Anand ayo ikut," panggilnya.


"kan kena juga kan," kata Anand yang mau tidak mau harus ikut.


mereka pun berangkat menuju ke rumah Uci, sesampainya di sana ternyata semua orang juga sudah banyak yang datang.


tapi yang aneh adalah jenazah pria itu sudah terbungkus kain kafan dengan sangat rapi.

__ADS_1


"apa juragan meninggal dunia di rumah sakit dan sudah di sucikan?" tanya Aryan pada beberapa orang yang biasanya bersama pria itu.


"iya pak guru, kalau begitu saya tinggal mengurus yang lain ya," pamit pria itu seperti menyembunyikan sesuatu.


"sudah ayah kecil tak usah bingung begitu,lebih baik kita lihat saja, mereka mau seperti apa?" kata Adit yang memang sudah tak bisa merasakan hal yang janggal lagi.


Uci pun menerima ucapan belasungkawa dari keduanya, dan mereka berdua langsung keluar bergabung dengan yang lain.


bahkan mereka melakukan hal yang mengejutkan karena selain jenazah tak boleh di lihat oleh orang luar, bahkan yang memanggil dan yang melakukan penguburan juga orang-orang khusus.


bahkan semua warga desa tak di izinkan untuk ikut memakamkan dan hanya di perbolehkan menyaksikan saja.


Adit merasa ada yang aneh dengan ini semua pasalnya jarang sekali sampai ada hal yang seperti ini.


bahkan tata cara berdo'a saat di makam pun berbeda, tapi Aryan dan Adit memilih diam karena mereka juga tak mengerti dengan apa yang terjadi.


pemakaman terjadi cukup singkat hanya sekitar satu sampai dua jam, dan itu menimbulkan desas-desus.


pasalnya keluarga itu cukup aneh dalam mengurus jenazah, warga desa takut, jika akan membawa nasib buruk nantinya pada semua orang.


terlebih mereka sudah tak bisa meminta bantuan papi Arkan karena semenjak Lily hamil, keluarga itu sudah melepaskan semua ilmu mereka.


terlebih ini yang mati adalah juragan cukup besar dan terkenal jadi yang melayat harusnya banyak, ini masih belum apa-apa sudah pulang semua.


"batu kali ini aku melihat orang habis nglayat kaki bersih,baju bersih, kalian ini melayat atau main sih," tegur papi Arkan


"menurut papi bagaimana, ya siap-siap saja desa ini kena teror malam ini, karena semua yang tadi dilakukan saat pemakaman seperti janggal," terang Adit.


"hei jangan mengatakan hal aneh,


kalian ini bagaimana sih aku punya bayi yang baru lahir," kata Aryan yang menghela nafas kasar.


"ayah besar, tolong Pagari rumah ini dong, setidaknya adik ku bisa aman nantinya," kata Anand yang juga khawatir.


ustadz Faraz pun mengangguk, Adit langsung mengajak Lily pulang dari pada kemalaman di jalan tak baik.


setelah keluarga papi Arkan pergi, ustadz Faraz baru mulai memagari rumah itu.


setelah selesai mereka juga pun pulang akhirnya karena tak baik mengajak bayi pulang surup-surup.


saat sampai di rumah mereka memilih untuk bersih-bersih karena baru saja dari luar, sambil menunggu adzan magrib Adit membaca Al-Qur'an bersama istrinya.

__ADS_1


setelah semuanya mereka sholat magrib berjamaah, dari kejauhan seorang wanita mengawasi rumah mewah itu.


dia bersiul dan pergi, entah apa yang di pikirkan oleh orang itu, Linga sedang berdiri di depan pintu menghadap arah barat.


"ada apa Linga, sebentar lagi magrib ayo masuk," panggil mami Tasya.


"iya mami," jawab bocah itu


dia pun masuk dan menutup pintu rumah, mereka berlima memilih untuk sholat berjamaah.


setelah sholat papi Arkan memberikan sedikit wejangan pada semua keluarganya tentang hikayat sabar dan ikhlas.


mami Tasya mengenggam tangan Lily, "Sabar berasal dari kata sobaro-yasbiru yang artinya menahan.


Menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan anggota badan dari perbuatan dosa.


Sabar merupakan ajaran yang banyak disinggung dalam Al-Qur’an dan hadis.


Menurut Al-Qur’an, manusia senantiasa diarahkan untuk selalu bersabar dalan menjalani kehidupannya.


Allah Swt. berfirman dalam QS Al-Baqarah:153 yang berbunyi


“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”


Dalam ayat tersebut Allah Swt. menjelaskan kepada orang-orang yang beriman bahwa Ia akan selalu beserta mereka yang menjadikan sabar dan salat sebagai penolong.


Allah Swt. juga menjanjikan kedudukan yang tinggi (di surga) bagi hamba-hambanya yang bersabar, seperti firman-Nya dalam QS Al-Furqaan:75 yang berbunyi


“Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.”


Jadikan sifat sabar sebagai identitas keimanan dan keislamanmu.


Ajaklah kalbumu untuk meneguhkan keimanan bahwa kesabaran adalah harga mati kekuatan iman dalam dirimu!


*sabar sendiri punya tiga bagian:


Pertama sabar mematuhi ketaatan, perintah dan larangan Allah Swt.


Kedua sabar terhadap musibah atau cobaan yang menimpa.


Ketiga sabar akan ujian kesenangan*."

__ADS_1


__ADS_2