
Adit sedang bersama dengan logan, dia adalah orang kepercayaan dari keluarga Gilbert.
"aku tak mengira mereka berani bertindak sekarang om," kata Adit yang duduk di kursi samping supir.
"kamu benar, mereka benar-benar bertingkah, itulah kenapa aku memanggil mu dan mengajakmu untuk membereskan mereka, karena kamu dan Arkan itu sama," terang pria itu.
"tentu, karena aku sekarang adalah ganti papi," jawab Adit dengan tenang.
"berhentilah om, dari belakang ada mobil SUV yang mengikuti kita dari tadi dan menurutku itu adalah mobil dari orang suruhan pria itu," kata Adit.
logan menurut karena dia tau jika pria itu sangat bisa di andalkan, "jangan keluar dan gunakan rompi anti peluru,kalian semua juga,"
Adit turun sendirian, dan ternyata ada lima orang bersenjata lengkap yang turun dan mengacungkan senjata api itu ke arah Adit.
Adit tersenyum, "mati... mati... mati..." gumamnya.
tiba-tiba dari belakang sebuah truk menabrak empat dari lima pria itu dengan sangat cepat.
Adit mengambil pistol dari tangan pria satu lagi dan menembaknya, tepat di kepala dan kemudian langsung kembali naik kedalam mobil.
dan di dalam Adit menembak dua orang paling belakang, "sudah ku katakan jangan menghianati ku, mampus kalian," marah Adit yang langsung ke area kursi belakang dan membuka pintu mobil dan membuang mayat pria itu begitu saja
"kau gila kita ada di negara orang, bagaimana jika kita di tangkap," kata logan.
"hei ... seharusnya jika kamu berkecimpung di dunia ini tak perlu takut untuk di tangkap, santai saja," jawab Adit.
mobil mereka sampai di sebuah gudang tua, dan Adit membuat mobil itu meledak dan masalah selesai.
semua geng yang ingin menghancurkan bisnis opa Alan ada di sana, sekitar lima puluh orang dan mereka cuma berdua
"wah tak ku kira jika geng di tempat ini begitu pengecut, dua orang melawan begitu banyak orang, bagaimana jika kita menari bersama saja," kata Adit tersenyum mengeluarkan seruling miliknya.
"dasar anjing gila kalian, bagaimana bisa menghadapi kami hanya dengan seruling seperti itu?" ejek para penjahat itu.
Adit tersenyum saja, "aku serahkan sepuluh orang pada mu om, seharusnya kamu bisa menangani semuanya bukan," kata Adit.
"tentu,berarti kamu sisanya," kata logan tak percaya dengan apa yang dia dengar
"mari kita bermain, aku sudah lama tak main seperti ini," kata Adit yang mulai menggila
logan fokus mengalahkan sepuluh orang dan itu sangat membuat kewalahan.
terlebih dia mengunakan pisau sedang Adit hanya mengunakan seruling miliknya.
__ADS_1
Adit bahkan lebih sadis, sekali mata pisau tersembunyi itu mengenai musuh pasti akan mati dalam kesakitan, dan tak butuh hitungan menit.
"hindari seruling itu!!" teriak bis penjahat itu.
"terlambat, aku bersenang-senang!!" teriak Adit yang berhasil mencapai pimpinan para pembangkang itu.
logan diam saat melihat Adit mengorok bos penjahat itu, bahkan pemuda itu tak mengeluarkan darah sedikitpun.
"apa kamu masih manusia?" tanya logan tak percaya
"sayangnya sebagian diriku bukan manusia," jawab Adit mengambil tas yang di tahan itu setelah memastikan isinya.
mereka pun pergi dari gudang tua itu dan membuatnya meledak agar tak ada alat bukti apapun.
mereka langsung naik ke kapal untuk kembali ke Singapura setelah semuanya.
mereka berhasil membawa apa yang telah di curi, "mungkin aku bisa tewas seandainya tak pergi dengan mu," kata logan.
"mungkin sekarang di otak mu sedang berpikir, bagaimana kamu membunuhku, karena aku tak mempan senjata dan bisa membunuh orang sebanyak itu, kamu kita aku bodoh, bagaimana bisa kamu tetap selamat saat di belakang mu ada dua penghianat, jadi kalau mau membuat rekayasa tolong lebih halus lagi," kata Adit
"ternyata kamu bisa menerkanya,tapi saat kita sampai di Singapura aku akan membuat mu mendekam di penjara," kata logan yang mengacungkan senjata api itu kepada Adit.
"tapi sayangnya tidak," kata Adit yang membuat logan jatuh ke laut, dan mengejutkan seekor hiu langsung menyambar pria itu dan menariknya ke dasar laut.
dia benar-benar sangat berbahaya, jika Aditya bisa melawan tiga puluh orang, maka Adit lebih.
karena pemuda itu memiliki kekuatan yang tak tertandingi dari makhluk yang dia serap.
"hei kamu membuat orang bingung, bagaimana bisa seorang manusia biasa bisa membunuh begitu banyak orang," kata Kong yang ada di pikiran Adit
"karena aku lahir dengan kekuatan khusus sebagai saudara siluman ular, dan kamu juga bersama ku, jadi aku kenal racun, dan juga mereka mati karena racun dari saudariku yang sangat berguna asal kau tau," jawab Adit.
"kau memang orang gila Adit," kata Kong.
"ya aku gila karena melindungi semua milik saudaraku," jawab Adit.
kapal itu sampai di dermaga dan Adit langsung menghilang di antara ratusan orang yang berlalu lalang.
dia tak ingin mencari masalah, dan sang opa juga memerintahkan dirinya untuk mengatur semuanya kembali.
dan sekarang ada orang baru yang di pilih Adit, tentu bukan orang sembarangan, dia adalah Abidzar, saudara jauh dari Arkan, dan pria itu mau dan akan di bantu oleh putranya.
tak hanya itu mereka berdua juga menandatangani kontrak yang cukup mengerikan terlebih ini adalah kontrak sehidup semati.
__ADS_1
setelah urusannya selesai,Adit memilih pulang lewat Batam,karena dia ingin berjalan-jalan dulu sambil menikmati liburannya.
bagaimana pun dia juga butuh waktu tenang untuk dirinya sendiri,terlebih setelah semuanya yang di alami.
tak hanya itu, dia akan mampir ke beberapa kota untuk sekedar jalan-jalan.
dan disana juga dia bertemu beberapa teman lama, tapi ada sesuatu yang menariknya agar cepat pulang yaitu Lily.
gadis yang menunggunya, mungkin sekarang gadis itu sedang membuat masalah bersama adiknya.
"Lilyana Arkana Gilbert!!" teriak mami Tasya mengema pagi ini.
pasalnya anak gadisnya itu sudah pergi ke kampus dengan penampilan yang entah acak-acakan.
dia tak mengira jika masih ada ospek model begitu di tahun yang sudah semakin maju ini.
ya Lily masuk ke fakultas di kota itu,begitupun dengan Tante barunya yang juga akan menimba ilmu di fakultas yang sama.
"gila, ini mereka mau ospek atau mau membuat kita jadi badut sih," kesal gadis itu.
"sudah tenanglah,atau kita bisa dalam masalah besar," jawab Riya yang pagi ini sudah di antar oleh suaminya ke kampus.
tekugat ada lima kakak mahasiswa yang akan menjadi senior mereka, tapi Lily dapat melihat salah satu dari senior itu sedang di ikuti seorang arwah wanita.
"hei yang pakai jilbab hitam di pojokan,anak juragan beras kenapa melotot ke arah ku, jatuh cinta hah!"bentak senior itu.
"gak minat kakak senior,pacar saya lebih ganteng!" jawab Lily yang membuat Riya tertawa.
"yang di sebelahnya ke apa tertawa!"
"saya juga percaya jika pacarnya lebih ganteng dari kakak senior," kata Riya yak kenal takut.
"kalian ini, saya senior di sini, beraninya kalian menertawakan saya!!" kata pemuda itu yang berteriak di depan Lily.
spontan kedua gadis itu langsung menutup mulutnya, "sekarang kenapa,"
"kakak Bai ih,belum mandi ya,"kata Lily yang benar-benar menguji kesabaran.
"kalian berdua keliling lapangan lima kali," kata senior itu.
"hei... siapa yang kau suruh keliling lapangan, sudah kembali ketempat mu, dasar bocah gila, maaf ya anak-anak yang manis," kata dekan kampus.
pria itu menghampiri senior yang terus bersikap arogan, "sekali jamu menganggu mereka, kita semua habis kau tau, Keduanya adalah cucu dari pemilik saham terbesar di sini,mau mati huh..." ancam dekan.
__ADS_1
dia pun kaget, tak mengira dia gadis yang berpakaian sederhana itu ternyata anak orang kaya.