Lily

Lily
aku calon suaminya


__ADS_3

mobil polisi itu sampai di rumah keluarga ayah Raka, dan terlihat sangat sepi.


tak lama mobil ustadz Faraz juga baru datang, ternyata pria itu datang sendirian, "apa kabar bro, ada apa ini kok kamu bis bareng Husna?"


"ada sedikit masalah dan aku harus bertemu dengan Aluna," jawab Nino bersalaman dengan sosok Nino.


Husna sudah masuk dan memanggil adiknya itu, dan terlihat jika Aluna juga tak mengerti apapun.


Nino pun menjelaskan untuk apa kedatangan mereka ke sana, Aluna pun kaget saat teman-temannya menyebut dirinya.


"tapi kak,aku tak melakukan hal itu, aku bahkan tak tau jika mereka menggunakan barang haram itu, tapi mereka sering memaksaku untuk datang ke club' xx, dan itu adalah klub malam milik saudara Virza dan mereka sering mengunjunginya," jawab Aluna


"baiklah terima kasih atas kontribusinya, dan jika aku membutuhkan bantuan mu, boleh aku datang meminta tolong," kata Nino.


"tentu, aku akan menjawab semua pertanyaan," jawab Aluna


akhirnya Nino dan kedua anak buahnya akan pergi, saat ada dua orang ibu-ibu lewat, dan menghentikan mereka.


"maaf pak ada apa ya, kok perasaan ini keluarga makin kesini makin banyak masalah sih, yang anak gadis paling gede sering pulang malem, dan anak terkecilnya bikin masalah Mulu," kata seorang ibu.


"ibu-ibu tolong bisakah menjaga ucapan kalian, saya di sini dan kalian begitu mudah menghina keluargaku," kata ustadz Faraz tak terima.


"iya Bu, ini hanya memastikan adik temen saya pulang," jawab Nino dengan cara sebaik mungkin agar tak menimbulkan masalah.


"pak polisi bohong mungkin, dia pasti di gerebek di hotel terus memberikan uang pada polisi, itu benar kan mas Faraz, adikmu itu Husna pulang bareng ini mobil polisi, memang kita tak tau ya, ada yang bilang jika adik mu itu sering di antar tukang ojek ke hotel mungkin yang saku dari juragan Raka kurang, jadi dia nyari sambilan, lagi pula gadis yang lahir dari wanita yang tak tau malu pasti juga sama," kata ibu-ibu yang miskin berani.


"tutup mulut kalian," marah ustadz Faraz yang tak bisa menahannya lagi.


"ibu-ibu ucapan anda sudah termasuk melecehkan aparat negara dan bisa dapat hukuman, lagi pula apa salahnya mengantarkan calon istri saya pulang," marah Nino yang akhirnya mengeluarkan kekesalannya.


Husna, dan semua orang diam, "jika kalian terus menghina keluarga mereka, aku pastikan kalian akan mendekam di penjara, karena penyebaran berita palsu dan perbuatan menganggu ketenangan orang lain, jadi saya mohon silahkan pergi sebelum aku berubah pikiran,"

__ADS_1


kedua wanita itu pun pergi karena mereka tak mengira jika polisi itu adalah calon suami Husna, "hei Nino, apa yang kamu bicarakan," kata ustadz Faraz kaget.


"ya aku ingin menjadikan adik mu itu calon istriku, aku akan segera mengurus semua prosedur permohonan pernikahan untuk kami jika kamu dan Husna menerimanya, karena kamu adalah wali dari adik mu," kata Nino dengan tegas.


ustadz Faraz melihat ke arah adiknya itu, "aku menyerahkan semuanya pada Husna,"


"bagaimana pilihan mu Husna?" tanya Nino.


Husna bingung, bagaimana bisa dia menerima permintaan seperti ini secara mendadak, terlebih jika dia menerimanya dia akan jadi ibu Bayangkari.


"berikan saya waktu, setelah itu saya akan mengatakan semua jawabannya, termasuk untuk persetujuan ayah dan Amma," kata Husna.


"baiklah,dan aku menunggu jawaban baik darimu," kata Nino sebelum pergi dari rumah itu.


sedang ustadz Faraz dan kedua adiknya di buat bingung, mobil ayah Raka dan Amma Wulan datang.


mereka berdua juga sepertinya sedang berpikir sesuatu, "assalamualaikum ayah, ada apa?"


Amma Wulan juga mengajak kedua putrinya masuk, mereka duduk bersama, dan ayah Raka melihat ada bekas gelas yang kosong.


"apa habis ada tamu?"


"iya ayah, tadi ada Nino dan dua anak buahnya datang, sekarang ayah ingin mengatakan apa?" tanya ustadz Faraz penasaran.


"kemarilah nak, kamu harus tau juga," panggil ayah Raka.


Husna dan Aluna duduk di kursi juga bersama dengan amma Wulan, keduanya terlihat sedikit tegang.


"aduh kenapa wajahnya tegang begitu, ayah cuma mau tanya pada kalian berdua, ayah baru saja dapat dia lamaran untuk kalian. untuk Husna dari keluarga Mahardika dan untuk Aluna dari keluarga Ibrahim, mereka ingin meminang kalian untuk jadi menantu mereka, ayah ingin bertanya pada kalian, ayah tidak memaksa, kalian bisa menjawab apapun itu," kata ayah Raka.


"kalau boleh tau ayah dari keluarga Ibrahim itu untuk anak tertua atau anak kedua?" tanya Aluna yang tak ingin salah memilih.

__ADS_1


"untuk anak keduanya, karena anak pertama keluarga itu akan menikah, dan kamu bisa menikah saat lulus sekolah," jawab ayah Raka.


"Aluna butuh waktu untuk istikharah ayah,"


"Husna juga, insyaallah jika memang jodoh," jawab Husna.


sedang ustadz Faraz tak mengira jika kunjungan reuni haji itu malah jadi ajang cari jodoh untuk anak mereka.


"bagaimana menurut mu Faraz, apa mengizinkan?" tanya Amma Wulan, bagaimana pun Faraz adalah anak tertua.


"aku sih terserah mereka, tapi kalau boleh jujur, tadi Nino juga sudah meminta Husna untuk jadi istrinya, dan kalau aku setuju saja, tapi aku akan menunggu reaksi dari putra kedua keluarga ini, bagaimana reaksinya?" kata ustadz Faraz yang tak sabar ingin melihat reaksi dari Arkan.


"ayah... kak Faraz.. apa ini!!" kata ayah Raka mengikuti Arkan saat protes sesuatu.


mereka semua pun tertawa melihat itu, karena memang pria itu sangat lucu saat protes sesuatu.


sedang di rumah Aryan, pria itu sedang menunggu dengan berdebar, karena Riya tadi mengatakan ada kejutan


dia pun menerima sebuah kotak kecil dan karena rasa penasarannya dia pun buru-buru membukanya.


dan ternyata isinya adalah ada beberapa jenis tes kehamilan, dan yang membuatnya tak percaya ada dua garis merah yang begitu terang tergambar.


"Alhamdulillah... Allahuakbar..."kata Aryan yang langsung memeluk istrinya itu.


"akhirnya di rumah ini akan terdengar suara tangisan bayi lagi setelah sekian lama, dan terima kasih sayang, halo baby..." bisik pria itu mengelus perut Riya.


"halo ayah, adek sudah usia delapan Minggu, jadi ayah harus jaga adek ya," kata Riya.


mereka akan memberitahu keluarga besar mereka nanti, dan sudah di pastikan semuanya akan sangat senang.


dia tak mengira akan mengikuti jejak kakaknya yang memiliki anak balita di usia mereka.

__ADS_1


Anand juga sudah tau dan akan pulang besok lusa, karena sedang libur kuliah untuk melihat calon adiknya, dia sangat senang setidaknya dia akan punya saudara dan tak akan jadi anak tunggal.


__ADS_2